Jeddah//secondnewsupdate.co.id – Meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah menyebabkan sejumlah negara menutup ruang udara mereka untuk kedatangan dan keberangkatan penerbangan.
Kondisi ini berdampak pada perjalanan jemaah umrah Indonesia, khususnya terkait potensi keterlambatan maupun pembatalan penerbangan.
Mengantisipasi kemungkinan jemaah umrah tertahan di bandara, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah segera mengambil langkah mitigasi untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah.
“Mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah umrah tertahan atau terdampar di bandara, Kantor Urusan Haji Jeddah bergerak cepat melakukan langkah-langkah mitigasi. Langkah antisipatif secara intensif dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia,” ujar Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, Minggu (1/3/2026).
Sejumlah negara yang menutup ruang udara antara lain Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.
Sementara itu, Arab Saudi bersama beberapa negara lain seperti Oman, Yordania, dan Lebanon masih membuka penerbangan secara terbatas dengan status waspada, menyesuaikan perkembangan situasi keamanan.
KUH Bentuk Tim Khusus di Bandara
Sebagai langkah antisipasi, KUH Jeddah membentuk tiga tim khusus yang bekerja dalam tiga shift.
Tim tersebut ditempatkan di tiga titik strategis, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji.
“Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan. Saat situasi dan kondisi di wilayah Arab Saudi aman dan terkendali, aktivitas umum berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku,” kata Ilham.
Selain itu, KUH Jeddah juga menjalin komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan, penyelenggara perjalanan ibadah umrah, serta syarikah atau mitra travel di Arab Saudi guna mencari solusi terbaik bagi jemaah yang mengalami penundaan kepulangan.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh turut mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi dinamika situasi keamanan kawasan.
WNI juga diminta untuk terus memantau informasi resmi dari otoritas setempat maupun perwakilan pemerintah Indonesia serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah umrah Indonesia tetap terjaga.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah dalam memperoleh informasi terkini terkait situasi di kawasan Timur Tengah. (Bagdja/Red)
















