Ganeas Garut// secondnewsupdate.co.id – Kecemasan mendalam menyelimuti 23 kepala keluarga (KK) di Desa Ganeas, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Puluhan rumah di Kampung Batu Susun dan Kampung Cikubang kini berada dalam ancaman serius bencana tanah longsor akibat kondisi tanah yang semakin labil.
Ancaman longsor tersebut bukan hal baru. Selama dua tahun terakhir, warga hidup dalam bayang-bayang bencana, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, suara gemuruh dari bukit di belakang permukiman kerap terdengar. Kondisi ini membuat warga memilih tetap terjaga sepanjang malam karena khawatir terjadi longsor susulan.
Kerusakan Rumah Semakin Parah
Dampak pergeseran tanah kini semakin nyata dan terlihat pada sejumlah bangunan rumah warga. Beberapa kerusakan yang dilaporkan antara lain:
Dinding rumah retak memanjang
Lantai rumah terbelah
Pondasi bangunan bergeser
Air hujan mengalir deras dari lereng menuju permukiman
Rizal, warga Kampung Cikubang, mengaku keluarganya hidup dalam ketakutan setiap kali hujan deras turun.
“Kami takut longsor susulan. Apalagi kemarin sempat terdengar suara gemuruh. Jika hujan deras, air dari gunung langsung turun ke permukiman,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Situasi tersebut memaksa warga menyiapkan rencana evakuasi mandiri sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi longsor besar.
Berdasarkan kajian teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, sebanyak 23 KK di Desa Ganeas secara resmi direkomendasikan untuk direlokasi ke lokasi yang lebih aman.
Kampung Batu Susun dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi karena berada di lereng dengan kemiringan sangat curam, sehingga berpotensi mengalami longsor besar, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Namun hingga saat ini, relokasi tersebut belum terealisasi. Pemerintah Desa Ganeas masih menunggu keputusan final dari Pemerintah Kabupaten Garut terkait lokasi dan waktu pelaksanaan relokasi.
Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Ganeas, Samsul, mengatakan pihak desa telah melaporkan kondisi tersebut dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Kami sudah menyampaikan laporan dan masih menunggu keputusan dari pemerintah kabupaten terkait relokasi warga,” katanya.
Warga Berharap Pemerintah Segera Bertindak
Di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Garut, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keselamatan mereka.
Bagi 23 KK yang terdampak, setiap hari tanpa kepastian relokasi berarti mempertaruhkan keselamatan jiwa mereka.
Ancaman longsor kini bukan lagi sekadar kekhawatiran, melainkan ancaman nyata yang terus menghantui kehidupan sehari-hari warga. (Asan)
