Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPendidikanRagam Daerah

Bukan Sekadar Belajar di Kelas! Bunda PAUD Garut Tinneke Hermina Gaspol Perkuat PAUD Holistik Integratif, 155 Lembaga Disiapkan Revitalisasi

111
×

Bukan Sekadar Belajar di Kelas! Bunda PAUD Garut Tinneke Hermina Gaspol Perkuat PAUD Holistik Integratif, 155 Lembaga Disiapkan Revitalisasi

Sebarkan artikel ini
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) yang dibuka Bunda PAUD Kabupaten Garut, Tinneke Hermina, di Aula Al Musadadiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (15/10/2026).

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Penguatan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus didorong agar tidak berhenti pada kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas.

Pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, pengasuhan berkualitas, hingga perlindungan anak menjadi bagian penting yang harus berjalan beriringan demi mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Example 300x600

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) yang dibuka Bunda PAUD Kabupaten Garut, Tinneke Hermina, di Aula Al Musadadiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola lembaga PAUD sekaligus membangun kesamaan pemahaman di antara para pemangku kepentingan mengenai pentingnya layanan pendidikan anak usia dini yang menyeluruh dan terpadu.

Bimtek tersebut dihadiri perwakilan PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Bunda PAUD tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Garut, pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Garut, serta ketua dan pengurus Forum Komunikasi Guru (FKG).

Tinneke Hermina: Anak Usia Dini Adalah Penentu Masa Depan Garut

Dalam sambutannya, Tinneke Hermina menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, khususnya Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, pembinaan kelembagaan dan manajemen PAUD merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi sejak usia dini.

Tinneke menegaskan, anak-anak yang saat ini berada dalam masa pertumbuhan merupakan generasi penerus yang kelak menentukan arah pembangunan Kabupaten Garut.

“Kitapun semua sangat paham dan sangat mengetahui bahwa anak usia dini ini merupakan generasi penerus yang tentu saja akan meneruskan masa depan Kabupaten Garut,” ujar Tinneke.

Ia menjelaskan, proses membangun kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara parsial. 

Pendidikan yang baik perlu ditopang pemenuhan gizi, akses terhadap pelayanan kesehatan, pola pengasuhan yang tepat, perlindungan dari kekerasan, serta lingkungan keluarga dan masyarakat yang aman.

Karena itu, pendekatan PAUD Holistik Integratif (PAUDHI) dinilai penting untuk menyatukan berbagai layanan tersebut agar saling mendukung dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak.

“Nah inilah yang menjadi esensi dari PAUDHI. Upaya pengembangan anak usia dini secara menyeluruh dan terpadu melalui kerja sama berbagai sektor dan pemangku kepentingan,” tambahnya.

Tinneke berharap, penerapan PAUDHI di Kabupaten Garut semakin optimal sehingga setiap anak mendapatkan kesempatan yang setara untuk tumbuh sehat, cerdas, ceria, berkarakter, serta memiliki kesiapan ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

17 Kecamatan Ikuti Bimtek, Tata Kelola PAUD Jadi Perhatian

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iyan Sopiyan, melaporkan bahwa kegiatan Bimtek diikuti peserta dari 17 kecamatan di Kabupaten Garut.

Ia mengapresiasi partisipasi para peserta yang hadir untuk mengikuti pembinaan tersebut. Menurutnya, kehadiran para pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas pengelolaan lembaga PAUD.

“Kehadiran ini suatu kebanggaan. Alhamdulillah semuanya hadir, tidak ada yang absen,” tutur Iyan.

Selain penguatan pemahaman mengenai PAUDHI, Iyan menyoroti pentingnya tertib administrasi dan tata kelola kelembagaan. 

Dua aspek yang menjadi perhatian di antaranya penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) serta pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap administrasi dan data pendidikan sangat diperlukan agar perencanaan program sesuai dengan kebutuhan lembaga serta kondisi nyata di lapangan.

Ia mengimbau para pengelola PAUD yang masih mengalami kendala dalam pengelolaan RKAS maupun Dapodik untuk aktif berkoordinasi dengan tim Dapodik Kabupaten Garut.

Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan kesalahan pengisian data sekaligus mendukung ketepatan perencanaan dan pelaksanaan program pendidikan.

155 Lembaga PAUD Masuk Usulan Revitalisasi

Dalam kesempatan yang sama, Iyan Sopiyan juga memaparkan program revitalisasi lembaga PAUD yang menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini.

Ia menjelaskan bahwa pengajuan revitalisasi membutuhkan persiapan administrasi yang cermat. 

Salah satu persyaratan penting adalah kejelasan status kepemilikan tanah, yang harus atas nama yayasan atau lembaga sesuai ketentuan program.

Selain itu, data Dapodik harus diisi secara benar dan menggambarkan kebutuhan riil masing-masing satuan pendidikan.

Kebutuhan tersebut dapat mencakup pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk dalam dan luar ruangan, rehabilitasi bangunan, peningkatan sarana dan prasarana, hingga penyediaan fasilitas toilet yang layak.

Iyan menyebutkan, Kabupaten Garut telah mengusulkan program revitalisasi kepada kementerian dan memperoleh persetujuan untuk hampir 155 lembaga.

Pengusulan untuk tahun 2027 juga telah disiapkan, sehingga lembaga PAUD diminta mulai melengkapi persyaratan sejak dini.

“Kami telah mengusulkan kepada kementerian dan yang di-ACC untuk Kabupaten Garut yang mendapatkan edukasi hampir 155 lembaga. Nanti tahun 2027 kamipun sudah mengusulkan. Nah tinggal bapak/ibu mempersiapkan itu seperti surat tanah, Dapodiknya, menu apa yang dibutuhkan, nah itu harus sesuai,” pungkas Iyan.

Kolaborasi Jadi Kunci Peningkatan Kualitas PAUD

Penguatan PAUDHI membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, keluarga, hingga masyarakat.

Sinergi tersebut diperlukan agar pelayanan terhadap anak tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi.

Di sisi lain, kesiapan administrasi dan pemetaan kebutuhan lembaga menjadi faktor penting agar program revitalisasi dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak bagi peningkatan kualitas pembelajaran.

Melalui kegiatan Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Garut diharapkan semakin memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini, sekaligus memastikan bahwa kebutuhan tumbuh kembang anak menjadi perhatian bersama.

Sebab, investasi pendidikan yang dimulai sejak masa kanak-kanak bukan hanya menyangkut kesiapan memasuki sekolah dasar, melainkan juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi Garut yang sehat, tangguh, cerdas, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat, dilanjutkan pemaparan materi oleh narasumber serta sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai pembinaan kelembagaan dan manajemen PAUD Holistik Integratif. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600