Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaGaya hidupHukumPendidikanRagam Daerah

115 PNS Kota Cimahi Bersiap Purnabakti, BKPSDMD Bekali Masa Transisi agar Tetap Produktif

1050
×

115 PNS Kota Cimahi Bersiap Purnabakti, BKPSDMD Bekali Masa Transisi agar Tetap Produktif

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKDPSDMD) Kota Cimahi, Siti Fatonah dalam Pembekalan Calon Purnabakti PNS Pemerintah Kota Cimahi Tahun 2026.

Kabupaten Bandung Barat, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Masa pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar berhenti ketika seorang pegawai memasuki usia pensiun. 

Justru, fase tersebut menjadi pintu menuju kehidupan baru yang membutuhkan kesiapan mental, kesehatan, sosial, hingga pengelolaan keuangan.

Example 300x600

Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan yang diprakarsai oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKDPSDMD) Kota Cimahi, Siti Fatonah dalam Pembekalan Calon Purnabakti PNS Pemerintah Kota Cimahi Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Haur Koneng Meeting Room, Green Forest Resort & Wedding, Jalan Sersan Bajuri No.102, Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, mulai pukul 08.00 WIB. Kamis (17/9/2026).

Pembekalan tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi Mochamad Rony, yang mewakili Wali Kota Cimahi Ngatiyana.

Dalam kesempatan itu, Ronny membacakan sambutan tertulis Wali Kota Cimahi Ngatiyana yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian para PNS selama menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Selama bertahun-tahun, Bapak dan Ibu telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung terwujudnya visi dan misi organisasi,” ucap Ronny.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menyampaikan bahwa masa purnabakti bukan sekadar berakhirnya masa pengabdian sebagai aparatur sipil negara, tetapi menjadi awal dari babak baru kehidupan yang dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif.

“Purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak baru kehidupan yang dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun masyarakat,” tutur Ronny.

Menurutnya, masa transisi menuju pensiun terkadang dapat menimbulkan rasa khawatir karena adanya perubahan rutinitas dan lingkungan yang selama ini dijalani. Karena itu, para calon purnabakti perlu mempersiapkan diri secara mental, sosial, kesehatan maupun finansial.

“Gunakan masa purnabakti ini untuk lebih banyak bertafakur, menggali potensi diri, mempererat hubungan dengan keluarga dan tetap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Ronny.

Para calon purnabakti juga didorong untuk tetap aktif melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat dan kebahagiaan, seperti berlibur, menekuni hobi, menjalin silaturahmi, mengikuti kegiatan komunitas maupun memanfaatkan teknologi untuk tetap terhubung dengan lingkungan sosial.

Selain itu, perhatian terhadap kesehatan menjadi bagian penting dalam menjalani masa purnabakti. Para PNS yang memasuki masa pensiun diharapkan tetap menjaga kebugaran melalui olahraga dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Harapan saya, Bapak dan Ibu dapat menjalani masa purnabakti dengan penuh kebahagiaan, tanpa rasa panik maupun kecemasan. Jadikan masa ini sebagai kesempatan untuk menikmati kehidupan bersama keluarga dan terus memberikan manfaat bagi lingkungan,” kata Ronny menutup sambutan Wali Kota Cimahi Ngatiyana.

Sementara itu, Kepala BKPSDMD Kota Cimahi, Siti Fatonah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembekalan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi Pemerintah Kota Cimahi atas kesetiaan, loyalitas, dan kinerja para peserta selama menjalankan tugas sebagai ASN.

Siti menjelaskan, masa purnabakti merupakan tahapan penting dalam transisi dari kehidupan kedinasan menuju kehidupan bermasyarakat. Karena itu, para calon purnabakti membutuhkan kesiapan dari sisi mental, sosial, kesehatan, maupun finansial.

“Pembekalan ini bertujuan memberikan informasi mengenai proses administrasi dan hak purnabakti, sekaligus mempersiapkan peserta agar mampu menjalani masa purnabakti dengan sehat, mandiri, bermakna, dan tetap produktif berkontribusi di lingkungan masyarakat,” terang Siti.

Sebanyak 115 peserta tersebut terdiri atas dua orang pejabat pimpinan tinggi, empat administrator, empat pengawas, 19 pejabat pelaksana, dan 86 pejabat fungsional.

Dari kelompok jabatan fungsional tersebut, di antaranya terdapat 36 guru, tiga dokter, tiga perawat, serta seorang pengawas P2UPD. Peserta paling banyak berasal dari Dinas Pendidikan, yakni 82 orang, disusul RSUD Cibabat lima orang dan Kecamatan Cimahi Selatan empat orang.

Siti menambahkan, pembekalan dilaksanakan secara hybrid selama dua hari. Pada Rabu (16/9), kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan materi dari PT Taspen, BKN, dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi.

