Jawa Barat, Majalengka l secondnewsupdate.co.id – Komitmen terhadap peningkatan kualitas pembinaan warga binaan terus mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Efrans Galuh Setiawan, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka, Selasa (4/8/2026).
Guna meninjau secara langsung pelaksanaan program pembinaan dan pelayanan yang diberikan kepada warga binaan.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh proses pembinaan berjalan efektif, mulai dari penguatan mental dan spiritual, pelayanan kesehatan, hingga pelatihan keterampilan yang menjadi bekal penting bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Dalam agenda peninjauan, Efrans terlebih dahulu mengunjungi kegiatan pembinaan kepribadian dan kerohanian. Ia menyaksikan secara langsung warga binaan mengikuti aktivitas keagamaan, termasuk program Pesantren Bina Santri Al-Awwabin yang rutin dilaksanakan di masjid lingkungan Lapas.
Program tersebut dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kesadaran moral, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari proses rehabilitasi sosial.
Tak hanya menyoroti aspek spiritual, rombongan juga meninjau pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Majalengka.
Dalam kesempatan itu, Efrans turut menjalani pemeriksaan kesehatan dasar berupa pengecekan tekanan darah sebagai bentuk observasi langsung terhadap kualitas pelayanan medis yang tersedia bagi warga binaan.
Selanjutnya, kunjungan berlanjut ke area pembinaan kemandirian yang menjadi pusat pengembangan keterampilan produktif.
Berbagai aktivitas pelatihan tampak berjalan aktif, mulai dari tata boga, menjahit, merajut, hingga pembuatan kerajinan tangan berbahan rotan.
Menurutnya, program-program tersebut memiliki peran strategis dalam membekali warga binaan dengan kompetensi kerja sehingga memiliki peluang lebih besar untuk mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa pidana.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang mengembangkan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Kawasan ini menjadi media praktik bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman kerja nyata sekaligus meningkatkan keterampilan di bidang produktif.
Usai peninjauan, Efrans Galuh Setiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Majalengka yang dinilai konsisten menghadirkan pembinaan secara komprehensif.
“Pembinaan yang dilakukan tidak hanya satu sisi saja, melainkan merangkul aspek rohani, kesehatan, hingga keterampilan hidup. Semua ini adalah bekal berharga agar mereka yang telah selesai menjalani masa hukuman dapat kembali menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungannya,” ujar Efrans.
Ia berharap kolaborasi antara Lapas, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat agar program pembinaan semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
Dengan pendekatan pembinaan yang menyeluruh, Lapas Kelas IIB Majalengka diharapkan tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, pembentukan karakter, dan peningkatan keterampilan yang mampu menciptakan warga binaan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (Ast)
















