KasusKesehatanPeristiwa

Dana BGN Belum Cair, Enam Dapur MBG di Kadungora Garut Terpaksa Tutup Sementara

111
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami kendala serius. Sedikitnya enam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan sementara operasionalnya akibat tersendatnya pencairan dana anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Garut/secondnewsupdate.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami kendala serius.

Sedikitnya enam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan sementara operasionalnya akibat tersendatnya pencairan dana anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap ribuan pelajar yang selama ini menjadi penerima manfaat program MBG. Sejumlah siswa untuk sementara tidak lagi menerima jatah makan bergizi harian yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak sekolah.

Pantauan di salah satu dapur SPPG yang berlokasi di Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora, menunjukkan suasana yang jauh berbeda dari biasanya. Dapur yang setiap hari memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi kepada para siswa kini tampak sepi tanpa aktivitas pelayanan.

Pihak pengelola menjelaskan bahwa penghentian operasional terpaksa dilakukan karena dana anggaran yang digunakan untuk pembelian bahan baku makanan, biaya produksi, hingga distribusi belum juga dicairkan. 

Akibat keterbatasan biaya operasional tersebut, pelayanan makan bergizi gratis tidak dapat dilanjutkan untuk sementara waktu.

Camat Kadungora, Muhammad Badar Hamid, mengatakan sedikitnya enam dapur SPPG di wilayahnya mengalami kondisi yang sama. Saat ini seluruh pengelola masih menunggu kepastian pencairan dana agar kegiatan pelayanan dapat kembali berjalan normal.

“Pemerintah kecamatan berharap persoalan administrasi dan pencairan anggaran dapat segera diselesaikan sehingga pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pelajar penerima manfaat, tidak terganggu lebih lama,” ujarnya. Senin (15/6/2026).

Terhentinya operasional dapur SPPG menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan orang tua siswa. 

Pasalnya, program MBG selama ini dinilai membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar.

Hingga saat ini belum terdapat skema pengganti sementara bagi para penerima manfaat yang terdampak penghentian layanan tersebut. 

Masyarakat berharap pemerintah pusat melalui BGN dan pihak terkait segera menuntaskan persoalan pencairan anggaran agar program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Garut dapat kembali berjalan optimal.

Dengan kembali beroperasinya dapur-dapur SPPG, diharapkan kebutuhan gizi para siswa dapat terpenuhi secara berkelanjutan dan tujuan program nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak sekolah tetap tercapai. (Agung)

Exit mobile version