BeritaInformatikaRagam Daerah

Anak Krakatau Masih Erupsi, Bupati Tangerang Kerahkan Forkopimda: Semua Harus Siaga

919
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid (kedua dari kiri) memimpin langsung rapat koordinasi penanganan darurat bencana dan antisipasi aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Gedung Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (9/9/2026).

Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id – Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada level siaga mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang memperkuat langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak bencana.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin langsung rapat koordinasi penanganan darurat bencana dan antisipasi aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Gedung Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (9/9/2026).

Rapat tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah memastikan seluruh unsur terkait memiliki kesiapan menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik maupun dampaknya terhadap masyarakat.

Bupati Maesyal Rasyid menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi kebencanaan.

Menurutnya, setiap perangkat daerah dan unsur Forkopimda harus memahami tugas serta kewenangannya sehingga dapat bergerak cepat apabila kondisi di lapangan berubah.

“Yang paling utama adalah kesiapsiagaan dan koordinasi. Semua unsur harus mengetahui tugasnya masing-masing dan siap bergerak apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan,” ujar Maesyal.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah dan Forkopimda terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memastikan personel, peralatan, dan sarana pendukung dalam kondisi siap digunakan.

Masker Disiapkan, Tenaga Kesehatan Diminta Siaga

Kesiapsiagaan juga diperkuat dari sektor kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan masker ke sejumlah Puskesmas, masyarakat, dan tempat umum.

Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan masker di sejumlah apotek, minimarket, dan supermarket masih mencukupi untuk mengantisipasi kemungkinan paparan abu vulkanik.

Rapat tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah memastikan seluruh unsur terkait memiliki kesiapan menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik maupun dampaknya terhadap masyarakat. Bupati Maesyal Rasyid menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi kebencanaan.

Maesyal meminta tenaga kesehatan tetap berada dalam kondisi siaga di tempat tugas. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang berpotensi muncul akibat abu vulkanik, seperti iritasi mata, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan pada kulit.

“Tenaga kesehatan juga kita minta tetap siaga di tempat tugas. Kita harus mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan seperti iritasi mata, ISPA, maupun gangguan kulit akibat abu vulkanik,” katanya.

Jalan dan TPA Jadi Perhatian

Pada sektor lingkungan dan kebencanaan, BPBD Kabupaten Tangerang bersama Perumdam Tirta Kerta Raharja serta instansi terkait diminta aktif melakukan penyiraman jalan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari antisipasi terhadap kondisi cuaca kering sekaligus mengurangi potensi gangguan akibat debu.

Penyiraman juga dilakukan secara rutin di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) guna mencegah munculnya kebakaran yang dapat dipicu kondisi lingkungan yang kering.

Selain persoalan abu vulkanik, pemerintah daerah juga mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat meningkat di tengah kondisi cuaca kering.

Sekolah di Zona Rawan Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Sementara di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah yang berada di zona yang berpotensi terdampak.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik apabila kondisi lingkungan tidak memungkinkan dilaksanakannya pembelajaran secara tatap muka.

Di lapangan, unsur TNI dan Polri bersama perangkat daerah juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. 

Piket harian ditingkatkan sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan menghadapi perkembangan situasi.

“Semua sektor harus bergerak bersama. Jangan sampai ada yang berjalan sendiri-sendiri. Kita ingin penanganan dan informasi kepada masyarakat bisa cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegas Maesyal.

Wabup Intan Soroti Karhutla dan Sampah Liar

Di tengah peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah turut menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan serta pembuangan sampah liar yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Menurut Intan, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca kering.

Beberapa insiden kebakaran disebut terjadi di wilayah Bojong Nangka, kawasan ICE BSD Kecamatan Pagedangan, hingga Desa Matagara.

“Beberapa insiden kebakaran telah terjadi di beberapa titik, seperti di wilayah Bojong Nangka, lalu di ICE BSD Kecamatan Pagedangan, serta di Desa Matagara. Untuk itu, pihak kecamatan, kepala desa, dan lurah diminta terus mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan,” ujar Intan.

Ia meminta jajaran kecamatan, kepala desa, dan lurah memperkuat sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan.

Kesiapan pos pemadam kebakaran beserta seluruh kelengkapannya juga diminta terus dipastikan. 

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pos Damkar 2 Pagedangan. Intan juga mengingatkan para pemulung agar tidak memasuki maupun melakukan pembakaran sampah di kawasan TPA.

Aktivitas tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran, membahayakan keselamatan, sekaligus berpotensi menghambat proses pemadaman apabila kebakaran terjadi.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Pemerintah Kabupaten Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau diharapkan diperoleh dari sumber resmi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Berdasarkan hasil pemantauan yang disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut, aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga (Siaga 3) dan masih terjadi erupsi kecil.

Penguatan koordinasi lintas sektor, kesiapan layanan kesehatan, kesiagaan personel pemadam kebakaran, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dari upaya Pemkab Tangerang menghadapi potensi risiko bencana.

Dengan seluruh unsur bergerak secara terpadu, pemerintah daerah berharap setiap perkembangan situasi dapat ditangani secara cepat, terukur, dan mengutamakan keselamatan masyarakat. (Dia)

Exit mobile version