Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaBeritaInformatikaRagam Daerah

Dihadiri 1.000 Jamaah, MHABD Hadirkan Buya Yahya di Pusdai Jabar, Serukan Hijrah dan Perkuat Ketahanan Keluarga

121
×

Dihadiri 1.000 Jamaah, MHABD Hadirkan Buya Yahya di Pusdai Jabar, Serukan Hijrah dan Perkuat Ketahanan Keluarga

Sebarkan artikel ini

Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Mengusung semangat hijrah, memperkuat keistiqamahan, serta membangun keharmonisan keluarga, Majelis Taklim MHABD (Mimbar Hiburan Amal Bagi Dhuafa) sukses menggelar Talkshow dan Kajian Event ke-2 di Masjid Pusdai Jawa Barat, Jalan Diponegoro No. 63, Kota Bandung, Rabu (30/9/2026).

Mengangkat tema “Meneladani Rasulullah SAW, Hijrah Menuju Istiqamah, Menguatkan Keluarga dan Ukhuwah”, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.45 hingga 17.45 WIB ini dihadiri lebih dari 1.000 jamaah dari berbagai kalangan. 

Example 300x600

Kehadiran ulama kharismatik Buya Yahya dari Al-Bahjah Cirebon menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan yang memadukan dakwah Islam, edukasi kesehatan, penguatan keluarga, dan pemberdayaan umat tersebut.

Antusiasme jamaah yang memadati Masjid Pusdai Jawa Barat mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang pembelajaran keagamaan yang tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga memberikan pemahaman praktis dalam menghadapi tantangan kehidupan keluarga dan sosial di tengah perkembangan zaman.

Dalam tausiyahnya, Buya Yahya menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, akhlak, serta kualitas kehidupan generasi penerus. 

Menurutnya, rumah tangga yang harmonis harus dibangun melalui komunikasi yang santun, sikap saling menghormati, serta keterbukaan dalam menerima dan menyampaikan nasihat.

Ia mengingatkan agar setiap anggota keluarga menghindari kebiasaan meninggikan suara, merendahkan pasangan, maupun melontarkan perkataan yang dapat melukai perasaan sesama anggota keluarga.

“Harapan kami adalah rumah semakin indah. Tidak ada yang mengangkat suara, tidak ada yang merendahkan, mudah diingatkan dan mudah mengingatkan,” ujar Buya Yahya.

Menurutnya, suasana rumah yang dipenuhi ketenangan, kasih sayang, dan saling pengertian akan memberikan pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.

Lingkungan keluarga yang sehat secara emosional juga menjadi salah satu unsur penting dalam membentuk generasi yang santun, berakhlak mulia, dan memiliki kesiapan mental dalam menjalani kehidupan.

Yahya mengajak para orang tua untuk menjadikan rumah bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan ruang pendidikan pertama yang menanamkan nilai-nilai keislaman, keteladanan, serta kebiasaan berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.

Talkshow Hadirkan Perspektif Keagamaan, Kesehatan, dan Generasi Muda

Sebelum kajian utama, rangkaian acara diawali dengan talkshow yang dimoderatori Riva Rahayu, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi.

Atalia Praratya, Anggota DPR RI, dalam pemaparannya membahas pentingnya menjaga istiqamah melalui niat yang baik dan kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten.

Ia mengajak masyarakat untuk membangun kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, memperbanyak membaca hal-hal yang bermanfaat, serta menjadikan keluarga sebagai lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan religius.

Menurutnya, keistiqamahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. 

Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan, termasuk meluangkan waktu untuk beribadah bersama keluarga, dapat menjadi bagian dari proses memperkuat keimanan dan membangun keharmonisan rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, R. Vini Adiani Dewi, mengangkat pentingnya ketahanan keluarga dalam mendukung kesehatan fisik dan mental generasi penerus.

Ia mengingatkan masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kecukupan istirahat, membiasakan mencuci tangan, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Dalam kesempatan tersebut, Vini juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap influenza tipe A. 

Masyarakat yang mengalami gejala infeksi pernapasan diimbau untuk beristirahat di rumah dan membatasi kontak dengan orang lain guna mengurangi risiko penularan.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak sejak masa kehamilan hingga periode tumbuh kembang. 

Dukungan keluarga, menurutnya, berperan dalam membentuk kesehatan fisik, emosional, dan mental anak agar dapat berkembang secara optimal.

Dari kalangan generasi muda, Sena Senjani, seorang influencer, mengajak anak muda untuk lebih bijak memanfaatkan waktu dan mengurangi kebiasaan kurang produktif, seperti terlalu lama rebahan, bermain telepon genggam, maupun menghabiskan waktu dengan game.

