Cimahi//secondnewsupdate.co.id – Aksi sosial penuh kepedulian kembali ditunjukkan Yayasan Rose Citra Mandiri Jawa Barat. Dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan, Rose Else, kegiatan khitanan massal digelar untuk 24 anak dari Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi, bertempat di Jl. Torobosan RT 03 RW 12, Cipageran, Cimahi Utara, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini tak hanya menjadi momen penting bagi anak-anak yang dikhitan, tetapi juga menjadi bukti kuat kolaborasi antara lembaga sosial, pemerintah, hingga para donatur.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Sosial melalui Sentra Abiyoso Jawa Barat Anisa Nurjanah, Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi Totong Solehudin, Ka Subbid Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama Kelik Andhi Yanto, serta Sosial Ahli Muda yang menangani Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Jawa Barat, Serlyn Souisa.
Kemensos: Pembinaan dan Dukungan untuk LKS
Perwakilan Sentra Abiyoso, Anisa Nurjanah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan terhadap LKS.

“Alhamdulillah, kami bekerja sama dengan LKS Rose Citra Mandiri dalam memberikan pembinaan dan bantuan. Kepada adik-adik yang dikhitan, semoga menjadi anak yang semakin saleh, pintar, dan mendapatkan keberkahan dunia akhirat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Sentra tidak dapat hadir secara langsung dan diwakilkan olehnya.
“Semoga apa yang diberikan membawa manfaat dan keberkahan bagi semua,” tambahnya.
Dinsos Cimahi: Kolaborasi Jadi Kunci
Senada, Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Totong Solehudin, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

“Kita patut bersyukur masih ada yayasan yang peduli. Ini membuktikan bahwa kolaborasi mampu menyelesaikan banyak masalah, atau setidaknya membuat kondisi menjadi lebih baik,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Yayasan Rose Citra Mandiri sebagai inisiator, Kementerian Sosial melalui Sentra Abiyoso, Dinas Sosial, Badan Kesbangpol, hingga para donatur baik perorangan maupun organisasi.
“Yang paling bahagia tentu anak-anak yang dikhitan beserta keluarganya. Ini adalah bagian dari sunnah Rasul yang penting bagi umat Muslim,” jelasnya.
Totong juga menambahkan bahwa sebagian pembiayaan kegiatan turut didukung oleh Sentra Abiyoso Kementerian Sosial.
“Intinya, Kementerian Sosial dan Dinas Sosial adalah satu paket. Selama bisa membantu masyarakat, kenapa tidak,” tegasnya. Ia pun berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut.
Di akhir kegiatan, seluruh pihak berharap anak-anak yang telah dikhitan dapat tumbuh menjadi generasi yang saleh dan berbakti.
“Apapun cita-citanya nanti, baik menjadi PNS, TNI, Polri, atau profesi lainnya, yang penting menjadi pribadi yang saleh,” tutup Totong.
Ketua Yayasan: Kegiatan Dilatarbelakangi Kisah Pribadi
Ketua Yayasan Rose Citra Mandiri, Rose Else, mengungkapkan bahwa pemilihan tanggal 24 April memiliki makna khusus.

“Kami memilih tanggal ini karena bertepatan dengan hari lahir almarhum anak saya, Roja Rizky. Sekretariat ini awalnya untuk beliau, namun setelah beliau wafat, kami gunakan untuk kegiatan sosial,” ungkapnya haru.
Rose menjelaskan bahwa yayasannya rutin menggelar berbagai kegiatan sosial, seperti nikah massal setiap 22 Desember, isbat nikah, hingga pelatihan keterampilan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya perempuan.
“Kami ingin membentuk perempuan yang produktif dan memiliki kompetensi, sehingga bisa mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan yayasan didanai secara mandiri.
“Semua yang saya lakukan didasari rasa suka berbagi. Bukan karena bantuan pemerintah, tapi justru kami ingin ikut membantu pemerintah,” katanya.
Dalam kegiatan khitanan massal ini, bahkan terdapat dua anak yang sempat tidak terdata, namun tetap difasilitasi.
“Jiwa sosial saya tidak bisa menolak. Walaupun awalnya tidak terdata, tetap kami bantu,” ujarnya.
Pemeriksaan Kesehatan dan Peserta dari Berbagai Wilayah
Rose menambahkan, sebelum pelaksanaan khitan, seluruh peserta telah melalui pemeriksaan kesehatan.
“Kalau dinyatakan sehat, baru bisa dikhitan. Ini penting untuk keamanan anak-anak,” katanya.
Peserta khitanan tidak hanya berasal dari Cimahi, tetapi juga dari Kabupaten Bandung, mengingat yayasan memiliki cabang di wilayah tersebut.
“Kami memang sudah tingkat Jawa Barat, tidak hanya Cimahi saja,” jelasnya.
Kegiatan ini disebut sebagai yang ketiga dan rutin digelar setiap tahun sejak wafatnya sang anak.
Dinsos Jabar: LKS Mitra Strategis Pemerintah
Sementara itu, Serlyn Souisa dari Dinas Sosial Jawa Barat menegaskan bahwa LKS seperti Yayasan Rose Citra Mandiri memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah.

“Kami sangat berterima kasih karena LKS ini benar-benar membantu program pemerintah, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat miskin,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 2.810 LKS di Jawa Barat, hanya 24 yang memiliki kewenangan tingkat provinsi, dan Yayasan Rose Citra Mandiri termasuk di dalamnya.
“Yayasan ini sangat aktif dan kontribusinya sudah banyak, tidak hanya di Cimahi tapi juga di tingkat provinsi,” jelasnya.
Ke depan, pihaknya juga berencana menjalin kolaborasi lanjutan, termasuk pelatihan keterampilan seperti tata rias.
“Harapannya yayasan ini bisa terus berkembang, bahkan menjadi LKS kewenangan nasional,” pungkasnya. (Bagdja)
















