Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Musyawarah Daerah (Musda) XIV Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Jawa Barat berlangsung meriah dan penuh semangat di Hotel Aryaduta Bandung, Jalan Sumatera No.51, Kota Bandung, Senin (15/6/2026).
Forum tertinggi organisasi kontraktor di Jawa Barat yang digelar lima tahun sekali tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Ketua Umum BPP GAPENSI Andi Rukman N. Karumpa, Ketua Kadin Jawa Barat Almer Faiq Rusydi, unsur Forkopimda, kepala dinas, pimpinan asosiasi jasa konstruksi, serta para Ketua BPC GAPENSI dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Musda XIV GAPENSI Jawa Barat menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi periode 2021-2026 sekaligus memilih kepengurusan baru periode 2026-2031 di tengah tantangan industri konstruksi yang semakin kompetitif.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa GAPENSI memiliki peran vital sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
“GAPENSI bukan hanya organisasi profesi, tetapi bagian penting dari ekosistem pembangunan Jawa Barat. Pembangunan yang kita dorong hari ini tidak mungkin berjalan tanpa dukungan para pelaku jasa konstruksi yang profesional, kompeten, dan berintegritas,” tegas Erwan.
Menurutnya, dunia konstruksi saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meningkatkan kualitas pekerjaan, mengutamakan keselamatan kerja, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan efisiensi.
Erwan juga melontarkan pesan yang langsung mendapat sambutan hangat dari peserta Musda.
Ia mengingatkan agar peluang usaha di sektor konstruksi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
“Ke depan kita harus kompak. Jangan sampai ada istilah 4L, Lu Lagi, Lu Lagi. Harus ada kebersamaan dan pemerataan kesempatan bagi seluruh anggota,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa iklim usaha jasa konstruksi di Jawa Barat harus lebih terbuka, sehat, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh anggota GAPENSI.
“Melalui GAPENSI yang kuat, kita bangun Jawa Barat yang maju, unggul, dan sejahtera,” pungkas Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan.

Sementara itu, Ketua Umum BPP GAPENSI Andi Rukman N. Karumpa memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Musda XIV GAPENSI Jawa Barat yang dinilainya sebagai salah satu Musda terbaik di Indonesia.
Ia bahkan menyebut pelaksanaan Musda di Jawa Barat menjadi tolok ukur baru bagi daerah lain dalam membangun soliditas organisasi.
“Kami hadir bersama 14 pengurus BPP. Ini menunjukkan betapa pentingnya Jawa Barat bagi GAPENSI secara nasional. Saya melihat semangat luar biasa dari seluruh pengurus dan anggota untuk membesarkan rumah besar GAPENSI,” kata Andi Rukman.
Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi nasional yang masih penuh tantangan, eksistensi GAPENSI sebagai organisasi pengusaha konstruksi tetap terjaga dan mampu menunjukkan kekuatan organisasi yang solid.
“Jawa Barat hari ini menunjukkan bahwa GAPENSI masih kuat, masih solid, dan siap menjadi garda terdepan pembangunan nasional,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Kadin Jawa Barat Almer Faiq Rusydi mengajak seluruh anggota GAPENSI untuk tidak hanya bergantung pada proyek-proyek APBD.
Menurut Almer, peluang usaha jasa konstruksi di Jawa Barat sangat besar, terutama dengan keberadaan lebih dari 40 kawasan industri yang tersebar di berbagai daerah.
“Kita jangan hanya fokus pada proyek APBD. Banyak peluang besar di kawasan industri yang harus dijemput bersama. Saya siap memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pengelola kawasan agar pengusaha konstruksi Jawa Barat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” ujar Almer.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua BPD GAPENSI Jawa Barat H. Nasrul beserta seluruh jajaran yang dinilai berhasil menjaga soliditas organisasi selama masa kepengurusan.
Ketua Panitia Musda XIV GAPENSI Jawa Barat, Sabar Sihotang, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 148 peserta dan peninjau yang terdiri dari pengurus BPD, Dewan Penasehat, Dewan Pengawas, serta perwakilan 27 BPC kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Selain membahas laporan pertanggungjawaban organisasi, Musda juga merumuskan program kerja lima tahun ke depan, menyusun anggaran organisasi, hingga menetapkan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat daya saing sektor jasa konstruksi Jawa Barat.

Dengan mengusung semangat kebersamaan, profesionalisme, dan pemerataan peluang usaha, Musda XIV GAPENSI Jawa Barat diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin maju, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional.
Musda XIV GAPENSI Jawa Barat sekaligus menegaskan komitmen seluruh insan konstruksi untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Bagdja/Burhan)
















