Kabupaten Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Semangat para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah menggema di Alun-alun Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-VII tingkat Kabupaten Tangerang, Minggu (27/9/2026).
PORSADIN VII tidak hanya menjadi panggung kompetisi bagi para santri dalam bidang olahraga dan seni.
Ajang tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendorong peserta mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan bahwa PORSADIN memiliki makna lebih luas dibandingkan sekadar mengejar gelar juara.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda melalui semangat kebersamaan, sportivitas dan kreativitas.
“PORSADIN ini bukan hanya jadi ajang perlombaan, tapi juga menjadi tempat untuk saling memperkuat kebersamaan dan menggali serta mengembangkan bakat, minat, potensi para santri Madrasah Diniyah,” ujar Maesyal.
Ia menilai pendidikan keagamaan mempunyai posisi penting dalam membentuk generasi muda Kabupaten Tangerang.
Pendidikan tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan, tetapi juga mempunyai akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas serta mental yang kuat.
Karena itu, Maesyal meminta seluruh peserta PORSADIN mengikuti setiap pertandingan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Bertandinglah dengan semangat, berkompetisilah dengan sportif, dan raihlah prestasi dengan cara yang baik. Jangan hanya mengejar kemenangan, perbanyaklah teman,” pesannya.
Prestasi Harus Beriringan dengan Akhlak
Lebih jauh, Maesyal mengingatkan para santri agar tidak menjadikan prestasi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, kemampuan dan pencapaian harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak.
Para peserta PORSADIN diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beriman, sehat, kreatif dan mampu bersaing, sekaligus tetap membawa nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Maesyal juga berharap para santri mampu membawa nama baik keluarga, lembaga pendidikan, agama dan Kabupaten Tangerang melalui prestasi maupun perilaku positif.
“Prestasi harus berjalan seiring dengan akhlak. Kita ingin para santri menjadi generasi yang berilmu, beriman, sehat, kreatif dan berdaya saing,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri.
Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari ulama, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), lembaga pendidikan keagamaan, orang tua hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu membentuk generasi muda dengan karakter kuat dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
“Mari kita perkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun generasi muda Kabupaten Tangerang yang tangguh, berkarakter dan berakhlakul karimah. Karena mereka adalah calon pemimpin masa depan kita semua,” pungkas Maesyal.
PORSADIN VII tingkat Kabupaten Tangerang pun diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarsantri serta menjadi momentum untuk terus mengembangkan potensi generasi muda melalui pendidikan keagamaan, olahraga dan seni. (Dia)
















