Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
KasusLingkungan HidupPeristiwaRagam Daerah

Hari Ke-9 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Bupati Tangerang Pimpin Doa Bersama dan Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

1913
×

Hari Ke-9 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Bupati Tangerang Pimpin Doa Bersama dan Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

Sebarkan artikel ini
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin doa bersama dan mengajak masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di tengah upaya pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin yang memasuki hari ke-9.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin doa bersama dan mengajak masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di tengah upaya pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin yang memasuki hari ke-9.

Tangerang/ secondnewsupdate.co.id – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terus dilakukan secara maksimal.

Example 300x600

Memasuki hari ke-9 penanganan, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin doa bersama bersama tim penanggulangan bencana, relawan, serta berbagai unsur yang terlibat, sebagai ikhtiar memohon kelancaran proses pemadaman sekaligus keselamatan seluruh personel dan masyarakat terdampak.

Kegiatan doa bersama tersebut digelar di lokasi TPA Jatiwaringin, Rabu (8/7/2026), kemarin di tengah masih berlangsungnya upaya pemadaman terhadap sejumlah titik api dan kepulan asap yang belum sepenuhnya padam.

Dalam kesempatan itu, Maesyal mengungkapkan rasa syukur karena berbagai ikhtiar terus dilakukan, termasuk pelaksanaan Salat Istisqa di sejumlah kecamatan sebagai harapan agar hujan segera turun dan membantu mempercepat proses pemadaman.

“Alhamdulillah beberapa kecamatan juga sudah melaksanakan Salat Istisqa agar Allah SWT menurunkan hujan. Dengan hujan diharapkan proses pemadaman bisa lebih cepat. Mari kita terus berdoa memohon kelancaran proses pemadaman serta keselamatan seluruh petugas dan masyarakat,” ujar Maesyal. Kamis (9/7/2026).

Selain memimpin doa bersama, Maesyal juga meninjau langsung perkembangan penanganan kebakaran yang telah berlangsung sejak sembilan hari terakhir. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang tanpa henti bekerja di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan penanganan kebakaran tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, Forkopimda, BPBD, organisasi perangkat daerah, Dinas Kesehatan, relawan, hingga bantuan dari Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Provinsi Banten, dan berbagai instansi lainnya.

“Terima kasih kepada seluruh personel yang tetap bekerja siang dan malam. Semangat kebersamaan ini menjadi kekuatan besar dalam menghadapi bencana kebakaran TPA Jatiwaringin,” katanya.

Maesyal menjelaskan, meski kondisi api mulai terkendali, sejumlah titik asap masih terus bermunculan sehingga membutuhkan penanganan intensif. 

Tim gabungan terus melakukan penyiraman menggunakan armada darat, sementara helikopter BNPB tetap melakukan water bombing di area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Ia menegaskan sinergi lintas instansi harus terus dipertahankan hingga seluruh titik api benar-benar padam.

“Kolaborasi yang sudah terbangun dengan baik ini harus terus dijaga. Semua pihak memiliki tanggung jawab bersama agar proses pemadaman berjalan optimal sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memastikan perlindungan bagi warga terdampak tetap menjadi prioritas. Posko evakuasi disiagakan di Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, apabila asap kembali mengarah ke kawasan permukiman.

Tim kesehatan disiagakan selama 24 jam untuk memberikan layanan medis, pemeriksaan kesehatan, vitamin, suplemen, hingga pemenuhan kebutuhan logistik seperti makanan dan minuman bagi warga yang harus dievakuasi.

“Jika asap bergerak ke permukiman, masyarakat langsung kami evakuasi ke kantor desa. Petugas kesehatan selalu siaga, begitu juga kebutuhan makan, minum, vitamin, dan suplemen agar kondisi masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.

Sementara itu, terkait rencana operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan, Pemerintah Kabupaten Tangerang masih menunggu rekomendasi dari BMKG. 

Hingga saat ini, kondisi awan di wilayah terdampak dinilai masih terlalu tipis sehingga belum memenuhi syarat untuk pelaksanaan rekayasa hujan.

“Untuk hujan buatan kami masih menunggu informasi dari BMKG. Saat ini kondisi awan masih sangat tipis sehingga belum memungkinkan dilakukan operasi modifikasi cuaca,” pungkas Maesyal. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600