Wacana besar untuk mengabadikan jasa para pendiri Kota Cimahi mulai bergulir serius.
Cimahi/secondnewsupdate.co.id – DPRD Kota Cimahi bersama para tokoh pencetus dan pendiri Kota Cimahi yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) menggelar audiensi penting guna membahas penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang penghargaan bagi para pendiri Kota Cimahi.
Audiensi yang berlangsung di Ruang Komisi IV DPRD Kota Cimahi, dihadiri berbagai elemen yang tergabung dalam Sekber (sekretariat Bersama), di antaranya Fopdar dipimpin H Usman Rachman, Asep Taryana dan Dedi Mulyadi, Cimahi Mandiri, Gempar dipimpin langsung oleh HD Olan Siswanto, Farwafi, FOPP, Cobra dan sejumlah tokoh yang terlibat dalam perjuangan pemekaran Kota Cimahi. Rabu (17/6/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Cimahi, H. Enang Sahri Lukmansyah, serta melibatkan Komisi I, II, III, dan IV DPRD Kota Cimahi.
DPRD Gali Sejarah Perjuangan Pendiri Kota Cimahi
Enang Sahri Lukmansyah mengatakan, audiensi digelar sebagai langkah awal DPRD untuk menggali sejarah perjuangan berdirinya Kota Cimahi yang akan menjadi landasan dalam penyusunan Perda penghargaan kepada para pendiri.
“Kami ingin mengetahui secara utuh bagaimana perjuangan awal berdirinya Kota Cimahi. Semua masukan dari para pinisepuh dan pendiri kota akan kami jadikan bahan dalam penyusunan Perda penghargaan bagi para pendiri Kota Cimahi,” ujar Enang.
Menurutnya, diskusi berlangsung dinamis karena setiap kelompok memiliki pandangan dan pengalaman masing-masing dalam proses perjuangan pemekaran Kota Cimahi.
Meski terdapat perbedaan persepsi di beberapa pihak mengenai sejarah perjuangan tersebut, DPRD berharap seluruh elemen dapat disatukan dalam semangat yang sama sebagai bagian dari para pendiri Kota Cimahi.
Usulan Monumen Pendiri Kota Cimahi Menguat
Salah satu usulan yang mencuri perhatian dalam audiensi tersebut adalah pembangunan Monumen Pendiri Kota Cimahi.
Para tokoh yang hadir menginginkan adanya monumen yang dibangun di kawasan Titik Nol Kota Cimahi atau kawasan Alun-alun Cimahi sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan para pendiri.
“Keinginan mereka ada monumen perjuangan para pendiri Kota Cimahi. Paling tidak menjadi penanda sejarah bahwa ada tokoh-tokoh dan organisasi yang memperjuangkan lahirnya Kota Cimahi,” kata Enang.
Monumen tersebut diharapkan memuat nama-nama organisasi dan elemen perjuangan seperti Sekber, Gempar, Fopdar, Cimahi Mandiri dan organisasi lainnya agar sejarah perjuangan tidak hilang ditelan waktu.
Tak Minta Penghargaan Berlebihan
Pendiri Kota Usulkan Beasiswa dan Perhatian untuk Keturunan
Menariknya, dalam forum tersebut para pendiri Kota Cimahi tidak hanya berbicara soal penghargaan simbolis.
Sebagian besar tokoh justru menginginkan bentuk penghargaan yang memiliki dampak jangka panjang bagi keluarga dan generasi penerus mereka.
Beberapa usulan yang mengemuka antara lain pemberian beasiswa bagi keturunan para pendiri, fasilitasi menjadi narasumber pada berbagai kegiatan pemerintah daerah, hingga pemberdayaan ekonomi melalui sektor UMKM.
“Mereka tidak ingin dihargai secara berlebihan. Tetapi ada harapan agar perjuangan mereka mendapat perhatian, termasuk melalui beasiswa bagi keturunan dan pemberdayaan ekonomi,” ungkap Enang.
DPRD Minta Pendiri Kota Tetap Berkontribusi Bangun Cimahi
Selain membahas penghargaan, DPRD Kota Cimahi juga berharap para tokoh pendiri tidak berhenti memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah yang kini telah memasuki usia 25 tahun.
Menurut Enang, pengalaman dan pemikiran para tokoh pendiri masih sangat dibutuhkan untuk memberikan masukan kepada pemerintah maupun DPRD dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
Dalam audiensi tersebut juga muncul berbagai isu strategis seperti peningkatan kualitas pendidikan, pencegahan angka putus sekolah tingkat SMA, pembinaan anak jalanan, hingga penguatan peran masyarakat dalam pembangunan Kota Cimahi.
“Harapan kami, para pendiri Kota Cimahi tetap menjadi teladan dan terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Perda Penghargaan Pendiri Kota Cimahi Ditargetkan Segera Rampung
DPRD Kota Cimahi memastikan pembahasan Perda penghargaan kepada para pendiri tidak berhenti pada audiensi kali ini.
Enang menegaskan, pertemuan lanjutan akan terus dilakukan untuk menyerap aspirasi seluruh pihak hingga rancangan Perda benar-benar matang dan dapat segera masuk ke Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda).
“Ini bukan pertemuan pertama dan terakhir. Masih akan ada pertemuan berikutnya sampai Perda ini benar-benar selesai dan bisa memberikan manfaat bagi para pendiri Kota Cimahi serta masyarakat luas,” tegasnya.
Dengan menguatnya usulan pembangunan monumen hingga program beasiswa bagi keturunan pendiri, lahirnya Perda ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menjaga sejarah sekaligus menghormati jasa para tokoh yang telah memperjuangkan berdirinya Kota Cimahi. (Bagdja)
















