Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiPolitikRagam DaerahSosial

Anggota Komisi-V DPRD Jawa Barat, Mamat Rachmat Turun Langsung Sambangi Rumah Warga, Rutilahu Jadi Perhatian: “Kepedulian Dimulai dari Lingkungan Kita”

3005
×

Anggota Komisi-V DPRD Jawa Barat, Mamat Rachmat Turun Langsung Sambangi Rumah Warga, Rutilahu Jadi Perhatian: “Kepedulian Dimulai dari Lingkungan Kita”

Sebarkan artikel ini
Nampak seorang Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Drs H Mamat Rachmat, MS.i (kanan) sambil duduk setara dengan pemilik rumah yang perlu dirutilahu tidak ada sekat pejabat dan simiskin

Jawa Barat, Bandung l secondnewsupdate.co.id — Kepedulian terhadap kondisi masyarakat tidak cukup hanya disampaikan melalui kebijakan dan program pemerintah. 

Kepedulian juga perlu diwujudkan dengan hadir langsung melihat kondisi warga di lapangan.

Example 300x600

Hal itulah yang dilakukan anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs H Mamat Rachmat, MS i saat menyambangi rumah warga di wilayah Kelurahan Sukamiskin, Kota Bandung, yang membutuhkan perhatian terkait kondisi rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Dalam kunjungannya, Mamat Rachmat hadir bersama unsur RT, RW dan Kelurahan Sukamiskin untuk mendampingi proses penyerahan bantuan Rutilahu dari BAZNAS Kota Bandung kepada warga yang membutuhkan.

Kehadiran tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Mamat Rachmat melihat secara langsung kondisi tempat tinggal warga sekaligus mendengarkan kebutuhan dan keluhan masyarakat.

Anggota Komisi-v DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs H Mamat Rachmat MSi, saat akan menjambangi salah satu warga di Sukamiskin Bandung yang rumahnya perlu perhatian pemerintah

Di tengah kondisi rumah yang mengalami kebocoran, perhatian terhadap tempat tinggal warga menjadi persoalan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Rumah yang semestinya menjadi tempat berlindung justru dapat menjadi persoalan tersendiri ketika kondisinya terus memburuk dan tidak segera mendapatkan penanganan.

Mamat Rachmat menilai, persoalan seperti Rutilahu membutuhkan kepedulian bersama. 

Pemerintah, lembaga sosial, wakil rakyat hingga masyarakat di tingkat lingkungan memiliki peran penting agar warga yang membutuhkan tidak luput dari perhatian.

“Kepedulian dimulai dari lingkungan kita sendiri,” demikian pesan yang disampaikan Mamat Rachmat melalui unggahannya.

Menurutnya, warga merupakan garda terdepan dalam mengenali persoalan sosial di lingkungannya.

Sebab, masyarakat sekitar merupakan pihak yang paling dekat dan mengetahui secara langsung apabila ada tetangga yang membutuhkan bantuan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak bersikap acuh terhadap kondisi lingkungan. Apabila menemukan warga yang membutuhkan perhatian, informasi tersebut diharapkan segera disampaikan kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti.

“Mari kita lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, saling membantu, saling peduli, dan tidak ragu melaporkan jika ada warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan,” pesannya.

Jangan Tunggu Rumah Semakin Rusak

Persoalan Rutilahu, menurut Mamat Rachmat, tidak semestinya menunggu sampai kondisi rumah semakin parah. Semakin lama sebuah persoalan dibiarkan, semakin besar pula kebutuhan penanganannya.

Kunjungan langsung ke rumah warga menjadi bagian penting untuk melihat persoalan secara lebih nyata. 

Dengan begitu, kebutuhan masyarakat tidak hanya dibaca dari laporan administratif, tetapi juga dapat dipahami melalui kondisi faktual di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, komunikasi dengan warga juga berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Mamat Rachmat memberikan perhatian terhadap kebutuhan warga dan mendorong agar persoalan yang ada dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Pendampingan bersama RT, RW dan kelurahan juga menjadi gambaran bahwa penyelesaian persoalan sosial membutuhkan kolaborasi dari berbagai unsur.

Bantuan Rutilahu dari BAZNAS Kota Bandung diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga penerima, terutama dalam meningkatkan kelayakan dan kenyamanan tempat tinggal.

Mamat Rachmat Dorong Kepedulian Berbasis Lingkungan

Mamat Rachmat menegaskan pentingnya membangun budaya saling membantu di tengah masyarakat. 

Menurutnya, kepedulian sosial tidak harus selalu dimulai dari langkah besar.

Justru, kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana:

memperhatikan tetangga, mengetahui kondisi warga sekitar, menyampaikan informasi kepada pihak berwenang, hingga ikut mengawal agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Dengan kepedulian bersama, saya berharap bantuan dapat lebih cepat ditangani dan tersalurkan dengan tepat sasaran,” ujarnya dalam pesannya.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat. 

Aspirasi dan persoalan warga tidak hanya menjadi bahan pembahasan di ruang-ruang kelembagaan, tetapi juga perlu dilihat langsung agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dipahami secara utuh.

Bagi warga yang membutuhkan, perhatian semacam ini memiliki arti penting. 

Sebab, persoalan rumah tidak layak huni bukan hanya menyangkut kondisi bangunan, tetapi juga menyentuh aspek kenyamanan, keamanan dan kualitas kehidupan keluarga.

Anggota komisi-v DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs H Mamat Rachmat, MSi saat berkunjung kewarga di Sukamiskin Bandung Ujung Berung yang rumahnya mau ambruk

Karena itu, persoalan Rutilahu membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga sosial, wakil rakyat dan masyarakat.

Kunjungan Mamat Rachmat ke Sukamiskin pun menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial sesungguhnya dapat dimulai dari lingkungan paling dekat.

Dari satu rumah yang diperhatikan, satu keluarga yang dibantu, hingga sebuah lingkungan yang semakin kuat karena warganya memilih untuk saling peduli.

Pesannya sederhana, tetapi kuat: jangan menunggu persoalan menjadi besar untuk mulai bergerak. Peduli hari ini, bantu sesama, dan pastikan tidak ada warga yang merasa berjalan sendirian. (Bagdja)

Penulis: Bagdja Sukmana Editor: Sinta Sukmana
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600