Majalengka/ secondnewsupdate.co.id – SMAN 1 Sindangwangi mulai menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan handphone bagi seluruh siswa di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih fokus, aman, dan kondusif bagi peserta didik.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Dinas Pendidikan Jawa Barat Nomor 27471/PK.03.03/SEKRE tertanggal 20 Mei 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga telah mengimbau seluruh sekolah di Jawa Barat agar membatasi penggunaan gadget selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Kepala SMAN 1 Sindangwangi, Edi Krisnadi, mengatakan aturan tersebut diterapkan agar siswa dapat lebih berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran di kelas tanpa terganggu notifikasi media sosial, permainan daring, maupun aktivitas digital lainnya.
“Peserta didik masih diperbolehkan membawa HP ke sekolah. Namun saat kegiatan belajar dimulai, handphone harus dimatikan atau disimpan di tempat yang telah disediakan pihak sekolah,” ujar Edi.
Meski demikian, penggunaan perangkat digital tetap diperbolehkan apabila dibutuhkan sebagai media pembelajaran dan mendapat izin dari pihak sekolah maupun guru pengampu mata pelajaran.
Menurut Edi, pembatasan penggunaan gawai tidak hanya berdampak pada peningkatan konsentrasi belajar, tetapi juga membantu membangun interaksi sosial yang lebih sehat di lingkungan sekolah.
Siswa dinilai menjadi lebih aktif berkomunikasi secara langsung dengan teman maupun guru.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter peserta didik menuju konsep Gapura Pancawaluya, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, aturan ini diharapkan mampu melatih kedisiplinan siswa dalam mengatur waktu penggunaan teknologi.
Sekolah ingin menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya membedakan waktu belajar dan waktu hiburan.
“Keberhasilan program ini tentu membutuhkan dukungan semua pihak, baik guru maupun orang tua. Anak-anak perlu diarahkan agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (Ast)
















