Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Harapan menghadirkan lingkungan pendidikan yang layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik mulai diwujudkan di SDN Tanjungjaya 3, Kampung Cicarenang, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.
Melalui Program Prioritas Nasional Revitalisasi Satuan Pendidikan, sekolah tersebut resmi memulai pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi yang ditandai dengan pembongkaran sejumlah bangunan pada Sabtu (7/11/2026).
Sebanyak 39 tenaga kerja telah diterjunkan pada tahap awal untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan.
Program revitalisasi ini menjadi angin segar bagi keluarga besar SDN Tanjungjaya 3. Pasalnya, sejumlah fasilitas utama sekolah akan mendapatkan pembenahan guna menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar sekaligus meningkatkan kenyamanan peserta didik dan tenaga pendidik.
Kepala SDN Tanjungjaya 3, Agus Mugni Aziz, saat diwawancarai didampingi Pengawas Sekolah, Mochamad Rasyid Ridlo, menjelaskan bahwa lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu unit rumah dinas, serta pembangunan fasilitas toilet.
Agus menerangkan, pelaksanaan pembangunan menggunakan sistem swakelola dengan melibatkan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Pada tahap awal, sebanyak 39 pekerja sudah dilibatkan dan jumlahnya direncanakan bertambah dalam beberapa hari ke depan.
“Untuk pelaksanaannya menggunakan sistem swakelola dengan melibatkan P2SP. Hari ini sudah mulai pembongkaran, dan untuk tenaga kerja awal ada 39 orang. Insyaallah hari Senin akan ada penambahan pekerja lagi,” ungkap Agus.
Ia menambahkan, seluruh pekerjaan revitalisasi ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari kalender.
Oleh karena itu, pihak sekolah berharap pelaksanaannya berjalan sesuai perencanaan, baik dari segi waktu, kualitas bangunan, maupun ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Terkait material bangunan hasil pembongkaran, Agus memastikan bahwa bahan yang masih layak pakai, seperti genting dan kayu, akan dimanfaatkan kembali sesuai ketentuan.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pemanfaatan aset agar tidak terbuang sia-sia.
“Barang-barang yang masih bisa dipakai tentu dimanfaatkan. Kalau kondisinya masih bagus, bisa digunakan kembali karena material tersebut merupakan aset yang tidak bisa diperjualbelikan,” jelasnya.
Di balik dimulainya pekerjaan fisik tersebut, tersimpan harapan besar pihak sekolah untuk memiliki sarana pendidikan yang lebih representatif. Agus mengaku bersyukur atas terealisasinya bantuan pemerintah yang selama ini dinantikan.
“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur. Apa yang selama ini dicita-citakan, yaitu memiliki sekolah yang layak, aman, nyaman, dan indah, mudah-mudahan bisa terwujud. Dengan begitu, peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan para guru juga bisa melaksanakan kegiatan pembelajaran secara optimal,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat serta Pemerintah Kabupaten Garut atas dukungan sehingga program revitalisasi tersebut dapat terealisasi.
Saat ini, SDN Tanjungjaya 3 memiliki 124 peserta didik. Dengan direhabilitasinya enam ruang kelas dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya, pihak sekolah optimistis kualitas lingkungan pendidikan akan semakin meningkat dan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran.
Agus berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target, sehingga hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.
“Harapan kami, mudah-mudahan pelaksanaan revitalisasi ini berjalan lancar sampai selesai dan hasilnya bisa memberikan kenyamanan bagi anak-anak dalam menuntut ilmu,” pungkasnya.
Revitalisasi SDN Tanjungjaya 3 bukan sekadar pembenahan bangunan fisik, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di wilayah Kecamatan Banjarwangi.
Kini, dengan dimulainya pekerjaan yang melibatkan puluhan tenaga kerja tersebut, keluarga besar SDN Tanjungjaya 3 menaruh harapan besar agar dalam 90 hari ke depan wajah sekolah berubah menjadi lebih representatif, aman, nyaman, dan mampu mendukung lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas. (Asan)
