SNU//Kabupaten Garut – Hujan yang sejak siang turun dengan intensitas ringan di wilayah Cisurupan Kaler berubah menjadi bencana.
Sekitar pukul 15.00 WIB, debit air dari arah hulu mendadak meningkat drastis dan meluncur deras ke area depan Pasar Cisurupan. Kamis (20/11/2025),
Arus cokelat pekat itu datang begitu cepat hingga warga tak sempat melakukan persiapan.
Dalam hitungan menit, jalanan berubah seperti aliran sungai. Para pedagang yang sedang merapikan lapak berhamburan menyelamatkan diri, sementara sebagian warga hanya bisa menyaksikan air menerobos masuk ke rumah-rumah mereka.
Sebuah video amatir yang beredar memperlihatkan kepanikan warga dari atas atap rumah. Di tengah suara gemuruh arus yang semakin kuat, terdengar teriakan minta tolong dari warga yang terjebak.
Ketinggian air dilaporkan naik dengan cepat hingga setinggi lutut orang dewasa. Di beberapa titik yang lebih rendah, banjir bahkan lebih dalam dan menyeret barang dagangan, merendam kendaraan, serta memutus akses jalan utama.
Sejumlah pengendara turut terjebak akibat arus yang tiba-tiba berubah liar.
Warga melakukan evakuasi mandiri dengan gotong royong. Anak-anak dan lansia dipindahkan ke tempat lebih aman sembari menunggu kedatangan relawan dan aparat desa.
Tim bantuan baru dapat menjangkau lokasi setelah arus mulai melambat, meski situasi masih dinilai berbahaya.
Seorang warga mengaku keluarganya sempat panik ketika air masuk ke dalam rumah.
“Kami butuh pertolongan. Kondisinya makin darurat, warga sangat panik,” ujarnya dengan suara bergetar.
Hingga petang, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun jumlah kerugian.
Petugas gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi banjir susulan mengingat hujan masih mengguyur wilayah Garut selatan.
Banjir bandang mendadak ini membuat Cisurupan belum kembali normal.
Warga berharap air cepat surut dan tidak ada bencana susulan. (Asan)
