Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaPropagandaRagam Daerah

Bedah Rumah Kota Bandung Melejit, Farhan Pastikan Program Berjalan Transparan dan Tepat Sasaran

106
×

Bedah Rumah Kota Bandung Melejit, Farhan Pastikan Program Berjalan Transparan dan Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) didampingi Walikota Bandung Mochamad Farhan (kanan) saat menggelar dikonfirmasi wartawan

Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id — Pemerintah Kota Bandung memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program bedah rumah sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH).

Dukungan tersebut mencakup aspek regulasi, proses pengadaan hingga pelaksanaan pembangunan di lapangan agar program berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Example 300x600

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung salah satu lokasi calon penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Selasa (6/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi rumah calon penerima sekaligus memastikan program pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan hunian lebih layak.

“Alhamdulillah tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri bahwa dengan begitu banyak kemudahan, insyaallah apa yang kita cita-citakan bersama, program Bapak Presiden untuk rumah itu bisa kita laksanakan,” ujar Farhan.

Menurut Farhan, sejumlah kemudahan regulasi dan proses pengadaan yang diberikan pemerintah pusat menjadi peluang untuk mempercepat pelaksanaan perbaikan rumah masyarakat.

Pemkot Bandung, kata dia, siap memperkuat koordinasi dengan Kementerian PKP agar program tersebut dapat berjalan sesuai target.

“Secara regulasi, secara aturan dan pengadaan, insyaallah tidak ada masalah. Rasanya itu sudah bisa berjalan sesuai dengan harapan kita,” katanya.

Farhan menegaskan, peningkatan kualitas hunian masyarakat merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat perlu terus diperkuat agar penanganan rumah tidak layak huni dapat dilakukan secara bertahap.

Maruarar Dorong Tenaga Kerja dan Material Lokal

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait meminta pelaksanaan program bedah rumah di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung, dapat dipercepat dengan mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul di lapangan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketersediaan tenaga kerja. 

Maruarar mendorong agar pengerjaan rumah melibatkan masyarakat sekitar sehingga program tersebut tidak hanya menghasilkan rumah yang lebih layak, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga setempat.

“Jangan cari jauh-jauh. Cari di sini. Pemuda-pemuda yang masih menganggur, kasih kerja. Toko bangunannya juga dari sini,” kata Maruarar.

Menurutnya, keterlibatan tenaga kerja serta pelaku usaha lokal akan membuat manfaat program semakin luas. Selain membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman, perputaran ekonomi juga dapat dirasakan oleh warga di sekitar lokasi pembangunan.

Maruarar juga menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran program bedah rumah.

Ia meminta proses pengadaan material dapat diketahui secara jelas, mulai dari jenis dan kebutuhan bahan, volume, satuan hingga harga. 

Transparansi tersebut diperlukan agar pelaksanaan program dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan.

Dalam peninjauan tersebut, Maruarar melihat langsung kondisi rumah calon penerima bantuan sekaligus menjelaskan tahapan renovasi yang akan dilakukan.

Untuk salah satu rumah yang ditinjau, pekerjaan renovasi direncanakan mulai 12 Oktober 2026 dan ditargetkan selesai pada 12 Desember 2026.

Bantuan Bedah Rumah Bandung Naik Signifikan

Program bedah rumah di Kota Bandung menunjukkan peningkatan jumlah bantuan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pada 2025 Kota Bandung mendapatkan 110 bantuan bedah rumah. 

Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 1.458 bantuan pada 2026. Peningkatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Lia Nuriawati Bersyukur Rumah 40 Tahun Akhirnya Diperbaiki

Salah seorang calon penerima bantuan, Lia Nuriawati, warga Jalan Babakan Ciamis, mengaku bersyukur rumah yang telah ditempatinya selama sekitar 40 tahun akhirnya mendapatkan bantuan renovasi.

Lia mengatakan, kondisi rumahnya selama ini mengalami sejumlah kerusakan, terutama pada bagian atap. Rumah yang ditempatinya bersama suami dan dua anak tersebut masih menggunakan material seng dan bilik.

Keterbatasan ekonomi membuat perbaikan rumah selama ini hanya bisa dilakukan secara seadanya.

“Ya, saya senang menerima bantuan dari Bapak Presiden dan Menteri. Rumah saya bisa dibenahi, jadi tidak kehujanan dan kebocoran lagi,” ujar Lia.

Ia menyebut bantuan tersebut merupakan bantuan pertama yang diterimanya setelah sebelumnya sempat mengajukan bantuan perbaikan rumah beberapa tahun lalu.

Lia berharap proses renovasi dapat berjalan lancar sehingga keluarganya segera memiliki hunian yang lebih aman, sehat dan nyaman.

Program bedah rumah di Kota Bandung pun diharapkan tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. (Burhan)

Penulis: Burhanudin Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600