Kemudian pada Kamis (17/9), kegiatan dilanjutkan secara tatap muka di Haur Koneng Meeting Room, Green Forest Resort. Peserta mendapatkan sejumlah materi untuk mempersiapkan diri menghadapi masa purnabakti, mulai dari pengelolaan keuangan hingga penguatan mental dan spiritual.

Materi pengelolaan keuangan disampaikan oleh Bank BJB. Peserta juga mendapatkan materi mengenai peran Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) sebagai agen sosial di masyarakat yang disampaikan Ketua PWRI Kota Cimahi, Drs. H. Bambang Arie Nugroho, M.M.

Selain itu, pembekalan diisi materi persiapan mental dan spiritual bertajuk “Purnabakti dengan Bening Hati” yang disampaikan Komarudin Chalil,

Materi-materi tersebut menjadi bagian dari upaya BKPSDMD dalam mempersiapkan peserta menghadapi masa purnabakti, tidak hanya dari sisi administrasi dan finansial, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, sosial dan kesehatan.

Selain pembekalan bagi calon purnabakti, BKPSDMD Kota Cimahi juga terus mendorong peningkatan kualitas layanan administrasi kepegawaian dan pensiun melalui transformasi digital.

Mulai 1 September 2026, seluruh penetapan Surat Keputusan (SK) pensiun PNS wajib menggunakan tanda tangan elektronik (TTE), sehingga penetapan SK melalui tanda tangan basah atau manual tidak lagi diperkenankan.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah keterlambatan dalam proses penetapan SK pensiun.

Sementara pada 2027, BKPSDMD Kota Cimahi berencana mengembangkan fitur tracking atau pelacakan proses penetapan SK dan layanan kepegawaian pada aplikasi Kamus CIMAN.

Fitur tersebut diharapkan memudahkan pegawai memantau status dan tahapan proses layanan kepegawaian. Selain itu, pimpinan dapat memperoleh informasi perkembangan proses secara terstruktur untuk kebutuhan pemantauan, evaluasi, dan pengawasan.

Dengan pembekalan tersebut, Pemerintah Kota Cimahi berharap para calon purnabakti tidak hanya siap dari sisi administrasi, tetapi juga mampu menjalani kehidupan setelah masa kedinasan dengan sehat, mandiri, produktif, dan tetap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Tidak hanya membahas urusan administrasi pensiun, peserta juga mendapatkan bekal agar mampu menjalani masa purnabakti secara sehat, mandiri, bermakna, sekaligus tetap memiliki ruang untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kota Cimahi terhadap para aparatur yang akan mengakhiri masa kedinasannya.

Tidak hanya membahas urusan administrasi pensiun, peserta juga mendapatkan bekal agar mampu menjalani masa purnabakti secara sehat, mandiri, bermakna, sekaligus tetap memiliki ruang untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

115 PNS Masuk Masa Purnabakti

BKPSDMD Kota Cimahi mencatat sebanyak 115 PNS mengikuti pembekalan tersebut. 

Mereka merupakan PNS yang memasuki masa purnabakti terhitung mulai 1 Oktober 2026 hingga Juni 2027.

Dari sisi jabatan, peserta terdiri atas dua orang pejabat pimpinan tinggi, empat administrator, empat pejabat pengawas, 19 pejabat pelaksana, serta 86 pejabat fungsional.

Di antara peserta tersebut terdapat 36 guru, tiga dokter, tiga perawat, dan satu pengawas P2UPD.

Sebaran peserta juga memperlihatkan bahwa masa purnabakti akan dialami aparatur dari berbagai perangkat daerah.

Peserta terbanyak berasal dari Dinas Pendidikan sebanyak 82 orang, disusul RSUD Cibabat lima orang, Kecamatan Cimahi Selatan empat orang, serta Dinas Lingkungan Hidup tiga orang.

Sementara itu, Dinas Kesehatan, Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja, Kecamatan Cimahi Utara, dan Kecamatan Cimahi Tengah masing-masing mengirimkan dua peserta.

Adapun masing-masing satu peserta berasal dari Setda, Setwan, Inspektorat, Disbudparpora, Disdukcapil, DPKP, Bakesbangpol, serta Satpol PP dan Damkar.

Bukan Sekadar Administrasi Pensiun

Pembekalan dirancang secara hybrid selama dua hari, yakni pada Rabu (16/9/2026) secara daring melalui Zoom Meeting dan Kamis (17/9/2026) secara luring.

Pada sesi daring, peserta memperoleh materi dari PT Taspen, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi.

Sementara sesi luring di Green Forest Resort menghadirkan materi mengenai pengelolaan keuangan, kesiapan mental dan spiritual, peran organisasi purnabakti, serta pemberian piagam penghargaan.

Materi administrasi pensiun dan hak serta kewajiban disampaikan melalui narasumber dari PT Taspen dan BKN. 

