Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Inovasi MOTAH Dipuji KDS, Kolaborasi Kodim 0624 dan PT Hierrotama Jadi Harapan Baru Atasi 1.820 Ton Sampah per Hari

109
×

Inovasi MOTAH Dipuji KDS, Kolaborasi Kodim 0624 dan PT Hierrotama Jadi Harapan Baru Atasi 1.820 Ton Sampah per Hari

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan melalui sinergi Kodim 0624/Kabupaten Bandung bersama PT Hierrotama Indojaya tersebut.

Jawa Barat, Kab Bandung l secondnewsupdate.co.id — Persoalan sampah di Kabupaten Bandung kembali menjadi perhatian serius. Di tengah produksi sampah yang mencapai sekitar 1.820 ton per hari, inovasi teknologi pengolahan sampah melalui MOTAH (Mesin Olah Runtah) mulai dilirik sebagai salah satu alternatif untuk memperkuat kapasitas pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan melalui sinergi Kodim 0624/Kabupaten Bandung bersama PT Hierrotama Indojaya tersebut.

Example 300x600

Apresiasi itu disampaikan Dadang saat melakukan kunjungan lapangan sekaligus monitoring Incinerator MOTAH di PT Hierrotama Indojaya, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (12/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dadang yang akrab disapa KDS menyampaikan penghargaan kepada Kodim 0624/Kabupaten Bandung dan PT Hierrotama Indojaya yang telah mengambil langkah konkret dalam mendorong inovasi pengolahan sampah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kodim 0624/Kabupaten Bandung dan PT Hierrotama Indojaya yang telah bersinergi melakukan upaya mendorong inovasi pengolahan sampah ini,” ujar Dadang.

Menurut Dadang, persoalan sampah merupakan tantangan yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah.

Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan TNI, dunia usaha, masyarakat, serta dukungan teknologi yang tepat guna.

Pasalnya, dari total timbulan sampah yang mencapai sekitar 1.820 ton per hari, kapasitas penanganan yang tersedia saat ini baru sekitar 673 ton per hari atau sekitar 37 persen.

Angka tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan kapasitas pengelolaan yang cukup besar. Karena itu, dibutuhkan berbagai terobosan agar persoalan sampah tidak semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat.

“Persoalan sampah di Kabupaten Bandung masih menjadi tantangan besar. Saat ini timbulan sampah mencapai sekitar 1.820 ton per hari, sedangkan yang baru dapat tertangani sekitar 673 ton per hari atau 37 persen,” ungkapnya.

Dadang menilai kehadiran MOTAH menjadi salah satu inovasi yang patut diuji dan dikaji secara serius. Teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif dalam mengatasi keterbatasan kapasitas pengolahan sampah yang selama ini menjadi persoalan.

Namun demikian, Dadang menegaskan bahwa teknologi tidak dapat berdiri sendiri sebagai solusi tunggal.

Menurutnya, sistem pengelolaan sampah yang ideal harus dimulai sejak dari sumbernya. Masyarakat perlu didorong untuk mengurangi produksi sampah, melakukan pemilahan, serta mengolah sampah sesuai jenisnya.

“Namun saya tekankan, teknologi bukanlah satu-satunya jawaban. Pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan, pengolahan, serta perubahan perilaku masyarakat tetap menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh,” tegasnya.

Dadang Minta Efektivitas MOTAH Dikaji Secara Menyeluruh

Kunjungan ke lokasi Incinerator MOTAH tidak sekadar menjadi agenda seremonial. 

Dadang juga ingin melihat secara langsung bagaimana teknologi tersebut bekerja sekaligus memperoleh gambaran mengenai kapasitas dan potensi pengembangannya.

Ia berharap hasil monitoring dapat menjadi bahan evaluasi objektif terkait efektivitas MOTAH, termasuk dari sisi teknis maupun lingkungan.

Apabila hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi tersebut efektif, aman, dan memenuhi ketentuan teknis serta lingkungan, Dadang membuka peluang agar MOTAH dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah Kabupaten Bandung.

“Kami berharap hasil monitoring ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai efektivitas, kapasitas, dan potensi pengembangan MOTAH,” katanya.

Menurut Dadang, setiap inovasi harus melewati proses pengujian dan evaluasi yang matang sebelum diterapkan secara lebih luas. Hal itu penting agar solusi yang dihadirkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan.

Kolaborasi Jadi Kunci

Lebih jauh, Dadang menegaskan bahwa penanganan sampah membutuhkan kolaborasi berkelanjutan. Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendirian menghadapi volume sampah yang terus meningkat.

Pemerintah Kabupaten Bandung, kata dia, akan terus membuka ruang bagi lahirnya inovasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Sementara itu, TNI melalui Kodim 0624/Kabupaten Bandung, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

“Pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai upaya dan inovasi dalam penanganan sampah, sementara Kodim 0624/Kabupaten Bandung, dunia usaha, dan masyarakat dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan lingkungan Kabupaten Bandung yang lebih bersih dan sehat,” tuturnya.

Dadang pun secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0624/Kabupaten Bandung, PT Hierrotama Indojaya, serta seluruh pihak yang telah ikut berkontribusi dalam mendorong lahirnya inovasi MOTAH.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat menghasilkan solusi nyata yang mampu memberikan dampak terhadap pengurangan persoalan sampah di Kabupaten Bandung.

“Mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi bagian dari solusi nyata dalam mengurangi persoalan sampah dan mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan timbulan sampah yang mencapai ribuan ton setiap hari, inovasi seperti MOTAH menjadi salah satu bagian dari upaya besar Kabupaten Bandung mencari formula pengelolaan sampah yang lebih modern.

Namun, keberhasilannya tetap akan sangat bergantung pada sinergi antara teknologi, kebijakan pemerintah, dunia usaha, dan kesadaran masyarakat. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600