SNU//Garut – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan oleh kualitas pola pikir, inovasi, dan manajemen birokrasi.
Hal ini disampaikan saat menghadiri Diseminasi Hasil Kelitbangan dan Inovasi Kabupaten Garut Tahun 2025 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut. Rabu (17/12/2025).

“Pemotongan anggaran dari pusat bukan persoalan utama. Berapapun anggaran yang dimiliki, tidak akan pernah cukup jika birokrasi masih bekerja dengan pola lama,” tegas Putri Karlina.
Ia menekankan pentingnya perubahan mindset ASN agar lebih adaptif, kreatif, dan solutif dalam menghadapi keterbatasan fiskal.
Putri juga mengibaratkan pengelolaan daerah seperti manajemen rumah tangga yang menuntut kecermatan, prioritas, serta kemampuan berinovasi dari seluruh jajaran perangkat daerah. Selain inovasi, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Kita perlu peka terhadap persoalan di lapangan dan mulai menyelesaikan masalah-masalah kecil secara efektif, kolaboratif, dan terukur,” ujarnya.
Kepala Bappeda Kabupaten Garut, Natsir Alwi, menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi merupakan amanat Permendagri Nomor 17 Tahun 2016, yang bertujuan menyebarluaskan hasil penelitian agar dapat diimplementasikan oleh seluruh SKPD.
Melalui diseminasi ini, Pemerintah Kabupaten Garut berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara peneliti, perumus kebijakan, dan pelaksana di lapangan guna mendorong pembangunan daerah yang lebih inovatif, efektif, dan berkelanjutan. (Asan)
