Sementara aspek kesehatan di masa purnabakti dibahas oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi.

Dari sektor finansial, peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen keuangan di masa pensiun dari Bank BJB Cabang Cimahi.

Tak kalah penting, peserta juga memperoleh penguatan mengenai peran sosial setelah pensiun melalui materi “Peran PWRI sebagai Agen Sosial di Masyarakat (Tetap Produktif)” yang disampaikan Ketua PWRI Kota Cimahi, H. Bambang Arie Nugroho.

Sementara aspek mental dan spiritual diperkuat melalui materi “Purnabakti dengan Bening Hati” yang disampaikan Komarudin,

Dengan komposisi materi tersebut, pembekalan diarahkan tidak hanya untuk membantu peserta memahami prosedur pensiun, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi perubahan pola kehidupan setelah tidak lagi menjalankan rutinitas kedinasan.

Cimahi Punya 6.029 ASN

Dalam laporan penyelenggaraan kegiatan, BKPSDMD juga memaparkan profil ASN Pemerintah Kota Cimahi berdasarkan data per 15 September 2026.

Jumlah ASN Kota Cimahi tercatat sebanyak 6.029 orang, terdiri atas 3.169 PNS dan 2.860 PPPK.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, komposisi ASN terdiri dari 47,1 persen laki-laki dan 52,9 persen perempuan.

Dari sisi usia, terdapat 38 ASN berusia di bawah 24 tahun, 2.494 orang berusia 25–40 tahun, 3.073 orang berusia 41–56 tahun, serta 421 orang berusia di atas 57 tahun.

Untuk PNS berdasarkan golongan ruang, tercatat 245 orang golongan II, 2.200 orang golongan III, dan 723 orang golongan IV.

Sedangkan PPPK terdiri atas 353 orang golongan I, 833 orang golongan V, 128 orang golongan VII, 1.528 orang golongan IX, serta 15 orang golongan X.

Dari sisi pendidikan, ASN Kota Cimahi terdiri atas delapan orang bergelar doktor, 657 magister, 3.233 sarjana/D-IV, 583 diploma, dan 1.548 orang berpendidikan di bawah diploma.

Adapun berdasarkan jabatan, terdapat 31 pejabat pimpinan tinggi, 101 administrator, 214 pengawas, 3.411 pejabat fungsional, dan 2.272 pelaksana.

Layanan Pensiun Mulai Bertransformasi Digital

Tidak berhenti pada kegiatan pembekalan, BKPSDMD Kota Cimahi juga memaparkan rencana penguatan layanan administrasi kepegawaian dan pensiun.

Salah satu perubahan penting adalah penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada penetapan Surat Keputusan (SK) pensiun PNS.

Kebijakan tersebut mulai diterapkan terhitung 1 September 2026. Dengan mekanisme tersebut, penetapan SK pensiun tidak lagi menggunakan tanda tangan basah atau manual.

Transformasi digital ini diarahkan untuk mempercepat proses administrasi sekaligus mengurangi potensi keterlambatan penerimaan SK pensiun. 

Dengan demikian, hak-hak kepegawaian dan hak pensiun diharapkan dapat dipenuhi secara lebih efektif.

BKPSDMD juga merencanakan pengembangan fitur tracking atau pelacakan proses penetapan SK layanan kepegawaian pada aplikasi Kamus Ciman pada 2027.

Melalui fitur tersebut, pegawai nantinya dapat memantau status serta tahapan proses layanan kepegawaian secara lebih transparan.

Bagi pimpinan, sistem tersebut diharapkan dapat menyediakan informasi perkembangan proses secara lebih terstruktur sehingga pemantauan, evaluasi, dan pengawasan penyelesaian administrasi kepegawaian dapat dilakukan secara langsung dan terukur.

Menutup Masa Dinas dengan Penghargaan

Pembekalan calon purnabakti ini sekaligus menjadi momentum Pemerintah Kota Cimahi untuk memberikan perhatian dan penghargaan kepada para ASN yang telah menjalankan tugas dan pengabdian selama bertahun-tahun.

Purnabakti bukan diposisikan sebagai akhir dari kontribusi, melainkan sebagai perubahan fase pengabdian. 

Setelah bertahun-tahun bekerja dalam struktur pemerintahan, para purnabakti diharapkan tetap dapat mengambil peran positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Melalui pembekalan administrasi, kesehatan, finansial, mental-spiritual, serta penguatan peran sosial, Pemerintah Kota Cimahi berupaya memastikan para calon purnabakti tidak memasuki fase baru tersebut tanpa persiapan.

Kegiatan turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Cimahi, perwakilan Bank BJB Cabang Cimahi, pengurus PWRI Kota Cimahi, para narasumber, serta seluruh peserta pembekalan calon purnabakti PNS Tahun 2026. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600