Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPendidikanRagam Daerah

SMK IT Muhajirin Garut Terus Berkembang, Kekurangan Tiga Ruang Kelas! Kepala Sekolah Berharap Juknis Bantuan RKB Izinkan Bangun Lantai Dua

116
×

SMK IT Muhajirin Garut Terus Berkembang, Kekurangan Tiga Ruang Kelas! Kepala Sekolah Berharap Juknis Bantuan RKB Izinkan Bangun Lantai Dua

Sebarkan artikel ini
Uloh Saepulloh Kepala sekolah SMK IT Muhajirin, (kiri) Usai diwawancarai, Gedung SMK Islam Terpadu (IT) Muhajirin Garut (kanan) terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu sekolah swasta yang berkembang pesat.

Garut/secondnewsupdate.co.id – Di tengah ketatnya persaingan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, SMK Islam Terpadu (IT) Muhajirin Garut terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu sekolah swasta yang berkembang pesat. 

Selain terus meningkatkan jumlah peserta didik, sekolah ini juga berkomitmen mencetak lulusan yang unggul dalam kompetensi kejuruan sekaligus memiliki karakter religius.

Example 300x600

Namun, di balik perkembangan tersebut, SMK IT Muhajirin masih menghadapi persoalan klasik, yakni keterbatasan ruang kelas. Bahkan, pihak sekolah berharap pemerintah pusat merevisi petunjuk teknis (juknis) bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) agar sekolah yang lahannya terbatas diperbolehkan membangun ruang kelas bertingkat atau lantai dua.

Kepala SMK IT Muhajirin, Uloh Saepulloh, mengatakan sekolah yang berlokasi di Kampung Cogreg, Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, itu berdiri sejak 2013 dan terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

“Alhamdulillah sejak berdiri tahun 2013, sekolah terus berkembang. Saat ini jumlah siswa kami sudah lebih dari 300 orang,” ujar Uloh saat ditemui, wartawan secondnewsupdate.co.id Garut, Kamis (9/7/2026).

Saat ini SMK IT Muhajirin membuka empat kompetensi keahlian yang diminati masyarakat, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP).

Memasuki tahun ajaran baru, animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMK IT Muhajirin juga terus meningkat. 

Hingga awal Juli 2026, tercatat sekitar 130 calon peserta didik telah mendaftarkan diri.

Menurut Uloh, sekolah swasta masih memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendaftar meski Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai.

“Hingga hari ini sudah sekitar 130 siswa baru yang mendaftar. Pendaftaran masih tetap dibuka karena sekolah swasta memiliki fleksibilitas dalam menerima peserta didik baru,” katanya.

Tidak hanya fokus pada pendidikan vokasi, SMK IT Muhajirin juga mengintegrasikan pendidikan keagamaan ke dalam aktivitas belajar mengajar. 

Para siswa dibiasakan mempelajari ibadah dasar, membaca Al-Qur’an, fiqih, hingga pembinaan akhlak sebagai bekal kehidupan di masa depan.

“Kami ingin lulusan tidak hanya memiliki kemampuan di bidang kejuruan, tetapi juga mempunyai karakter yang baik, berakhlak mulia, dan memiliki bekal keagamaan yang kuat,” ungkapnya.

Meski terus berkembang, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. 

Saat ini sekolah hanya memiliki 10 ruang kelas, sementara kebutuhan ideal mencapai sedikitnya 13 ruang belajar.

Akibatnya, pihak sekolah harus mengatur penggunaan ruang secara bergantian agar seluruh proses pembelajaran tetap berjalan efektif.

“Kami masih kekurangan tiga ruang kelas. Karena itu kami harus menyiasati penggunaan ruang belajar agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik,” jelas Uloh.

Menurutnya, salah satu kendala terbesar untuk mendapatkan bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) adalah persyaratan tersedianya lahan kosong. Padahal, kondisi lahan sekolah saat ini sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan pembangunan secara horizontal.

Oleh sebab itu, pihak sekolah berharap pemerintah pusat dapat melakukan penyesuaian terhadap juknis bantuan RKB sehingga sekolah yang memiliki keterbatasan lahan dapat membangun ruang kelas secara vertikal.

“Kami berharap pemerintah memberikan kebijakan yang lebih fleksibel. Jika pembangunan ruang kelas di lantai dua dapat difasilitasi melalui bantuan RKB, tentu akan sangat membantu sekolah-sekolah swasta yang lahannya sudah terbatas,” tuturnya.

Uloh menilai, aspirasi tersebut bukan hanya dirasakan SMK IT Muhajirin, tetapi juga banyak sekolah swasta lain yang mengalami pertumbuhan jumlah siswa namun terbentur keterbatasan lahan.

Dengan adanya penyesuaian kebijakan tersebut, diharapkan pemerataan akses terhadap sarana pendidikan yang layak dapat semakin terwujud sehingga kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Garut, terus meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (Asan).

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600