Kabupaten Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, serta melahirkan generasi penerus berkualitas dan berakhlakul karimah.
Pesan tersebut disampaikan Intan saat membuka Seminar Pemberdayaan Perempuan bertema “Menuju Keluarga Sehat dan Umat Maslahah” yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tangerang di Kantor PCNU Kabupaten Tangerang, Minggu (18/10/2026).
Dalam sambutannya, Intan menekankan bahwa perempuan bukan sekadar pendamping dalam keluarga, melainkan salah satu pilar utama pembangunan bangsa.
Peran perempuan dinilai sangat menentukan dalam membentuk karakter, menjaga kesehatan keluarga, serta mempersiapkan generasi masa depan yang unggul.
“Perempuan memiliki peran mendasar dan multidimensi dalam pembangunan bangsa. Perempuan bukan hanya sekadar pendamping, melainkan pilar utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas, sehat, dan berakhlakul karimah,” tegas Intan.
Menurutnya, tema seminar tersebut mengangkat dua persoalan penting yang perlu mendapatkan perhatian serius, yakni perlindungan hukum dalam keluarga serta tantangan kesehatan masyarakat.
Pada aspek perlindungan keluarga, Intan menyoroti pentingnya membangun ketahanan keluarga sebagai langkah mendasar untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Hubungan keluarga harus dilandasi sikap saling menghormati, perlindungan terhadap setiap anggota keluarga, serta terciptanya suasana aman dan damai.
Sementara itu, dari sisi kesehatan, persoalan stunting dan kesehatan reproduksi perempuan membutuhkan penanganan nyata, terpadu, dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai sektor.
Intan menilai, penguatan pemahaman mengenai fikih perempuan yang moderat dan ramah keluarga juga penting untuk terus disosialisasikan.
Dengan pemahaman yang baik, suami dan istri diharapkan semakin memahami hak serta kewajibannya dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan bebas dari kekerasan.
“Pemahaman fikih perempuan yang moderat dan ramah keluarga harus terus disosialisasikan secara masif agar setiap anggota keluarga, baik suami maupun istri, memahami hak dan kewajibannya untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan bebas dari kekerasan,” ungkapnya.
Selain itu, edukasi mengenai gizi seimbang, pola asuh pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta kesehatan reproduksi perempuan perlu diperluas hingga tingkat desa, rukun warga (RW), dan rukun tetangga (RT).
Menurut Intan, langkah tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar upaya peningkatan kesehatan keluarga tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Fatayat NU Diajak Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah
Dalam kesempatan itu, Intan mengajak seluruh kader Fatayat NU Kabupaten Tangerang untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung program kesehatan, pencegahan stunting, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap, organisasi perempuan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan edukasi kesehatan, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang aman dan sejahtera.
“Saya berharap seminar hari ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi melahirkan rekomendasi serta langkah konkret yang bisa diterapkan langsung di tengah keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Intan juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Tangerang yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan keluarga sehat dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
Melalui seminar ini, diharapkan lahir gagasan dan langkah nyata yang mampu memperkuat posisi perempuan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan keluarga, serta mendukung terwujudnya generasi penerus yang bebas stunting dan berdaya saing tinggi. (Dia)
















