Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Hari Pramuka ke-65 di Cimahi Bukan Sekadar Seremoni, Wali Kota Ngatiyana Kobarkan Semangat Generasi Muda Hadapi Ancaman Zaman

503
×

Hari Pramuka ke-65 di Cimahi Bukan Sekadar Seremoni, Wali Kota Ngatiyana Kobarkan Semangat Generasi Muda Hadapi Ancaman Zaman

Sebarkan artikel ini
Walikota Cimahi Ngatiyana saat dikonfirmasi wartawan dalam memperingati Hari Pramuka ke-65 di Kota Cimahi berlangsung dalam suasana penuh semangat dan sarat pesan kebangsaan.

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id — Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kota Cimahi berlangsung dalam suasana penuh semangat dan sarat pesan kebangsaan.

Pemerintah Kota Cimahi tidak menjadikan momentum tahunan tersebut sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai ruang untuk mempertegas kembali pentingnya pembentukan karakter generasi muda di tengah derasnya perubahan zaman.

Example 300x600

Pesan tersebut mengemuka saat Wali Kota Cimahi Ngatiyana menghadiri Upacara Hari Pramuka ke-65 sekaligus melepas Kontingen Gerakan Pramuka Kota Cimahi yang akan mengikuti Gema Tunas V Jawa Barat di Plaza Rakyat Pemerintah Kota Cimahi, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah, pembina dan pelatih Pramuka, pendamping, keluarga besar Gerakan Pramuka Kota Cimahi serta perwakilan Kwartir Daerah Jawa Barat.

Di tengah suasana peringatan Hari Pramuka, perhatian tertuju pada pesan kuat yang disampaikan Ngatiyana kepada para anggota Pramuka. 

Ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. 

Ancaman terhadap masa depan tidak hanya muncul dalam bentuk persoalan di lingkungan sosial, tetapi juga dapat menyusup melalui pergaulan, penyalahgunaan narkoba, obat-obatan terlarang, minuman keras hingga berbagai pengaruh negatif lainnya.

Menurut Ngatiyana, kondisi tersebut harus dihadapi dengan keberanian, kecerdasan dan karakter yang kokoh. 

Para anggota Pramuka didorong untuk tidak sekadar menjadi peserta kegiatan, tetapi mampu mengambil peran sebagai teladan sekaligus penggerak perubahan positif di lingkungan masing-masing.

Ia menekankan pentingnya keberanian mengatakan tidak terhadap segala bentuk ajakan yang berpotensi merusak masa depan.

“Apabila ada unsur-unsur dari luar yang ingin merusak generasi muda, yang ingin memutus cita-cita kalian, hadapi dengan sebaik-baiknya dan jangan takut,” tegas Ngatiyana.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. 

Di tengah kemudahan akses informasi dan luasnya ruang pergaulan, kemampuan membedakan pengaruh positif dan negatif menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan.

Karena itu, nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasi Gerakan Pramuka seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kemandirian, solidaritas dan kepedulian terhadap sesama perlu terus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.

Pramuka Diproyeksikan Jadi Kekuatan Generasi Emas

Ngatiyana juga menyoroti tema Hari Pramuka ke-65, yakni “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Tema tersebut, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai slogan. Gerakan Pramuka harus mampu menerjemahkan semangat swasembada pangan ke dalam kegiatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Pramuka dapat mengambil bagian melalui pemanfaatan lahan produktif, kebun sekolah, pemanfaatan pekarangan, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, edukasi pangan dan gizi hingga membangun kebiasaan untuk tidak membuang-buang makanan.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan kepramukaan tidak hanya melatih keterampilan individu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa ketahanan bangsa bermula dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan kemampuan memenuhi kebutuhan secara mandiri.

Bagi Pemerintah Kota Cimahi, pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang. 

Generasi yang kelak mengisi ruang kepemimpinan pada era Indonesia Emas 2045 harus dipersiapkan sejak sekarang dengan karakter yang kuat, kompetensi yang memadai serta kepedulian sosial.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan datang dengan sendirinya. Masa depan itu sedang kita siapkan hari ini, dan generasi muda yang berdiri di hadapan kita adalah bagian dari generasi yang akan menentukannya,” ujar Ngatiyana.

Kontingen Cimahi Dilepas, Bawa Nama Baik Daerah

Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Cimahi juga menjadi momentum penting bagi para anggota Pramuka yang mendapat kepercayaan mewakili daerah dalam Gema Tunas V Jawa Barat.

Pelepasan kontingen bukan sekadar seremoni keberangkatan. Di balik seragam dan atribut yang dikenakan, terdapat tanggung jawab untuk membawa citra Kota Cimahi dalam setiap aktivitas yang diikuti.

Ngatiyana pun meminta seluruh anggota kontingen menjaga kekompakan, kedisiplinan, etika serta nama baik daerah selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah kontingen tidak semata-mata ditentukan oleh hasil perlombaan atau pencapaian prestasi, melainkan juga oleh sikap dan karakter yang ditunjukkan selama berada di lingkungan kegiatan.

“Ketika kalian berangkat, kalian tidak hanya membawa program, perlengkapan ataupun seragam. Kalian membawa nama baik Kota Cimahi,” katanya.

Menurutnya, setiap perjalanan pasti memiliki tantangan. Rasa lelah, tekanan dan berbagai situasi tidak terduga merupakan bagian dari proses yang harus dilewati. 

Justru melalui situasi tersebut, ketangguhan dan kedewasaan seseorang akan terlihat.

Semangat itulah yang diharapkan melekat pada setiap anggota Pramuka Kota Cimahi. 

Mereka tidak hanya dituntut mampu mengikuti kegiatan dengan baik, tetapi juga memiliki mental kuat untuk menghadapi tantangan.

Pramuka Harus Hadir sebagai Teladan

Lebih jauh, Ngatiyana berharap Gerakan Pramuka di Kota Cimahi semakin mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda yang produktif dan konstruktif.

Pramuka diharapkan tidak berhenti pada kegiatan latihan rutin, tetapi berkembang menjadi ruang pendidikan karakter yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Para anggota Pramuka juga didorong menjadi figur yang mampu memengaruhi lingkungan pertemanan ke arah yang lebih baik. 

Ketika menemukan adanya ajakan atau pemberian sesuatu yang mencurigakan dan berpotensi membahayakan, para pelajar diminta tidak mudah terbujuk serta berani mengambil keputusan yang tepat.

“Jangan terpengaruh dengan obat-obat terlarang maupun minuman keras yang akhirnya merusak masa depan kalian,” pesan Ngatiyana.

Ia menilai generasi muda membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan penguatan, bukan justru membuka ruang bagi perilaku yang dapat menghambat masa depan mereka.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, organisasi kepemudaan dan Gerakan Pramuka menjadi semakin penting. 

Pendidikan karakter tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, tetapi membutuhkan ekosistem yang saling menguatkan.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kota Cimahi akhirnya menjadi pengingat bahwa masa depan daerah dan bangsa tidak hanya dibangun melalui infrastruktur maupun kebijakan, tetapi juga melalui kualitas manusia yang akan meneruskannya.

Dengan semangat Satya dan Darma Pramuka, generasi muda Cimahi diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, berani, berintegritas dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selamat Hari Pramuka ke-65. Selamat berjuang, banggakan Cimahi, jaga Satya dan Darma Pramuka,” pungkas Ngatiyana. (Bagdja)

Penulis: Bagdja Sukmana Editor: Sinta Sukmana
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600