BeritaPeristiwaRagam Daerah

Longsor Kutawaringin Mengguncang, KDS Kerahkan Kekuatan Pentahelix: 10 Rumah Dibedah, Ratusan Petani Turun Tangan

112
Bupati Bandung KDS tinjau lokasi longsor Kutawaringin, Kamis (10/9/2026)

Jawa Barat, Kab Bandung l secondnewsupdate.co.id — Penanganan bencana longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, bergerak cepat. 

Bupati Bandung Dadang Supriatna atau KDS memastikan penanganan tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui kekuatan Pentahelix dengan melibatkan pemerintah, pemerintah desa, kelompok tani, masyarakat, hingga berbagai unsur terkait.

Hal tersebut disampaikan KDS saat melakukan monitoring dan meninjau langsung lokasi bencana longsor di Kecamatan Kutawaringin, Kamis (10/9/2026).

Di tengah keterbatasan kewenangan dan aturan penggunaan anggaran masing-masing pihak, KDS menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menghambat upaya penyelamatan dan pemulihan warga terdampak.

Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan penting dalam penanganan awal bencana.

Bahkan, hampir 300 petani telah bergerak bersama untuk melakukan penanganan sementara di lokasi terdampak.

“Ini dilakukan secara Pentahelix. Karena kondisi anggaran kita masing-masing punya aturan dan kewenangan. Tetapi alhamdulillah, saya melihat kekompakan para petani. Hampir 300 orang sudah melakukan gotong royong untuk penanganan sementara,” ujar KDS.

Lima Keluarga Dapat Bantuan Kontrakan

Sebagai langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan bantuan biaya kontrakan selama tiga bulan kepada lima keluarga yang rumahnya terdampak bencana.

KDS menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas. Warga yang rumahnya berada di lokasi rawan diminta tidak memaksakan diri tetap tinggal di tempat yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Selain itu, terdapat dua keluarga yang rumahnya berada di sekitar sempadan sungai atau daerah irigasi. KDS meminta kedua keluarga tersebut mempertimbangkan untuk pindah ke lokasi yang lebih aman.

“Untuk lima penghuni kita berikan bantuan untuk ngontrak dulu selama tiga bulan. Jangan sampai ada kejadian susulan. Untuk dua rumah yang berada dekat sempadan sungai atau irigasi, saya minta pindah lokasi,” tegasnya.

10 Rumah Masuk Penanganan Rutilahu

Tak berhenti pada penanganan darurat, Pemkab Bandung juga menyiapkan langkah pemulihan terhadap rumah warga yang terdampak.

Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan terdapat 10 unit rumah yang membutuhkan perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Dari total tersebut, dua rumah akan ditangani BAZNAS Kabupaten Bandung, sementara delapan rumah lainnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bandung.

KDS memastikan koordinasi teknis segera dilakukan agar proses perbaikan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

“Yang tadi saya lihat ada 10 unit rumah yang memang harus kita perbaiki. Dua unit dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung dan delapan unit oleh Pemerintah Kabupaten Bandung. Insya Allah dalam waktu dekat kita koordinasikan secara teknis,” ungkapnya.

Irigasi Luwikuya Ditangani, Petani Turun Langsung

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kerusakan infrastruktur irigasi. 

Untuk penanganan sementara, unsur PSDA bersama para petani bergerak secara gotong royong.

KDS mengapresiasi respons cepat masyarakat yang tidak menunggu seluruh proses birokrasi selesai untuk melakukan langkah darurat.

Gotong royong tersebut dinilai mampu membantu mengurangi dampak kerusakan akibat jebolnya saluran irigasi.

Namun, penanganan permanen membutuhkan dukungan lintas pemerintahan.

Karena itu, Pemkab Bandung akan mendorong pemerintah pusat untuk melakukan penanganan jangka panjang terhadap Daerah Irigasi (DI) Luwikuya.

KDS mengaku telah berkomunikasi dengan Sekretaris Direktorat Jenderal terkait, Dani, untuk menyampaikan kondisi infrastruktur tersebut.

Usulan penanganan selanjutnya akan diproses melalui program Sipuri, dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama BBWS Sungai Citarum, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

“Insya Allah tahun ini secara serentak kurang lebih Rp334 miliar program ini akan masuk ke Kabupaten Bandung. Dengan karya bareng, gotong royong, dan kekompakan, saya kira ini bisa selesai,” tutur KDS.

Warga Diminta Waspadai Longsor Susulan

Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, KDS meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar sempadan sungai dan daerah irigasi.

Ia mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana.

“Kalau ada kekhawatiran dan sebagainya, segera sampaikan dan hubungi kepala desa atau camat, sehingga kami bisa mengantisipasi sejak dini,” katanya.

Tak hanya ancaman longsor, KDS juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi kemarau panjang yang masih berlangsung.

Menurutnya, hampir 175 titik kebakaran telah terjadi di Kabupaten Bandung. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Jangan membuang sampah atau puntung rokok sembarangan. Jangan membuang sesuatu yang bisa menyebabkan kebakaran,” pungkasnya. (Apih)

Penulis: Apih Igun Ruhiyat Editor: Bama
Exit mobile version