Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumKriminal

Cimahi Pasang Target 100 Kasus! Ngatiyana Gaspol Berantas Narkoba, Begal hingga Premanisme

1015
×

Cimahi Pasang Target 100 Kasus! Ngatiyana Gaspol Berantas Narkoba, Begal hingga Premanisme

Sebarkan artikel ini
Walikota Cimahi Ngatiyana (kiri) didampingi Kapolres Cimahi AKBP Mochamad Faruk Rozi (kanan) sangat mengapresiasi kinerja Polres Cimahi yang berhasil?menangkap pengedar narkoba

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id — Kota Cimahi tengah memasang langkah lebih agresif untuk memerangi berbagai bentuk kejahatan yang dinilai dapat mengganggu rasa aman masyarakat. 

Pemerintah Kota Cimahi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat sinergi untuk memberantas peredaran narkotika dan obat keras terlarang, aksi begal, kekerasan hingga premanisme.

Example 300x600

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, pemberantasan kejahatan tidak boleh berhenti pada penindakan sesaat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian dan seluruh unsur terkait harus dilakukan secara konsisten agar keamanan Kota Cimahi benar-benar dirasakan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ngatiyana saat menghadiri Press Release Pengungkapan Kasus Narkotika dan Obat Keras Terlarang di Mapolres Cimahi.

Dalam kesempatan itu, Ngatiyana memberikan apresiasi kepada Kapolres Cimahi AKBP Mochamad Faruk Rozi beserta jajarannya yang dalam sembilan hari pertama masa tugasnya telah menunjukkan hasil signifikan dalam mengungkap berbagai perkara kriminal.

Angka pengungkapan tersebut menjadi perhatian karena polisi berhasil membongkar 47 kasus dengan 56 tersangka. 

Dari pengungkapan itu, aparat juga menyita barang bukti dalam jumlah besar, termasuk lebih dari 506 ribu butir obat keras terlarang, serta sejumlah narkotika berupa ganja, sabu dan sinte.

“Alhamdulillah dalam sembilan hari ini berkat kerja sama dengan Bapak Kapolres, turun tangan semuanya. Alhamdulillah dalam sembilan hari sudah mendapatkan hasil,” ujar Ngatiyana.

Target 100 Kasus dalam Sebulan

Capaian tersebut rupanya belum membuat jajaran Forkopimda Cimahi berpuas diri. 

Sebaliknya, pengungkapan puluhan perkara dalam waktu singkat menjadi pijakan untuk memperkuat operasi keamanan berikutnya.

Ngatiyana mengungkapkan, jajaran Forkopimda bersama Polres Cimahi menargetkan penanganan hingga 100 kasus dalam satu bulan.

Target tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk memutus mata rantai berbagai tindak kejahatan yang berpotensi meresahkan masyarakat.

“Target dari Bapak Kapolres dan Forkopimda Cimahi ini dalam satu bulan ini targetnya adalah 100 kasus yang harus kita tangani. Alhamdulillah ada 47 kasus, 56 orang yang menjadi tersangka,” ungkapnya.

Bagi Ngatiyana, keamanan bukan semata-mata urusan kepolisian. Pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga lingkungan warga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya gangguan kamtibmas.

Narkoba Jadi Ancaman Generasi Muda

Di antara berbagai persoalan yang menjadi perhatian, peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang mendapat sorotan khusus.

Besarnya jumlah barang bukti yang berhasil diamankan dinilai menjadi alarm keras bahwa peredaran obat terlarang harus ditekan sedini mungkin. Terlebih, sasaran peredaran barang tersebut dikhawatirkan menyentuh kalangan pelajar dan generasi muda.

Ngatiyana mengingatkan, dampak penyalahgunaan narkotika bukan hanya persoalan hukum. Jika tidak dicegah, narkoba dapat mengancam masa depan anak-anak dan merusak kualitas generasi penerus.

“Ingat bahwa peredaran narkoba dan narkotika ini akan berpengaruh terhadap anak-anak kita karena yang menjadi sasarannya adalah anak-anak sekolah, anak-anak yang masih muda. Sehingga itu akan berpengaruh terhadap masa depannya,” tegas Ngatiyana.

Karena itu, upaya pemberantasan tidak cukup hanya mengandalkan razia dan penangkapan. Pencegahan, edukasi serta pengawasan lingkungan juga dinilai penting agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun obat keras terlarang.

Satgas Premanisme Bakal Turun Siang-Malam

Tak berhenti pada persoalan narkoba, Pemkot Cimahi bersama Forkopimda juga menyiapkan langkah khusus untuk menghadapi praktik premanisme yang dapat mengganggu kenyamanan warga.

Ngatiyana memastikan Satgas Premanisme akan dibentuk dan melibatkan unsur terkait. Tim tersebut nantinya diarahkan untuk melakukan pemantauan secara langsung di lapangan.

Pengawasan tidak hanya dilakukan pada siang hari, tetapi juga malam hari, terutama di lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan.

“Kami juga akan laksanakan Satgas Premanisme bersama-sama Forkopimda untuk turun ke lapangan, baik siang maupun malam hari,” kata Ngatiyana.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman sekaligus memberikan rasa tenang kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Cimahi Ingin Aman, Bukan Sekadar Bebas dari Kejahatan

Penguatan pemberantasan narkoba, begal, kekerasan dan premanisme menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan kesinambungan. 

Pengungkapan 47 kasus dalam sembilan hari menjadi bukti awal, namun tantangan ke depan masih cukup besar.

Pemerintah Kota Cimahi dan Forkopimda kini dituntut menjaga konsistensi agar penindakan tidak berhenti pada angka statistik semata. 

Lebih jauh, keberhasilan harus diukur dari seberapa jauh masyarakat merasa aman ketika beraktivitas, anak-anak terlindungi dari ancaman narkoba, serta ruang publik terbebas dari aksi yang meresahkan.

Dengan target 100 kasus dalam sebulan dan rencana pembentukan Satgas Premanisme, pesan yang ingin disampaikan pemerintah dan aparat keamanan cukup jelas: 

Cimahi tidak ingin memberi ruang bagi narkoba, begal, kekerasan maupun premanisme untuk berkembang.

Upaya tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut atas arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar persoalan keamanan di daerah ditangani secara serius, terukur dan melibatkan seluruh unsur pemerintahan serta aparat.

Kini, masyarakat tinggal menunggu bagaimana konsistensi langkah tersebut diwujudkan di lapangan. Sebab, keamanan yang sesungguhnya bukan hanya terlihat dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap, melainkan dari hadirnya rasa aman yang nyata di tengah kehidupan warga Cimahi. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600