BeritaHeadlineInformatikaKesehatanRagam DaerahTeknologi

117 Tahun PMN RS Mata Cicendo: Berinovasi dan Berdampak untuk Indonesia

921
Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo, DR. dr. Antonia Kartika, SpM(K), M.Kes,

SNU|Bandung,- Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Cicendo menandai tonggak sejarah ke-117 tahun pelayanannya sejak didirikan pada 3 Januari 1909. Dalam perayaan yang mengusung tema “117 Tahun Cicendo Mengabdi untuk Indonesia: Berinovasi dan Berdampak”, RS Mata Cicendo menegaskan komitmennya sebagai pusat rujukan nasional dalam pelayanan kesehatan mata yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, Selasa(6/1/2026).

Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo, DR. dr. Antonia Kartika, SpM(K), M.Kes, menyampaikan bahwa usia lebih dari satu abad ini merupakan hasil dari kepercayaan masyarakat, dedikasi para tenaga medis, serta kontribusi para pendidik dan relawan yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang rumah sakit.

“Kami bisa bertahan 117 tahun berkat dukungan para pasien, guru-guru kami, penolong-penolong kami, serta seluruh civitas hospitalia. Ini bukan hanya perayaan usia, tapi refleksi atas dampak yang telah dan akan terus kami berikan,” ujar dr. Antonia.

Sebagai bagian dari perayaan, RS Mata Cicendo akan meresmikan pembukaan klinik baru di Indramayu, bekerja sama dengan RS Bhayangkara. Klinik ini melengkapi jaringan layanan luar rumah sakit yang telah ada di Garut dan Cikampek, dalam upaya mendekatkan akses layanan mata kepada masyarakat di daerah.

“Sebagai pusat mata nasional, kami berkewajiban memperluas jangkauan pelayanan. Klinik-klinik satelit ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat,” jelas dr. Antonia.

Tak hanya di bidang layanan, RS Mata Cicendo juga memperkuat perannya dalam pendidikan inklusif. Bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), rumah sakit akan memperluas program Sekolahku Cicendo yang sebelumnya hanya melayani pasien rawat jalan, menjadi layanan pendidikan untuk pasien rawat inap anak-anak dengan penyakit kronis seperti kanker mata (retinoblastoma).

“Anak-anak yang menjalani kemoterapi seringkali kehilangan akses pendidikan. Tahun ini, kami akan membuka kelas rawat inap agar mereka tetap bisa belajar meski dalam perawatan intensif,” tambahnya.

Dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045, RS Mata Cicendo juga akan melaksanakan skrining refraksi mata bagi 300 siswa SMP, yang akan menerima kacamata gratis pada puncak perayaan ulang tahun tanggal 31 Januari 2026.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Penglihatan yang baik adalah fondasi penting untuk proses belajar mereka. Ini bagian dari kontribusi kami untuk masa depan bangsa,” tegas dr. Antonia.

Selain kegiatan eksternal, perayaan juga diisi dengan lomba-lomba internal dan akan ditutup dengan seminar internasional pada bulan April 2026. Seluruh rangkaian ini mencerminkan semangat inovasi dan keberlanjutan yang menjadi nilai utama RS Mata Cicendo.

“Kami ingin terus berdampak baik melalui ekspansi layanan, pendidikan inklusif, maupun pencegahan kebutaan. Dengan prevalensi kebutaan di Indonesia yang masih sekitar 3%, inovasi kami harus terus berjalan,” pungkas dr. Antonia.

Exit mobile version