Kab Tangerang// secondnewsupdate.co.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kawasan sepanjang Sungai Cirarab.
Penataan sungai dipastikan segera dimulai pada Minggu, 12 April 2026.
Keputusan ini diambil setelah musyawarah bersama warga yang digelar di Masjid Al-Muhajirin, Kecamatan Pasar Kemis, Jumat (10/4/2026).
Warga Bantaran Sungai Sepakat, Penataan Segera Jalan

Dalam musyawarah tersebut, Bupati Maesyal memastikan seluruh pihak, termasuk warga yang tinggal di bantaran sungai, telah menyepakati penataan.
“Alhamdulillah, seluruh pihak termasuk masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Cirarab telah sepakat. Penataan dan penertiban akan mulai dilaksanakan pada 12 April 2026. Semua sudah dituangkan dalam kesepakatan tertulis,” ujar Maesyal.
Ia menegaskan, keputusan ini merupakan hasil musyawarah yang telah dilakukan secara bertahap, termasuk sebelum bulan Ramadan lalu.
Fokus Atasi Banjir yang Kerap Terjadi
Penataan Sungai Cirarab menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan sekitarnya.
Menurut Maesyal, pemerintah mengedepankan pendekatan dialog dan kebersamaan agar kebijakan yang diambil dapat diterima semua pihak.
“Ini demi kepentingan yang lebih besar, yakni keselamatan masyarakat dan mengurangi risiko banjir,” tegasnya.
Normalisasi Hingga Pembangunan Turap
Maesyal menjelaskan, penataan akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal adalah normalisasi aliran sungai guna memperlancar arus air.
Selanjutnya, akan dilakukan pembangunan turap atau sheet pile untuk memperkuat struktur bantaran sungai.
“Normalisasi dilakukan lebih dulu, setelah itu dilanjutkan penurapan. Ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten,” ungkapnya.
Aktivitas Warga Disesuaikan, Ibadah Tetap Berjalan
Dalam pelaksanaannya, pemerintah memastikan tetap menghormati aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ibadah.
Maesyal menyebut, warga tetap dipersilakan beribadah dengan penyesuaian lokasi selama proses penataan berlangsung.
“Kami persilakan masyarakat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Ini bentuk toleransi, namun untuk sementara aktivitas di lokasi penataan dialihkan demi kelancaran pekerjaan,” jelasnya.
Minta Maaf dan Ajak Warga Dukung Program
Maesyal juga menyampaikan permohonan maaf apabila proses penataan menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar.
“Kami mohon maaf jika ada aktivitas warga yang terganggu. Ini hanya sementara, ke depan lingkungan akan lebih aman, tertata, dan terbebas dari banjir,” ujarnya.
Ia menekankan, keberhasilan program sangat bergantung pada dukungan masyarakat.
Contoh Nyata: Perumahan Tangerang Elok Bebas Banjir

Sebagai bukti, Maesyal mencontohkan keberhasilan penataan di kawasan Perumahan Tangerang Elok, Pasar Kemis.
“Di wilayah Elok, setelah dilakukan penataan, alhamdulillah sudah tidak terjadi banjir. Ini bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat bisa memberikan hasil nyata,” tandasnya.
Dihadiri Banyak Pihak, dari BBWS hingga DPRD
Musyawarah tersebut turut dihadiri berbagai pihak, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Provinsi Banten, jajaran OPD Kabupaten Tangerang, camat, lurah, tokoh masyarakat, hingga anggota DPRD kabupaten dan provinsi. (Dia)
















