Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaBeritaBudayaRagam Daerah

Kemarau Panjang Menghantam Cimahi, 1.000 Warga Gelar Shalat Istisqo, Ngatiyana: Jangan Biarkan Warga Berjuang Sendirian

516
×

Kemarau Panjang Menghantam Cimahi, 1.000 Warga Gelar Shalat Istisqo, Ngatiyana: Jangan Biarkan Warga Berjuang Sendirian

Sebarkan artikel ini
Walikota Cimahi Ngatiyana saat memberikan sambutannya dalam acara sholat istighosah di masjid Alun-alun Kota Cimahi

Cimahi, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Kemarau panjang yang melanda Kota Cimahi mulai memberi tekanan terhadap kebutuhan air masyarakat. 

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi bersama unsur Forkopimda, ulama, tokoh agama, ASN, organisasi kemasyarakatan Islam hingga masyarakat menggelar Shalat Istisqo Tingkat Kota Cimahi Tahun 2026 di Alun-Alun Kota Cimahi, Selasa (22/9/2026).

Example 300x600

Sekitar 1.000 orang mengikuti pelaksanaan shalat yang dipimpin KH. Sodik M. Nawawi tersebut. Mereka datang dengan satu harapan yang sama, yakni memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan setelah musim kering berkepanjangan berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah Kota Cimahi.

Suasana khidmat terasa sejak rangkaian kegiatan dimulai. Shalat Istisqo bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi menjadi refleksi bersama di tengah persoalan nyata yang kini dihadapi sebagian masyarakat, terutama warga yang mulai kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, ikhtiar melalui doa tersebut menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk bermunajat, memohon ampunan sekaligus meminta pertolongan Allah SWT atas kondisi kemarau yang berkepanjangan.

“Air merupakan kebutuhan bagi manusia. Karena itu, kita bersama-sama dengan tulus dan ikhlas menyerahkan diri kepada Allah SWT, memohon ampun atas kesalahan dan kekurangan kita, serta memohon agar segera diturunkan hujan,” kata Ngatiyana.

Menurut Ngatiyana, persoalan kekurangan air tidak bisa dipandang sebagai persoalan yang hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. 

Kondisi tersebut membutuhkan kepedulian dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat agar kebutuhan warga tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Pemerintah Kota Cimahi, kata dia, telah menerima permintaan distribusi air dari sejumlah masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. 

Respons terhadap permintaan tersebut dilakukan dengan mengerahkan perangkat daerah terkait.

“Sudah banyak masyarakat yang membutuhkan dan meminta air kepada Pemerintah Kota Cimahi. Kita melakukan suplai air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah perangkat daerah dilibatkan dalam penanganan persoalan tersebut. 

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turut melakukan distribusi air menggunakan kendaraan pengangkut air ke wilayah yang membutuhkan.

Ngatiyana menegaskan, distribusi air tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan masyarakat yang terdampak kemarau tidak mengalami kesulitan berkepanjangan dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Ia juga meminta koordinasi antarperangkat daerah dan pihak terkait terus diperkuat. Dengan koordinasi yang cepat, setiap laporan maupun permintaan bantuan dari masyarakat diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sesuai tingkat kebutuhan di lapangan.

“Di sinilah nilai gotong royong diuji, bukan hanya pada saat keadaan mudah, tetapi terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Pemerintah perlu memastikan agar masyarakat yang paling terdampak tidak berjuang sendirian menghadapi kondisi ini,” tegasnya.

Wilayah Utara Cimahi Ikut Terdampak

Ngatiyana mengungkapkan, persoalan keterbatasan air dirasakan di sejumlah kawasan Kota Cimahi. 

Wilayah utara menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena karakteristik geografisnya berada di kawasan lebih tinggi sehingga akses terhadap sumber air pada musim kemarau menjadi lebih sulit.

Pemerintah, lanjutnya, terus merespons kebutuhan warga dengan menyalurkan air berdasarkan permintaan dan kondisi di masing-masing wilayah.

Namun, upaya menghadapi kemarau panjang tidak cukup hanya dilakukan melalui pendistribusian air dan doa.

Ngatiyana mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan serta menggunakan air secara hemat.

Menurutnya, kondisi kemarau menjadi pengingat bahwa keberadaan air dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga, bukan hanya ketika terjadi krisis.

“Jangan sampai kita memboroskan air ketika di tempat lain ada masyarakat yang kesulitan mendapatkannya. Mari kita gunakan air sehemat mungkin dan terus peduli terhadap lingkungan,” tuturnya.

Pelaksanaan Shalat Istisqo di Alun-Alun Cimahi pun menjadi simbol ikhtiar bersama menghadapi musim kering.

Pemerintah dan masyarakat tidak hanya berharap turunnya hujan, tetapi juga berupaya menjaga agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kondisi tersebut berlangsung.

Ngatiyana berharap doa yang dipanjatkan bersama dalam Shalat Istisqo dikabulkan Allah SWT. Ia berharap hujan segera turun sehingga ketersediaan air kembali membaik dan masyarakat Cimahi dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

“Semoga hujan segera diturunkan, memberikan kelegaan bagi masyarakat, mencukupi kebutuhan air, dan membawa keberkahan bagi Kota Cimahi,” pungkasnya. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600