BeritaInformatikaPeristiwaRagam Daerah

33 Hektare Sawah di Garut Dilanda Kekeringan, Dispertan Siapkan Sumur Bor untuk Selamatkan Tanaman Petani

112
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan pihaknya sebelumnya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah pertanian yang memiliki tingkat kerawanan terhadap kekeringan.

Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate.co.id — Kekeringan mulai mengancam lahan pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Garut.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Garut bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan, salah satunya dengan membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian yang terdampak.

Salah satu wilayah yang cukup serius terdampak kekeringan berada di Desa Mekarsari, dengan luas lahan pertanian yang mengalami kekurangan air diperkirakan mencapai 33 hektare.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jika berlangsung dalam waktu lama, kekurangan pasokan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan berpotensi menurunkan produktivitas petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan pihaknya sebelumnya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah pertanian yang memiliki tingkat kerawanan terhadap kekeringan.

Pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika musim kemarau mulai berdampak terhadap lahan pertanian.

Salah satu solusi yang disiapkan adalah pembangunan sumur bor. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif ketika pasokan air dari hujan, sungai maupun jaringan irigasi mengalami penurunan.

Pompanisasi Turut Digenjot

Selain pembangunan sumur bor, Dinas Pertanian Kabupaten Garut juga melakukan langkah mitigasi melalui pompanisasi di sejumlah lokasi yang mulai mengalami kekurangan air.

Pompanisasi dilakukan untuk membantu mengalirkan air ke lahan pertanian sehingga tanaman pangan, terutama padi, tetap mendapatkan pasokan air yang memadai.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko tanaman mengalami kekeringan hingga gagal panen.

Pemerintah Kabupaten Garut juga telah meminta jajaran terkait untuk meningkatkan pemantauan terhadap wilayah-wilayah pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.

Pergerakan cepat di lapangan diperlukan agar persoalan kekurangan air dapat segera ditangani sebelum memberikan dampak yang lebih luas terhadap produksi pertanian.

Jaga Produksi dan Ketahanan Pangan Garut

Kekeringan menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian Kabupaten Garut selama musim kemarau. 

Selain mengancam tanaman, kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap pendapatan dan keberlangsungan usaha para petani.

Karena itu, pembangunan infrastruktur sumber air seperti sumur bor dan dukungan sarana pengairan lainnya diharapkan mampu memberikan solusi bagi lahan yang mengalami kekurangan air.

Pemerintah diharapkan tidak hanya melakukan penanganan ketika kekeringan sudah terjadi, tetapi juga memperkuat sistem mitigasi dan infrastruktur pengairan agar persoalan serupa dapat diantisipasi pada musim kemarau berikutnya.

Dengan langkah tersebut, lahan pertanian yang terdampak diharapkan kembali mendapatkan pasokan air, produktivitas tanaman tetap terjaga, dan risiko gagal panen dapat ditekan.

Upaya menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Garut di tengah tantangan musim kemarau. (Agung)

Exit mobile version