Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BudayaHeadlineInternasionalRagam DaerahWisata

Ribuan Warga Serbu Festival Asia Afrika 2026, Bandung Bergemuruh! Karnaval Internasional hingga UMKM Jadi Magnet Wisata

624
×

Ribuan Warga Serbu Festival Asia Afrika 2026, Bandung Bergemuruh! Karnaval Internasional hingga UMKM Jadi Magnet Wisata

Sebarkan artikel ini
Festival Asia Afrika 2026 sukses menjelma menjadi magnet wisata sekaligus pesta budaya yang membanjiri kawasan bersejarah Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026).

Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Festival Asia Afrika 2026 sukses menjelma menjadi magnet wisata sekaligus pesta budaya yang membanjiri kawasan bersejarah Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026). 

Ribuan warga dari berbagai daerah memadati lokasi sejak pagi untuk menyaksikan parade budaya internasional, berburu kuliner dan produk UMKM, hingga menikmati beragam hiburan yang berlangsung sepanjang hari.

Example 300x600

Suasana meriah tampak menyelimuti kawasan ikonik tersebut. 

Arus pengunjung terus berdatangan dari berbagai kota di Jawa Barat, termasuk dari Kota Cimahi, yang rela berangkat lebih awal demi mendapatkan pengalaman terbaik menikmati festival tahunan yang kini semakin mendunia.

Salah seorang pengunjung, Isrowiah, warga Cimahi Selatan, mengaku sengaja datang bersama keluarga setelah mengetahui informasi Festival Asia Afrika melalui media sosial. Ia bahkan berangkat sejak pukul 08.30 WIB agar tidak ketinggalan seluruh rangkaian kegiatan.

“Alhamdulillah jadi ada hiburan di dalam kota. Nggak harus keluar kota, macet-macetan. Semoga acara seperti ini sering diselenggarakan,” ujarnya.

Menurut Isrowiah, kemeriahan karnaval dengan berbagai atraksi budaya mampu menghadirkan atmosfer layaknya festival internasional. 

Kehadiran delegasi dari berbagai negara juga menjadi kebanggaan tersendiri karena semakin mengangkat nama Bandung di mata dunia.

“Alhamdulillah, jadi Indonesia khususnya Kota Bandung semakin mendunia,” katanya.

Antusiasme serupa disampaikan Dea yang datang bersama keluarganya untuk menghabiskan akhir pekan di Festival Asia Afrika. Meski cuaca cukup terik, ia mengaku tetap menikmati seluruh rangkaian acara yang disuguhkan panitia.

“Seru sih, rame. Kayaknya kalau sore lebih ramai lagi,” ucapnya.

Tak hanya menyaksikan parade budaya, Dea juga mengunjungi bazar UMKM yang menghadirkan beragam produk lokal unggulan.

Menurutnya, festival seperti ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas sekaligus meningkatkan penjualan.

Ia berharap penyelenggaraan Festival Asia Afrika ke depan semakin besar, lebih meriah, bahkan bisa digelar lebih dari sekali dalam setahun.

“Semoga tahun depan lebih ramai lagi. Kalau bisa setahun dua kali pasti lebih seru,” harapnya.

Dampak positif festival juga dirasakan para pelaku usaha yang membuka stan di lokasi kegiatan. Rahil, penjaga booth kosmetik OMG, mengungkapkan sejak pagi pengunjung terus memadati stan untuk mencoba berbagai produk yang dipamerkan.

“Alhamdulillah dari pagi ramai banget. Banyak pengunjung penasaran dan mencoba tester produk OMG,” katanya.

Ia optimistis tingginya antusiasme masyarakat akan berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan selama festival berlangsung.

“Harapannya tentu omzet bisa meledak,” ujarnya.

Meski tidak dapat menyaksikan langsung parade karena harus menjaga stan, Rahil tetap mengikuti jalannya karnaval melalui siaran langsung di telepon genggamnya. 

Ia memberikan apresiasi terhadap penampilan para peserta yang dinilai tampil maksimal dengan kostum dan riasan yang memukau.

“Menurut aku sudah bagus banget. Makeup dan kostumnya benar-benar proper. Semoga ke depan acaranya lebih besar, lebih ramai dan penampilannya semakin menarik,” tuturnya.

Festival Asia Afrika 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi etalase budaya, sarana promosi pariwisata, serta penggerak ekonomi kreatif melalui keterlibatan ratusan pelaku UMKM.

Besarnya antusiasme masyarakat sepanjang pelaksanaan festival menunjukkan bahwa agenda ini telah berkembang menjadi salah satu ikon wisata unggulan Kota Bandung. Selain memperkuat identitas Bandung sebagai kota kreatif, Festival Asia Afrika juga semakin mengukuhkan posisinya sebagai ajang budaya bertaraf internasional yang mampu menarik perhatian wisatawan, mempererat persahabatan antarbangsa, sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. (Sinta)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600