Ia mendorong generasi muda agar mulai membangun pola hidup aktif melalui olahraga yang dapat dilakukan secara sederhana dan terjangkau.

Menurutnya, menjaga kebugaran tubuh tidak harus selalu dilakukan di pusat kebugaran atau dengan fasilitas mahal. 

Aktivitas ringan seperti berjalan kaki secara rutin juga dapat menjadi pilihan untuk membangun kebiasaan hidup sehat.

Pesan serupa disampaikan Ust. Alinoer, Direktur Wakaf Al-Bahjah, yang mengingatkan bahwa kesehatan merupakan amanah yang harus dijaga, baik dari sisi fisik maupun mental.

Ia mengajak masyarakat memperhatikan pola makan, menjaga kebugaran melalui olahraga, serta memilih lingkungan pertemanan yang positif. 

Lingkungan sosial yang baik dinilai dapat memberikan dukungan dalam menjaga kesehatan mental sekaligus mendorong seseorang untuk terus memperbaiki diri.

MHABD: Hijrah Harus Memberikan Manfaat bagi Sesama

Ketua Majelis Taklim MHABD sekaligus Ketua Yayasan MHABD, Hj. Selvi Lusiana, CRMO, GRCE, menyampaikan bahwa kegiatan kajian dan talkshow tersebut merupakan bagian dari komitmen MHABD dalam memperluas manfaat dakwah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa makna hijrah tidak hanya sebatas perubahan pribadi menuju kehidupan yang lebih baik, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan sesama.

“Bagi MHABD, hijrah bukan sekadar memperbaiki diri, tetapi menghadirkan manfaat bagi sesama. Sejak 1990, kami terus berikhtiar membangun ukhuwah dan keharmonisan melalui berbagai program keagamaan, sosial, kemanusiaan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Semoga setiap langkah menjadi amal jariyah dan memberi manfaat nyata bagi sesama,” ungkap Selvi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Sementara itu, Adjie Esa Poetra, selaku Ketua Pembina dan Pendiri Yayasan MHABD, menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, jamaah, narasumber, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Kajian Event ke-2.

Ia berharap semangat kebersamaan dan kepedulian yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan menjadi landasan bagi penyelenggaraan program-program MHABD berikutnya.

Apresiasi juga disampaikan Hj. Evi Sylvia, selaku Ketua Pelaksana Kajian Event ke-2. 

Ia mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan yang melibatkan kerja sama berbagai unsur, mulai dari panitia, relawan, narasumber, sponsor, donatur, hingga jamaah yang hadir.

Evi turut menyampaikan terima kasih kepada Gurunda Buya Yahya beserta Keluarga Besar Al-Bahjah yang telah berkenan hadir dan memberikan tausiyah, sehingga kegiatan tersebut dapat menjadi momentum memperkuat keimanan dan memperluas wawasan keagamaan masyarakat.

Bidik Kajian Akbar Majelis Taklim se-Kota Bandung

Keberhasilan penyelenggaraan Kajian Event ke-2 menjadi salah satu pijakan bagi MHABD untuk memperluas jangkauan dakwah dan kegiatan sosial pada masa mendatang.

MHABD berencana membangun kolaborasi dengan berbagai majelis taklim lainnya, termasuk menggagas penyelenggaraan kajian akbar yang melibatkan majelis taklim se-Kota Bandung.

Gagasan tersebut diharapkan dapat berkembang lebih luas hingga tingkat Provinsi Jawa Barat, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan mengikuti kajian keislaman, mempererat silaturahmi, dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Langkah kolaboratif ini sekaligus menjadi upaya memperkuat peran majelis taklim sebagai wadah pembinaan umat, penguatan keluarga, serta pengembangan kepedulian sosial yang berkesinambungan.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendapat dukungan dari BAZNAS, PT Bio Farma (Persero), PT Kimia Farma Diagnostik, J&C Cookies, PT Triman, Klinik Utama Perisai Husada, Tactlink Technology, CV Manson Electronics & Musik, Realacts, PT Corakwarna Promo, AlMa’soem, Evermos, Revlon, Hanan Catering, MCJJ, dan Nenty Wedding.

Adapun media partner yang turut mendukung publikasi kegiatan tersebut yakni TV Harmoni, Info Kajian Bandung, dan Pusdai TV.

Melalui kegiatan ini, Majelis Taklim MHABD berharap dakwah yang disampaikan tidak berhenti pada ruang kajian, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membangun keluarga yang harmonis, membiasakan hidup sehat, memperkuat ukhuwah, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Dengan semangat hijrah menuju istiqamah, MHABD berkomitmen untuk terus menghadirkan program keagamaan, sosial, kemanusiaan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat luas serta memperkuat persatuan umat di Bandung dan Jawa Barat. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600