Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaOtomotifPeristiwa

Pool Bus di Jalan Sisingamangaraja Disorot, Diduga Perparah Kemacetan Kota Medan

134
×

Pool Bus di Jalan Sisingamangaraja Disorot, Diduga Perparah Kemacetan Kota Medan

Sebarkan artikel ini
Keberadaan sejumlah pool bus dan agen angkutan umum di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, kembali menjadi sorotan.

Sumatra Utara, Medan l secondnewsupdate.co id — Keberadaan sejumlah pool bus dan agen angkutan umum di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, kembali menjadi sorotan. 

Aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang di lokasi yang diduga belum sesuai dengan ketentuan dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di salah satu koridor utama Kota Medan tersebut.

Example 300x600

Berdasarkan hasil pantauan pada Selasa (18/8/2026), aktivitas sejumlah pool bus masih terlihat di sepanjang ruas Jalan Sisingamangaraja, mulai dari kawasan Masjid Raya Al Mashun hingga Simpang Flyover Amplas.

Di sepanjang ruas dari kawasan Masjid Raya hingga Simpang Indogrosir, sedikitnya ditemukan enam pool yang masih menjalankan aktivitas pelayanan penumpang. 

Di antaranya Pool Bus Bobby Paradep, KUPJ Tour Grup, Andalas Travel, PT Bahtera Napu Artha Gopans Jaya, Paradep, dan Bintang Tapanuli.

Sementara itu, di kawasan dari Simpang Indogrosir hingga Simpang Flyover Amplas juga ditemukan sejumlah pool bus yang masih melakukan aktivitas menaikkan maupun menurunkan penumpang.

Secara keseluruhan, terdapat puluhan operator bus yang beraktivitas di sepanjang koridor tersebut. 

Di antaranya PMH, Bayu, Glans, Tao Toba, Pangeran, PMTOH, Putra Riau, Bintang Utara Putra, PMJ, Kota Pinang Baru, Rajawali, Pelangi, Pelita Bobby Paradep, Pajar Riau, PT Palapa, Simpati Star, Sampagul, Paimaham, Candra, Sipirok Nauli, Lorena, Simarjarunjung Jet Star, Armada Trans, Karona, Almashar, Parisma, Kepin Pratama Trans, Pinem, Bintang Utara, Batang Pane Baru, PT Intra, PT Rapi, PT ALS, PT Medan Jaya, hingga PO Sibualbuali.

Aktivitas tersebut menjadi perhatian karena sejumlah kendaraan bus terlihat berhenti atau memarkirkan kendaraan di bahu jalan ketika melayani penumpang.

Kondisi semakin kompleks karena terdapat beberapa pool yang lokasinya berdekatan. Salah satunya berada di sekitar Simpang Indogrosir, yakni pool Bintang Utara Putra dan Rajawali.

Bus yang keluar-masuk pool, ditambah kendaraan yang berhenti di bahu jalan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, berpotensi mengurangi kapasitas efektif badan jalan. Dampaknya dapat semakin terasa ketika volume kendaraan meningkat pada jam-jam sibuk.

Jalan Sisingamangaraja sendiri merupakan salah satu jalur penting di Kota Medan dengan aktivitas lalu lintas yang cukup padat. 

Karena itu, keberadaan aktivitas angkutan umum yang tidak tertata berpotensi memperburuk kondisi lalu lintas apabila tidak dilakukan pengawasan dan penataan secara konsisten.

Persoalan tersebut juga dikaitkan dengan ketentuan mengenai penyelenggaraan angkutan umum dan aktivitas pool bus sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Medan Nomor 61 Tahun 2018.

Penataan lokasi pool, pengaturan akses keluar-masuk kendaraan, serta larangan menaikkan dan menurunkan penumpang di badan jalan menjadi sejumlah langkah yang dinilai penting untuk menjaga kapasitas dan kelancaran arus lalu lintas di Jalan Sisingamangaraja.

Pengamat: Kemacetan Medan Sudah Menjadi Persoalan Makro

Pengamat Transportasi Universitas Sumatera Utara (USU), M. Ridwan Anas, mengatakan persoalan kemacetan di Kota Medan secara umum sudah menjadi masalah yang bersifat makro.

Menurutnya, kepadatan lalu lintas di Jalan Sisingamangaraja pada jam-jam puncak dapat semakin berat apabila ditambah dengan aktivitas pool bus yang berada di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Secara makro memang Kota Medan sudah macet. Jadi kalau di jam-jam puncak Jalan Sisingamangaraja juga mengalami kemacetan, ditambah lagi masalah pool bus yang berada di sepanjang Jalan Sisingamangaraja makin memperburuk kinerja jalan,” ujar Ridwan. Jum’at (21/8/2026).

Ia menilai penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan atau pelebaran infrastruktur jalan. Penegakan aturan atau law enforcement serta kesadaran seluruh pihak juga diperlukan.

“Untuk itu law enforcement dan kesadaran masyarakat sangat diperlukan. Begitu juga dengan kesadaran para pemilik bus agar menganjurkan menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal juga dibutuhkan,” katanya.

Ridwan menegaskan bahwa regulasi mengenai lokasi naik dan turun penumpang telah tersedia. Karena itu, menurutnya, diperlukan perubahan perilaku agar aktivitas pelayanan penumpang tidak berpusat di pool yang berada di koridor jalan utama.

“Sebab, selama ini sudah ada regulasi untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal. Maka peran kita semua untuk memberi tahu agar perilaku naik di pool dipindah ke terminal,” ujarnya.

Pemko Medan Diminta Tindaklanjuti Hasil Monitoring

Temuan aktivitas pool bus di sepanjang Jalan Sisingamangaraja menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Medan bersama instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan dan operasional pool angkutan umum.

Pemeriksaan terhadap legalitas dan kesesuaian lokasi pool, pengawasan aktivitas menaikkan serta menurunkan penumpang, hingga penertiban kendaraan yang menggunakan bahu jalan perlu dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

Penataan tersebut bukan semata-mata untuk membatasi aktivitas angkutan umum, tetapi juga memastikan pelayanan transportasi berlangsung tertib tanpa mengorbankan kepentingan pengguna jalan lainnya.

Jika aktivitas keluar-masuk bus dan pelayanan penumpang dapat ditata dengan baik, kapasitas efektif Jalan Sisingamangaraja diharapkan tetap terjaga sehingga potensi hambatan lalu lintas dapat ditekan.

Pemerintah dan operator angkutan umum pun dituntut membangun kesadaran bersama bahwa kelancaran transportasi merupakan kepentingan publik.

Dengan penegakan aturan yang konsisten, pengawasan di lapangan, serta kepatuhan operator dan masyarakat, Jalan Sisingamangaraja diharapkan dapat kembali berfungsi optimal sebagai salah satu jalur utama mobilitas warga Kota Medan.(Rizky)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600