Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHukumKriminalRagam Daerah

Wartawan Bersitegang dengan Oknum Staf KORMI Kabupaten Bandung saat Kegiatan Pembagian Bonus Atlet Fornas 2025

119
×

Wartawan Bersitegang dengan Oknum Staf KORMI Kabupaten Bandung saat Kegiatan Pembagian Bonus Atlet Fornas 2025

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna (tengah) menyerahkan bonus bagi para atlet yang berprestasi di Fornas

Soreang Kabupaten Bandung// secondnewsupdate.co.id – Insiden ketegangan antara wartawan dan seorang oknum staf Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung terjadi usai kegiatan pembagian bonus atlet Fornas 2025, Jumat (6/3/2026).

Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari kalangan jurnalis karena dinilai tidak hanya menyasar individu, tetapi juga dianggap merendahkan profesi pers secara terbuka.

Example 300x600

Ketegangan bermula ketika sejumlah wartawan yang hadir mencoba melakukan konfirmasi terkait kegiatan yang baru saja berlangsung. 

Namun situasi berubah menjadi perdebatan setelah seorang oknum staf KORMI Kabupaten Bandung berinisial AF melontarkan pernyataan yang dinilai arogan.

Di hadapan para jurnalis, AF menyebut pihaknya tidak mengundang wartawan dalam kegiatan tersebut karena lebih memilih publikasi melalui media sosial.

“Kami tidak mengundang wartawan karena kami lebih fokus di media sosial,” ujarnya dengan nada tinggi.

Pernyataan tersebut memicu reaksi dari wartawan yang berada di lokasi. Salah seorang jurnalis berinisial H kemudian mempertanyakan maksud dari pernyataan tersebut.

Alih-alih memberikan penjelasan secara profesional, AF justru melontarkan kalimat yang dinilai melecehkan profesi wartawan.

Dengan nada keras, AF mempertanyakan kapasitas H sebagai jurnalis.

“Sudah berapa lama jadi wartawan, jangan-jangan wartawan bodrek. Saya juga dari media,” ucapnya.

Tidak berhenti di situ, AF juga menantang dan mempertanyakan legitimasi keanggotaan kewartawanan milik H.

“Coba lihat, mana Kartu Tanda Anggota (KTA)-nya,” katanya.

Untuk membuktikan identitasnya, H kemudian memperlihatkan kartu identitas wartawan yang dimilikinya, termasuk ID Card Wartawan Jenjang Muda yang telah tersertifikasi oleh Dewan Pers.

Namun respons AF kembali memicu ketersinggungan.

“Kartu seperti ini mah bisa dibuat sendiri,” ujarnya dengan nada meremehkan.

Ucapan tersebut langsung memicu kecaman dari sejumlah wartawan yang berada di lokasi.

Sikap yang ditunjukkan oknum staf KORMI itu dinilai tidak mencerminkan etika komunikasi lembaga publik serta berpotensi mencederai hubungan kemitraan antara organisasi masyarakat dengan insan pers.

Sejumlah jurnalis menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan yang dilindungi oleh undang-undang.

Para wartawan pun mendesak pimpinan KORMI Kabupaten Bandung untuk segera mengambil sikap tegas terhadap oknum staf tersebut.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bandung serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung juga diminta untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan evaluasi terhadap pola komunikasi serta kemitraan lembaga olahraga masyarakat dengan media.

“Ini bukan persoalan sepele. Jika profesi wartawan yang sudah tersertifikasi saja dilecehkan secara terbuka, ini menjadi preseden buruk bagi hubungan antara lembaga publik dan pers,” ujar salah satu jurnalis yang berada di lokasi kejadian.

Kalangan jurnalis juga mendesak agar AF menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada wartawan. 

Jika tidak ada klarifikasi maupun permintaan maaf, sejumlah wartawan menyatakan siap membawa persoalan ini ke organisasi pers serta melaporkannya ke Dewan Pers.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya penghormatan terhadap profesi pers sebagai salah satu pilar demokrasi, sekaligus menegaskan bahwa sikap arogan terhadap jurnalis di ruang publik tidak dapat dibenarkan. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600