BudayaEntertainmentGaya hidupInformatikaRagam Daerah

75 Penari Muda Unjuk Bakat! Pasanggiri Jaipong Tunggal Alus Igel di Kabupaten Bandung Tuai Apresiasi

114
Sekretaris Passeban Kecamatan Soreang, Apih Igun. Secara simbolis memberikan hadiah kepada pemenang tari Jaipongan

Kabupaten Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Semangat generasi muda dalam melestarikan seni dan budaya Sunda kembali terlihat melalui gelaran Pasanggiri Jaipong Tunggal Alus Igel yang berlangsung meriah di Sambal Pajero, Banjaran, Kabupaten Bandung, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang diikuti 75 penari dari berbagai jenjang pendidikan tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. 

Ajang ini dinilai menjadi salah satu ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus menjaga eksistensi seni tari tradisional Sunda, khususnya jaipongan.

Pasanggiri Jaipong Tunggal Alus Igel dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad, Turut hadir Ketua KNPI Kabupaten Bandung Rifky Fauzi, Ketua KNPI PK Kecamatan Soreang Alvio Gustaf, serta Sekretaris Passeban Kecamatan Soreang, Apih Igun.

Ketua KNPI Kabupaten Bandung, Rifky, mengaku bangga melihat antusiasme para peserta yang mencapai 75 penari. 

Menurutnya, jumlah tersebut menjadi gambaran bahwa kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi Sunda masih tumbuh dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Ia menilai, keterlibatan anak-anak dan remaja dalam kegiatan seni budaya merupakan langkah nyata dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga warisan leluhur.

“Saya sangat mengapresiasi Pasanggiri Jaipong Tunggal Alus Igel ini. Apalagi, kegiatan ini berkaitan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. KNPI sebagai wadah pemuda sangat merespons kegiatan ini. Semoga generasi muda ini ke depan menjadi generasi yang sukses,” ujar Rifky.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Chintiya Project Event Organizer yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut. 

Menurutnya, kegiatan semacam ini layak mendapat dukungan agar semakin banyak anak muda memiliki kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas melalui seni tradisional.

Kadis Kebudayaan Dorong Pasanggiri Lebih Besar

Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad.

Ia mendorong penyelenggaraan pasanggiri jaipong terus berlanjut dengan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun komunitas seni.

Irvan menilai para peserta yang tampil dalam ajang tersebut merupakan calon penerus pelestarian budaya daerah.

Karena itu, pembinaan dan pemberian ruang bagi penari muda perlu terus dilakukan agar seni jaipongan tetap hidup dan diminati lintas generasi.

“Saya mengucapkan selamat berlomba kepada seluruh peserta Pasanggiri Jaipong, semoga meraih prestasi yang diharapkan. Kepada panitia, saya juga mengucapkan selamat. Semoga ke depan penyelenggaraan serupa dapat dilaksanakan dengan skala acara yang lebih besar lagi,” harap Irvan.

Menurutnya, kompetisi seni tradisional tidak hanya menjadi ajang untuk meraih penghargaan, tetapi juga sarana membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, kreativitas, serta kecintaan terhadap kebudayaan daerah.

Chintiya Project EO Berharap Kegiatan Berlanjut

Sementara itu, Ketua Panitia Pasanggiri Jaipong Tunggal Alus Igel, Chintiya, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moril maupun materiil, sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.

Ia mengaku kehadiran Kepala Dinas Kebudayaan dan Ketua KNPI Kabupaten Bandung memberikan semangat tersendiri bagi panitia maupun para peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan anak-anak dan remaja.

“Kehadiran Pak Kadis Kebudayaan yang membuka acara secara resmi serta Ketua KNPI yang memberikan semangat kepada kaum muda yang juga sebagai peserta membuat kami tersanjung. Para pejabat kita ternyata sangat mengapresiasi kegiatan seni budaya ini,” ungkap Chintiya yang akrab disapa Nong.

Ia berharap Pasanggiri Jaipong Tunggal Alus Igel dapat kembali digelar pada kesempatan mendatang dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak peserta.

Menurutnya, dukungan pemerintah, organisasi kepemudaan, komunitas seni, serta masyarakat sangat dibutuhkan agar kegiatan pelestarian budaya seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi muda.

“Semoga ke depan kami bisa menggelar lagi acara serupa yang lebih besar. Karena itu, kami kembali akan memohon dukungan kepada keduanya agar kegiatan berikutnya dapat terlaksana lebih sukses lagi,” tandasnya.

Berikut Daftar Juara Pasanggiri Jaipong Tunggal Alus Igel 2026

Pasanggiri yang digelar di Sambal Pajero, Banjaran, pada 25 Oktober 2026 tersebut menghasilkan sejumlah juara dari empat kategori pendidikan, mulai tingkat SD hingga SMA.

Kategori SMA

Juara 1: Zahra Regina

Juara 2: Tera Anzani

Juara 3: Silam

Kategori SMP

Juara 1: Aulia S.

Juara 2: Bill Gesiya

Juara 3: Yasmin

Harapan 1: Deva

Harapan 2: Azzahra

Harapan 3: Zahra

Kategori SD Kelas 4–6

Juara 1: Asiap Z. Q.

Juara 2: Nauren A.

Juara 3: Raisya N. A.

Harapan 1: Nisya A.

Harapan 2: Tresya A. S.

Harapan 3: Tiara M. A.

Kategori SD Kelas 1–3

Juara 1: Viona G.

Juara 2: Keyzha A.

Juara 3: M. Elvio

Harapan 1: Varisha Z. I.

Harapan 2: Violin L.

Harapan 3: Nafisha.

Keberhasilan para peserta tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengasah kemampuan dan meningkatkan kecintaan terhadap seni tradisional Sunda.

Pasanggiri Jaipong Tunggal Alus Igel sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pelaku seni, melainkan juga membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda agar warisan budaya Sunda tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (Apih)

Penulis: Apih Igun Ruhiyat Editor: Bama
Exit mobile version