BeritaHukumInformatikaRagam DaerahWisata

Aktivis Desak Gubernur Banten Kaji Ulang Proyek Situ Cikedal Rp9 Miliar: Warga Pandeglang Lebih Butuh Jalan daripada Wisata

120
Aktivis Desak Gubernur Banten Kaji Ulang Proyek Situ Cikedal Rp9 Miliar: Warga Pandeglang Lebih Butuh Jalan daripada Wisata

Banten Pandeglang/ seconsnewsupdate.co.id – Rencana Pemerintah Provinsi Banten membangun kawasan Situ Cikedal di Kecamatan Cikedal menuai sorotan dari kalangan aktivis dan masyarakat. 

Proyek yang disebut-sebut bernilai sekitar Rp9 miliar itu dinilai belum menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga Kabupaten Pandeglang, terutama masyarakat di wilayah selatan yang hingga kini masih menghadapi persoalan infrastruktur jalan rusak.

Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Pandeglang, Riki, meminta Gubernur Banten Andra Soni mengkaji ulang rencana pembangunan tersebut.

Menurutnya, anggaran miliaran rupiah akan lebih bermanfaat apabila dialokasikan untuk memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.

“Kalau melihat kebutuhan masyarakat Pandeglang saat ini, yang paling mendesak adalah pembangunan infrastruktur jalan. Anggaran sebesar itu sebaiknya diprioritaskan untuk memperbaiki akses yang benar-benar dibutuhkan warga,” ujarnya.

Riki menilai alasan pembangunan kawasan wisata di Situ Cikedal belum menjawab persoalan utama masyarakat. 

Menurutnya, kondisi jalan di sejumlah wilayah, khususnya Pandeglang Selatan, masih memerlukan perhatian serius karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Ia juga meminta anggota DPRD Provinsi Banten dari daerah pemilihan Kabupaten Pandeglang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Gubernur Banten agar pembangunan lebih diarahkan pada sektor yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

“Selama ini masyarakat sudah terlalu lama menghadapi kondisi jalan yang rusak. Wakil rakyat dari Dapil Pandeglang tentu lebih memahami kebutuhan masyarakat. Jangan sampai anggaran besar digunakan untuk program yang manfaatnya belum dirasakan secara langsung,” katanya.

Menurut Riki, apabila Pemerintah Provinsi Banten ingin mengembangkan sektor pariwisata, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah membangun akses jalan menuju destinasi wisata agar mudah dijangkau wisatawan.

“Kalau memang ingin membangkitkan sektor pariwisata Pandeglang, bangun dulu akses jalannya. Infrastruktur yang baik justru akan menjadi penunjang utama berkembangnya objek wisata,” tegasnya.

Senada dengan itu, Aktivis Mahasiswa Pandeglang, Madsuni, menilai kebijakan pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat. 

Ia berharap Pemerintah Provinsi Banten mempertimbangkan kembali proyek Situ Cikedal dan mengalihkan anggarannya untuk pembangunan jalan yang dinilai lebih mendesak.

“Jangan sampai anggaran miliaran rupiah habis untuk proyek yang belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Saat ini warga lebih membutuhkan jalan yang layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Madsuni, perbaikan infrastruktur jalan merupakan investasi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Karena itu, ia berharap aspirasi warga Pandeglang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Banten sebelum proyek tersebut direalisasikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Banten terkait permintaan aktivis agar rencana pembangunan kawasan Situ Cikedal dikaji ulang. (Sanan)

Exit mobile version