SNU//Garut, Jawa Barat — Semangat gotong royong kembali terlihat di Kampung Pesantren Tengah, Kabupaten Garut.
Secara swadaya, warga setempat kompak membangun enam gapura sebagai pintu masuk lingkungan kampung.
Selain menjadi simbol kebersamaan, pembangunan ini juga bertujuan memperindah kawasan permukiman.
Pembangunan gapura dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga para orang tua.
Seluruh proses dikerjakan secara gotong royong, mulai dari penyediaan tenaga, material bangunan, hingga konsumsi untuk para pekerja.
Ketua panitia pembangunan menjelaskan bahwa pembangunan enam gapura tersebut memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:
memperindah wajah kampung,
memberikan identitas kawasan Pesantren Tengah,
meningkatkan semangat kebersamaan antarwarga,
serta menyambut berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang rutin digelar.
“Ini murni dari swadaya masyarakat. Warga sangat antusias karena gapura ini menjadi kebanggaan kampung,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan dua gapura utama masih dalam tahap penyelesaian. Struktur gapura dibangun menggunakan material bata merah dengan desain klasik.
Selama proses pembangunan, perancah bambu digunakan sebagai penyangga demi menjaga keamanan dan stabilitas konstruksi.
Warga berharap keberadaan enam gapura ini dapat membuat Kampung Pesantren Tengah semakin tertata, nyaman, dan memiliki ciri khas sebagai kampung religius di Kabupaten Garut. (Agung)















