Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPeristiwaRagam Daerah

Warga Cimahi Diminta Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Petakan 10 Titik Rawan Bencana

825
×

Warga Cimahi Diminta Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Petakan 10 Titik Rawan Bencana

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan, yang akrab disapa Andi, saat menjelaskan langkah antisipasi kebencanaan di wilayah Cimahi.

Cimahi//secondnewsupdate.co.id – Masyarakat Kota Cimahi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi memicu berbagai bencana alam. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mencatat sedikitnya 10 titik rawan bencana yang perlu menjadi perhatian bersama.

Example 300x600

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan, yang akrab disapa Andi, saat menjelaskan langkah antisipasi kebencanaan di wilayah Cimahi.

Menurut Andi, BPBD bersama perangkat daerah terkait, termasuk DPKP, terus melakukan upaya mitigasi dengan fokus utama pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. 

Ia menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, tidak mungkin seluruh penanganan hanya mengandalkan BPBD yang memiliki keterbatasan personel.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar tahu bagaimana cara menyelamatkan diri sesuai jenis bencananya. Tidak mungkin semua ditangani BPBD, peran masyarakat sangat penting,” ujarnya. Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, setiap jenis bencana memiliki pola penanganan yang berbeda. Untuk gempa bumi, masyarakat dibekali pengetahuan tentang titik kumpul dan langkah evakuasi. 

Sementara untuk banjir dan genangan, warga diarahkan agar mengetahui lokasi aman dan tempat berlindung.

“Kalau banjir, masyarakat harus tahu ke mana harus mengungsi. Kalau angin kencang, tahu di mana tempat berlindung. Kalau kekeringan, ya harus siap menghemat air,” jelasnya.

Andi menekankan bahwa BPBD lebih menitikberatkan pada bagaimana masyarakat bertindak saat bencana terjadi, bukan semata-mata pada penyebab bencana seperti sedimentasi atau penyempitan saluran.

“Penyebab banjir bisa macam-macam, tapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa menyelamatkan diri sejak awal,” tegasnya.

Terkait peta kerawanan, BPBD Kota Cimahi mencatat sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan berdasarkan jenis bencana.

Untuk potensi gempa, wilayah Sesar lembang dan Kelurahan Cipageran menjadi titik yang perlu diwaspadai. 

Sementara untuk banjir dan genangan, kawasan Kelurahan Melong serta daerah limpasan air Cigugur menjadi lokasi yang kerap terdampak.

Adapun untuk tanah longsor, BPBD mengidentifikasi wilayah seperti Cireundeu dan Cigugur Tengah sebagai daerah dengan potensi pergerakan tanah. 

Meski demikian, Andi mengakui bahwa relokasi warga di kawasan rawan longsor tidak bisa dilakukan secara instan tanpa kebijakan dan dukungan lintas sektor.

“Kami hanya bisa memberikan imbauan dan edukasi. Relokasi itu kewenangan dan prosesnya panjang,” katanya.

BPBD juga memberi perhatian khusus pada kelompok rentan, seperti lansia, janda, dan keluarga dengan keterbatasan fisik, agar mendapat pendampingan lebih saat terjadi bencana.

“Bencana itu dinamis dan tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Yang paling penting adalah kesiapan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat,” pungkas Andi. (Bagdja)

Example 120x600