Saguling KBB// secondnewsupdate.co.id – Bencana angin puting beliung disertai pohon tumbang menerjang Kampung Cilimus, RT 01 dan RT 02 RW 01, Desa Cikande, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, sekitar pukul 15.00 WIB. Jumat (6/3/2026).
Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon serta rusaknya bagian atap rumah yang diterjang angin kencang.
Berdasarkan hasil assessment kaji cepat dari relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), sedikitnya 20 kepala keluarga dengan total 56 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut. Meski demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Di wilayah RT 02, sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan di antaranya milik Oma, Dadan, Wati, Arif Hidayat, Nanang, Darmawan, Nurhasanah, Ade Diat, Mulyana, Rukmana, Wiharya, Adit, Jejen, Rusmana, Ika, Herman, Acep, Karmini, dan Caca.
Sementara di RT 01, rumah milik Aga S juga terdampak akibat pohon tumbang yang dipicu oleh angin kencang.
Data sementara menunjukkan warga terdampak terdiri dari 20 laki-laki dewasa, 22 perempuan dewasa, 6 anak laki-laki, 7 anak perempuan, satu lansia perempuan, serta satu balita perempuan.
Tim relawan bersama aparat pemerintah desa, pengurus RT/RW, serta masyarakat setempat langsung melakukan upaya penanganan dengan membersihkan puing-puing pohon yang menimpa rumah warga serta melakukan pendataan kerusakan.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa pada awal Maret 2026 sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer yang masih aktif selama musim hujan.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi secara tiba-tiba, seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, hingga angin kencang lokal seperti puting beliung.
Kerugian akibat bencana ini masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Sementara itu, kebutuhan mendesak warga terdampak juga masih terus didata oleh petugas di lapangan.
Kegiatan penanganan di lokasi turut dihadiri oleh Kepala Desa, perangkat pemerintah desa, pengurus RT/RW, serta para relawan yang membantu proses evakuasi dan pembersihan.
Laporan sementara ini disampaikan oleh relawan Destana Deni Mauludin dan Abdul Basit sebagai laporan awal kepada BPBD Kabupaten Bandung Barat. (Lalas)
