BeritaRagam DaerahSosial

17 Ribu Liter Air Bersih Mengalir ke Bengle, Warga Boyolali Utara Bertahan di Tengah Kemarau Panjang

114
Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Serka Sofyanto, turut berada di lokasi untuk mendampingi sekaligus membantu proses pendistribusian air kepada masyarakat.

Boyolali, Jateng | secondnewsupdate.co.id — Kemarau panjang mulai membuat warga di sejumlah wilayah Boyolali Utara menghadapi krisis air bersih. 

Hampir empat bulan tanpa hujan, sungai dan sumur yang selama ini menjadi sumber kebutuhan sehari-hari perlahan mengering.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih kembali mengalir ke masyarakat. Sebanyak 17.000 liter air bersih disalurkan ke warga Dukuh Pendem, Desa Bengle, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, Minggu (27/9/2026).

Penyaluran air bersih tersebut dilakukan oleh Kodim 0724/Boyolali bersama Paguyuban Pengusaha Daur Ulang Plastik/Rosok Dukuh Sirah, Desa Kedunglengkong. 

Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mulai kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau berkepanjangan.

Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Serka Sofyanto, turut berada di lokasi untuk mendampingi sekaligus membantu proses pendistribusian air kepada masyarakat.

Kedatangan bantuan tersebut disambut antusias warga. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air yang cukup untuk kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak hingga keperluan sehari-hari lainnya.

Kepedulian Pengusaha Rosok untuk Warga Terdampak Kekeringan

Ketua Paguyuban Pengusaha Daur Ulang Rosok Dukuh Sirah, Sudarmanto, mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya mengetahui secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, kondisi warga yang harus berjuang mendapatkan air bersih menjadi alasan kuat bagi paguyuban untuk ikut turun tangan.

“Kami sangat terpanggil dengan kondisi yang dialami saudara-saudara kita di wilayah Boyolali Utara. Sudah hampir empat bulan tidak turun hujan, bahkan hujan kiriman pun tidak ada. Karena itu, kami ingin ikut membantu meringankan beban warga,” ujar Sudarmanto.

Kekeringan yang berlangsung cukup lama membuat sumber-sumber air masyarakat semakin terbatas. Sungai yang biasanya dimanfaatkan warga mulai mengering, sementara debit air sumur juga semakin menurun.

Situasi tersebut membuat sebagian warga harus menunggu beberapa hari hingga mendapatkan pasokan air yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Warga: Bantuan Air Sangat Berarti

Salah seorang warga, Miftah, mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diterima masyarakat.

Ia menyebut, warga sudah mengalami kesulitan memperoleh air selama beberapa hari terakhir.

“Alhamdulillah, bantuan air ini sangat berarti bagi kami. Selama empat hari terakhir kami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada Kodim dan semua pihak yang sudah peduli membantu warga,” ungkap Miftah.

Bagi warga Dukuh Pendem, distribusi 17 ribu liter air tersebut bukan sekadar bantuan sesaat. Di tengah sumber air yang terus menyusut, pasokan tersebut menjadi penopang penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Kolaborasi antara Kodim 0724/Boyolali dan elemen masyarakat juga menunjukkan pentingnya gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan.

Ketika hujan belum kunjung turun, bantuan air bersih menjadi sangat berarti bagi warga yang terdampak. Setidaknya, melalui kepedulian bersama, masyarakat di wilayah Boyolali Utara tidak harus menghadapi kemarau panjang seorang diri. (Agus Kemplu)

Penulis: Agus Rodo Kemplu Editor: Bama
Exit mobile version