Jawa Barat, Bandung l secondnewsupdate.co id — Semangat kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai perlombaan.
Bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi NasDem, Drs. Mamat Rachmat, M.Si., kemerdekaan juga menjadi momentum penting untuk merawat kebudayaan sekaligus mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Pesan tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Dewan Menyapa Warga – Merdeka dalam Budaya, Bersama dalam Kebersamaan!”, yang dikemas dalam suasana hiburan rakyat dengan menghadirkan pagelaran Wayang Golek. Yang digelar dilapangan RT 02/RW04 Kp Sekepeer, Kelurahan Sindangjaya Kecamatan Mandalajati Kota Bandung, sekira pukul 19.30 WIB, Jum’at (14/8/2026).
Kegiatan yang digelar bersama Partai NasDem Kota Bandung itu menjadi ruang perjumpaan antara Mamat Rachmat dan masyarakat.
Tidak sekadar menghadirkan hiburan, pagelaran seni tradisional Sunda tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat agar tidak kehilangan akar budaya di tengah derasnya perubahan zaman.
“Semangat kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang menjaga dan melestarikan kekayaan budaya bangsa,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pagelaran Wayang Golek semakin istimewa karena menghadirkan Dalang Dandan Dede Amung Sutarya.
Seni pertunjukan khas Sunda itu diharapkan mampu menjadi magnet bagi masyarakat untuk kembali menikmati sekaligus mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya yang telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Jawa Barat.
Bagi Mamat Rachmat, budaya bukan sekadar tontonan. Di dalamnya terdapat nilai-nilai kehidupan, kearifan lokal, pendidikan moral, hingga pesan kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Karena itu, momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI dinilai menjadi waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali ruang-ruang kebudayaan di tengah masyarakat.
“Merdeka dalam Budaya” pun tidak berhenti sebagai slogan. Semangat tersebut diterjemahkan melalui kebersamaan warga, pelestarian kesenian tradisional, serta kepedulian terhadap identitas budaya daerah.
Di tengah perkembangan teknologi dan budaya populer yang begitu cepat, keberadaan kesenian tradisional menghadapi tantangan tersendiri.
Wayang Golek, misalnya, membutuhkan dukungan dan ruang tampil agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Karena itu, kegiatan seperti Dewan Menyapa Warga dinilai memiliki arti strategis. Selain menjadi sarana silaturahmi, kegiatan tersebut dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Sunda kepada masyarakat dalam suasana yang lebih dekat, santai, dan penuh kekeluargaan.
Mamat Rachmat menegaskan bahwa membangun Indonesia tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik maupun ekonomi.
Menjaga karakter, kebudayaan, serta nilai-nilai kebersamaan juga merupakan bagian penting dalam membangun bangsa.
“Bersama warga, menjaga budaya, membangun Indonesia,” menjadi pesan utama yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Melalui Dewan Menyapa Warga, Mamat Rachmat juga menunjukkan bahwa komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai ruang, termasuk melalui seni dan budaya.
Suasana hiburan rakyat diharapkan mampu menciptakan ruang interaksi yang lebih cair. Warga dapat berkumpul, bersilaturahmi, menikmati pertunjukan seni, sekaligus merasakan atmosfer kemerdekaan bersama-sama.
Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa harus diisi dengan hal-hal positif.
Salah satunya dengan menjaga warisan budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Wayang Golek pun bukan sekadar cerita masa lalu.
Ketika dikemas dan diperkenalkan secara berkelanjutan, seni tradisional tersebut dapat terus hidup dan menjadi bagian dari kehidupan generasi masa kini.
Ketika budaya tetap hidup, jati diri bangsa akan tetap kuat.
Pesan itulah yang ingin ditegaskan Mamat Rachmat melalui “Dewan Menyapa Warga – Merdeka dalam Budaya, Bersama dalam Kebersamaan!”
Dari panggung budaya, semangat kemerdekaan kembali dinyalakan. Dari kebersamaan warga, kecintaan terhadap budaya terus dirawat.
Dan dari masyarakat, semangat membangun Indonesia diharapkan terus tumbuh.
Merdeka!
Bersama warga, menjaga budaya, membangun Indonesia. (Bagdja)
















