Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaInformatikaRagam Daerah

Ketum Gema Santri Nusa Serukan Persatuan: Kolaborasi Ulama, Umaro, Polri dan Umat Jadi Kekuatan Sumut

118
×

Ketum Gema Santri Nusa Serukan Persatuan: Kolaborasi Ulama, Umaro, Polri dan Umat Jadi Kekuatan Sumut

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa), Ustaz KH Akhmad Khambali, mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara (Sumut) menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ruang untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta membangun kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat.

Sumatra Utara, Medan l secondnewsupdate.co.id — Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa), Ustaz KH Akhmad Khambali, mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara (Sumut) menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ruang untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta membangun kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat.

Menurut Khambali, persatuan tidak cukup hanya menjadi slogan. Diperlukan sinergi nyata dari seluruh elemen masyarakat agar keamanan, ketertiban, kedamaian dan pembangunan di Sumatera Utara dapat berjalan secara berkesinambungan.

Example 300x600

“Ulama berperan memberikan pencerahan moral, nasihat spiritual dan dakwah yang menyejukkan agar masyarakat hidup rukun. Umaro atau pemimpin daerah membuat kebijakan serta menjalankan program pembangunan demi kesejahteraan rakyat. Polri bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas, sedangkan umat berperan aktif menjaga persatuan, toleransi dan menaati aturan yang berlaku,” jelas Khambali.

Empat Kekuatan Harus Berjalan Bersama

Khambali menegaskan, apabila ulama, umaro, Polri dan umat berjalan sendiri-sendiri, kekuatan yang dimiliki akan menjadi terbatas. Sebaliknya, ketika seluruh elemen tersebut mampu membangun komunikasi dan kolaborasi, berbagai persoalan sosial dapat dihadapi secara bersama-sama.

“Apabila kekuatan ini berjalan sendiri-sendiri, kekuatan kita terbatas. Namun kalau kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat terbangun, maka keamanan, ketertiban dan kedamaian di Sumut akan berjalan bersama-sama,” ujarnya.

Ia menilai, semangat tersebut sangat relevan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan pentingnya persaudaraan, kepedulian, keadilan, toleransi dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Karena itu, momentum Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Peringatan tersebut harus mampu melahirkan semangat untuk menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Di momentum Maulid Nabi yang sangat mulia ini, mari kita meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Kita jaga momentum Maulid Nabi dengan memperkuat kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat agar Sumut tetap damai, aman dan tertib,” tegasnya.

Khambali Ingatkan Bahaya Hoaks

Selain menyerukan persatuan, Khambali juga mengingatkan masyarakat Sumatera Utara agar tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau berita hoaks.

Menurutnya, hoaks dapat menjadi salah satu pemicu perpecahan apabila masyarakat tidak memiliki kehati-hatian dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

“Berita hoaks diproduksi oleh orang yang pintar tetapi jahat dan disebarluaskan oleh orang baik tetapi bodoh,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Setiap informasi yang diterima harus diperiksa terlebih dahulu kebenarannya sebelum dibagikan kepada orang lain.

Khambali juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak memberikan ruang kepada pihak-pihak yang berusaha mengadu domba dan merusak kebersamaan.

“Mari kita jaga kebersamaan, keberpihakan dan persatuan Sumut dari rongrongan orang yang akan memecah belah kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat,” tuturnya.

Wujudkan Sumut yang Rukun dan Makmur

Khambali berharap semangat persatuan yang digaungkan pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi energi positif untuk membangun Sumatera Utara yang aman, damai, tertib dan sejahtera.

Ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga toleransi, memperkuat gotong royong serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.

“Mari kita jaga Sumut dengan rukun dan guyub. Menjadikan Sumut sebagai provinsi yang makmur dan selalu memberikan yang terbaik untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (Rizky)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600