PendidikanRagam Daerah

1.000 Mahasiswa Baru UNDIRA Digembleng Kodam III/Siliwangi: Bela Negara hingga Bahaya Radikalisme Jadi Sorotan

117
Sekitar 1.000 mahasiswa baru Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) mengikuti pembekalan kebangsaan yang diberikan personel Kodam III/Siliwangi TNI AD, baik secara luring maupun daring, dalam rangkaian Day 2 Hello Campus 2026, Rabu (9/9/2026).

DKI, Jakarta l secondnewsupdate.co.id – Semangat bela negara dan penguatan karakter generasi muda kembali digaungkan di lingkungan perguruan tinggi.

Sekitar 1.000 mahasiswa baru Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) mengikuti pembekalan kebangsaan yang diberikan personel Kodam III/Siliwangi TNI AD, baik secara luring maupun daring, dalam rangkaian Day 2 Hello Campus 2026, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 6 Universitas Dian Nusantara, Tanjung Duren, Jakarta Barat, tersebut mengusung tema “Bela Negara, Kehidupan Berbangsa, Antinarkoba, Antikorupsi, Anti Terorisme.”

Pembekalan menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa kehidupan kampus bukan sekadar ruang untuk menimba ilmu akademik, tetapi juga tempat membangun karakter, integritas, kepedulian sosial, serta kesadaran sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

Materi disampaikan oleh Kapten Caj Hendro Safutra, Serka Pandu Pratama, Serda (K) Nilam, Serda Nathaniel Abimanyu, dan Serda (K) Nadya, yang merupakan personel Kodam III/Siliwangi TNI AD.

Dalam pemaparannya, para mahasiswa diberikan pemahaman mengenai bela negara dan kehidupan berbangsa, termasuk pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perubahan lingkungan strategis serta pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Mahasiswa Diminta Kritis Hadapi Radikalisme dan Propaganda Digital

Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah mengenai potensi ancaman radikalisme, terorisme, dan separatisme yang dapat memengaruhi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Mahasiswa dibekali pemahaman untuk mampu mengenali berbagai potensi penyebaran paham radikal, propaganda terorisme maupun paham separatisme.

Di era digital, mahasiswa juga didorong untuk tidak mudah menerima setiap informasi yang beredar di media sosial.

Kemampuan berpikir kritis, melakukan verifikasi informasi, serta memahami konteks sebuah informasi menjadi bagian penting dalam membangun daya tangkal generasi muda.

Pesatnya arus informasi dinilai perlu diimbangi dengan kecerdasan dan kedewasaan dalam menggunakan teknologi.

Sebab, ruang digital dapat menjadi sarana positif untuk belajar dan berkreasi, namun juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda, intoleransi maupun informasi yang berpotensi memecah persatuan.

Antinarkoba dan Antikorupsi Jadi Bekal Generasi Muda

Selain wawasan kebangsaan, pembekalan juga menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba dan korupsi yang dapat mengancam masa depan generasi muda sekaligus menghambat pembangunan bangsa.

Mahasiswa didorong untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan membangun lingkungan kampus yang sehat, produktif serta bebas dari narkoba.

Sementara itu, nilai antikorupsi ditekankan sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak dini.

Integritas, kejujuran, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab dinilai menjadi fondasi penting yang harus dimiliki mahasiswa sebelum nantinya terjun ke tengah masyarakat maupun dunia profesional.

Dengan demikian, pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu memegang teguh nilai-nilai moral.

Perkuat Sinergi TNI AD dan Generasi Muda

Keterlibatan personel Kodam III/Siliwangi dalam kegiatan Hello Campus 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi serta sinergi antara TNI AD dan generasi muda, khususnya mahasiswa.

Melalui interaksi langsung di lingkungan perguruan tinggi, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih kuat mengenai peran generasi muda dalam menjaga persatuan, keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sekitar 1.000 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring diharapkan mampu menyerap nilai-nilai bela negara sekaligus meningkatkan daya tangkal terhadap berbagai ancaman, mulai dari radikalisme, terorisme, separatisme, narkoba hingga korupsi.

Pada akhirnya, mahasiswa UNDIRA diharapkan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berwawasan kebangsaan, berkarakter, berintegritas, disiplin, kritis terhadap informasi, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan Indonesia.

Kegiatan pembekalan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap tanah air serta komitmen menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. (Burhan)

Exit mobile version