Pulang Pisau, Kalteng | secondnewsupdate.co.id – Komitmen TNI dalam mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat.
Satgas Penanganan Karhutla Kodam XXII/Tambun Bungai melalui Yonif TP-925/Ksatria Wangkang kembali bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan titik api di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Posko ATV Tumbang Nusa yang berlokasi di Jalan Trans-Kalimantan, Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya.
Personel di lapangan berjibaku memadamkan titik api yang masih menyala.
Setelah proses pemadaman, tim melanjutkan dengan pendinginan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Penyisiran dilakukan secara teliti di sekitar area lahan yang terbakar untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Perkuat Kesiapsiagaan dan Deteksi Dini
Tim Damkar NP 5649 Yonif TP-925/Ksatria Wangkang, Kodam XXII/Tambun Bungai, dipimpin Letda Andri Hermawan, bersama Serda Bahrul Ilmi dan empat personel lainnya, juga memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran lanjutan.
Selain melaksanakan pemadaman dan pendinginan, personel tetap bersiaga di posko, melakukan pemantauan secara berkala, serta menjalin koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat setempat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung deteksi dini sehingga potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas.
Lindungi Lingkungan dan Masyarakat dari Ancaman Asap
Kehadiran Satgas Karhutla Kodam XXII/Tambun Bungai di lapangan menjadi bagian dari upaya TNI dalam membantu melindungi lingkungan serta mengurangi risiko dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, khususnya akibat paparan kabut asap.
Melalui pemadaman, pendinginan, pemantauan, dan koordinasi lintas pihak, upaya penanggulangan karhutla diharapkan berjalan lebih optimal sehingga risiko kebakaran berulang dapat ditekan.
Sinergi antara TNI, BPBD, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga wilayah Kalimantan Tengah agar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (Burhan)
















