BeritaBudayaRagam DaerahSosial

500 Warga PMPKKBSUSU Gelar Syukuran Penutupan Galian C di Bantaran Sungai Ular

113
Sebanyak 500 warga yang tergabung dalam Perkumpulan Masyarakat Peduli Keutuhan dan Kelestarian Bantaran Sungai Ular Sumatera Utara (PMPKKBSUSU) menggelar pesta rakyat dan syukuran atas penutupan aktivitas Galian C di bantaran Sungai Ular.

Deli Serdang/ secondnewsupdate.co.id – Sebanyak 500 warga yang tergabung dalam Perkumpulan Masyarakat Peduli Keutuhan dan Kelestarian Bantaran Sungai Ular Sumatera Utara (PMPKKBSUSU) menggelar pesta rakyat dan syukuran atas penutupan aktivitas Galian C di bantaran Sungai Ular.

Kegiatan yang digagas Satgas Elang Biru DPP Garpu NasDem tersebut berlangsung di Jalan Sempurna, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (25/6/2026).

Acara juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 350 anak yatim yang berasal dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Pantai Labu, Beringin, Lubuk Pakam, Pagar Merbau, dan Galang.

Penutupan aktivitas Galian C tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PMPKKBSUSU, Satgas Elang Biru DPP Garpu NasDem, DPC Papera Deli Serdang, Forkopimda Deli Serdang, Denpom Lubuk Pakam, serta Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) II Medan.

Selama beberapa bulan terakhir, berbagai pihak melakukan penertiban terhadap aktivitas Galian C atau Galian Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang dinilai merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat akibat potensi banjir jika bantaran Sungai Ular mengalami kerusakan.

Ketua PMPKKBSUSU Naryo bersama Dansatgas Elang Biru DPP Garpu NasDem Jaiman Supnur menyampaikan bahwa perjuangan masyarakat selama ini bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan ilegal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang Yusnaldi yang mewakili Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Kepala BBWSS II Medan Feriyanto Pawenrusi, Wakapolsek Beringin Iptu Kurnia yang mewakili Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, perwakilan Denpom I/1-3 Lubuk Pakam, perwakilan Kodim 0204/DS, serta Ketua DPD Papera Sumatera Utara Suratman.

Sebelum memasuki lokasi acara, para tamu undangan disambut dengan pertunjukan Reog Ponorogo dan wayang orang sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa yang berkembang di wilayah tersebut. 

Para tamu juga menerima kalungan bunga dan prosesi tepung tawar dari ibu-ibu pengajian setempat.

Dalam sambutannya, Jaiman Supnur yang juga menjabat sebagai Penasehat PMPKKBSUSU mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan penutupan seluruh lokasi Galian C di bantaran Sungai Ular.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Deli Serdang, Forkopimda, aparat penegak hukum, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama memperjuangkan penutupan aktivitas Galian C yang merusak lingkungan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar tidak ada lagi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah bantaran Sungai Ular yang melintasi lima kecamatan tersebut.

Sementara itu, Kepala BBWSS II Medan Feriyanto Pawenrusi mengapresiasi kegiatan syukuran yang dikemas dengan nuansa budaya dan kepedulian sosial melalui santunan anak yatim.

“Saya sangat terkesan dengan sambutan masyarakat. Ini menunjukkan kekompakan dan kepedulian warga terhadap lingkungan serta budaya lokal,” katanya.

Feriyanto menjelaskan, pihaknya telah mengidentifikasi sekitar 12 titik kerusakan bantaran Sungai Ular sepanjang kurang lebih 40 kilometer akibat aktivitas Galian C. Perbaikan bantaran sungai tersebut telah dianggarkan untuk dilaksanakan secara bertahap pada tahun 2026 hingga 2027.

Menurutnya, langkah yang dilakukan masyarakat PMPKKBSUSU dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya air.

Mewakili Bupati Deli Serdang, Kepala Dinas Sosial Yusnaldi menyampaikan permohonan maaf karena Bupati tidak dapat hadir akibat menghadiri pelantikan 76 kepala desa di Kabupaten Deli Serdang.

Meski demikian, kata Yusnaldi, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang telah aktif melaporkan dan mengawal penertiban aktivitas Galian C ilegal bersama Forkopimda dan aparat penegak hukum.

“Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendukung penuh upaya masyarakat dalam menjaga lingkungan. Setelah penutupan ini, pengawasan akan terus dilakukan bersama-sama agar aktivitas ilegal tersebut tidak kembali terjadi,” tegasnya.

Sebagai penutup rangkaian acara, puluhan anak yatim menerima santunan berupa sembako dan uang tunai secara simbolis. Momen tersebut bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah yang dikenal sebagai hari istimewa bagi anak yatim.

Pesta rakyat juga diisi dengan makan bersama menggunakan alas daun pisang sebagai simbol kebersamaan, persatuan, dan rasa syukur masyarakat atas keberhasilan menjaga kelestarian bantaran Sungai Ular dari ancaman kerusakan lingkungan. (Rizky)

Exit mobile version