Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPeristiwaRagam Daerah

Kemarau Makin Panjang, Warga Wonosegoro Mulai Kesulitan Air, Babinsa Turun Langsung

115
×

Kemarau Makin Panjang, Warga Wonosegoro Mulai Kesulitan Air, Babinsa Turun Langsung

Sebarkan artikel ini
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Sertu Ali Mufid, yang turun langsung ke wilayah binaannya di Dukuh Klampok, Desa Guwo, Kecamatan Wonosegoro, Minggu (6/9/2026).

Jawa Tengah, Boyolali l secondnewsupdate.co.id – Musim kemarau yang masih berlangsung mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di Kecamatan Wonosegoro, 

Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga dilaporkan semakin terbatas.

Example 300x600

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Sertu Ali Mufid, yang turun langsung ke wilayah binaannya di Dukuh Klampok, Desa Guwo, Kecamatan Wonosegoro, Minggu (6/9/2026).

Dalam kunjungannya, Ali melakukan komunikasi sosial (Komsos) sekaligus berdialog dengan masyarakat. 

Ia mendengarkan secara langsung berbagai keluhan warga yang mulai menghadapi kesulitan akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Salah satu persoalan yang paling dirasakan masyarakat adalah keterbatasan air bersih. Kondisi tersebut tidak hanya menyangkut kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu ketersediaan air untuk ternak dan aktivitas pertanian warga.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan yang benar-benar mendesak.

“Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih saat warga menghadapi kesulitan akibat kondisi musim kemarau. Dengan mendengar langsung keluhan warga, kita dapat mengetahui permasalahan yang terjadi di lapangan dan bersama-sama mencari solusi,” ujar Ali.

Selain persoalan keterbatasan air, Babinsa juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran lahan dan lingkungan.

Cuaca panas serta kondisi lingkungan yang kering membuat potensi kebakaran perlu diantisipasi bersama. 

Warga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan dan tetap menjaga kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal.

Menurutnya, kepedulian dan kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak musim kemarau. 

Langkah sederhana seperti menghemat penggunaan air dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dapat membantu mengurangi risiko yang lebih besar.

Kegiatan Komsos tersebut sekaligus menjadi bagian dari tugas Babinsa dalam memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat di wilayah binaan.

Dengan hadir secara langsung di tengah warga, Babinsa dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi aktual di lapangan, sekaligus mendorong masyarakat untuk mengedepankan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama musim kemarau. (Agus Kemplu)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600