BeritaInformatikaRagam DaerahTeknologi

AHY Puji 237 Rumah Nelayan di Tangerang, Kawasan Pesisir Mauk Disiapkan Jadi Wisata Mangrove Bernilai Ekonomi

3271
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid (kanan) saat berbincang-bincang dengan masyarakat

Kab Tangerang Banten// secondnewsupdate.co.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan apresiasi atas pembangunan ratusan rumah layak huni bagi nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/4/2026).

Dalam kunjungan kerjanya ke Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang, AHY menilai program ini sebagai contoh nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.

Didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, AHY meninjau langsung kawasan hunian nelayan yang telah ditata lebih rapi, sehat, dan produktif.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, siap bekerjasama untuk pembangunan di Kota Tangerang

“Ini merupakan contoh kolaborasi yang baik. Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Tangerang dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat nelayan,” ujar AHY.

Hunian Layak Sekaligus Dorong Ekonomi

Tak sekadar membangun rumah, AHY menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat.

Di Desa Tanjung Anom, sebanyak 110 unit rumah nelayan telah dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan Habitat for Humanity. 

Sementara di kawasan Ketapang Aquaculture, sekitar 127 rumah telah ditata menjadi lingkungan yang lebih asri dan produktif.

“Kawasan ini harus nyaman ditinggali sekaligus produktif. Nelayan bisa meningkatkan pendapatan, dan keluarga bisa mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah,” jelasnya.

Mangrove Jadi Benteng dan Peluang Wisata

Selain hunian, AHY juga meninjau kawasan mangrove di Desa Ketapang yang dinilai strategis sebagai pelindung alami dari abrasi sekaligus peluang pengembangan wisata berbasis lingkungan.

“Penanaman mangrove ini penting untuk mitigasi perubahan iklim dan perlindungan pesisir. Ke depan juga bisa dikembangkan menjadi destinasi ekowisata dan sport tourism,” tambahnya.

Program KOTAKU dan Gebrak Pakumis Digenjot

Program ini merupakan bagian dari penataan kawasan kumuh melalui program KOTAKU yang didukung APBN, APBD, serta sinergi lintas sektor.

Sementara itu, Maesyal, menegaskan komitmen Pemkab Tangerang melalui program unggulan Gebrak Pakumis yang menargetkan pembangunan 1.000 rumah layak huni setiap tahun.

“Program ini akan terus kami lanjutkan hingga seluruh masyarakat memiliki hunian layak sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tengah) didampingi oleh Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid (kanan) disambut kehadirannya oleh masyarakat Tangerang

Siap Jadi Model Nasional

Pemkab Tangerang juga akan menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dengan membangun infrastruktur pendukung seperti tanggul penahan abrasi (breakwater), normalisasi sungai, dan fasilitas lainnya.

Diharapkan, penataan kawasan pesisir di Kecamatan Mauk ini dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang tak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan.

“Sinergi ini kami harapkan menjadi contoh pembangunan pesisir yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (Dia)

Exit mobile version