Cimahi// secondnewsupdate.co.id – Semangat pelayanan prima yang digaungkan Pemerintah Kota Cimahi tercoreng oleh aksi tidak terpuji oknum petugas keamanan (Satpam).
Meski Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, telah menginstruksikan seluruh ASN dan aparat terkait untuk memberikan pelayanan yang ramah, murah senyum, dan beretika, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik.
Insiden memalukan terjadi di , Jalan Daan Suganda, Cimahi Utara.
Dua orang pengunjung berinisial BS dan ST menjadi korban keangkuhan seorang koordinator Satpam berinisial MJ hanya gara-gara persoalan parkir di area basement.
Kronologi Kejadian: Bentakan di Depan Lift
Peristiwa bermula saat BS dan ST memarkirkan kendaraannya di area basement. Saat hendak melangkah menuju lift, keduanya tiba-tiba dikagetkan oleh teriakan kasar dari MJ. Pada Kamis (5/3/2026).
“Hai kamu, jangan parkir di basement ini! Ini khusus untuk karyawan, bukan untuk pengunjung, tahu!” cetus MJ dengan nada membentak dan wajah arogan.
Sontak, BS yang merasa diperlakukan tidak manusiawi langsung bereaksi. Menurutnya, selama ini area tersebut sering digunakan tanpa ada teguran sekasar itu.
”Pak, kami sudah sering parkir di sini. Baru kali ini Anda membentak kami. Apa tidak ada bahasa yang lebih ramah lagi?” ujar BS menahan kekesalannya.
Bukannya Minta Maaf, Malah Makin Garang
Alih-alih menyadari kekhilafannya atau mengarahkan pengunjung dengan sopan ke area parkir atas, MJ justru menunjukkan sikap yang semakin liar. Ia merasa posisinya sebagai koordinator keamanan memberinya hak untuk bertindak sewenang-wenang.
“Kamu ngeyel sekali ya! Ini tugas saya dan tanggung jawab saya di sini, tahu!?” tantang MJ dengan gaya yang dinilai pengunjung mirip premanisme.
Ketegangan pun tak terelakkan. BS menyayangkan sikap MJ yang jauh dari standar pelayanan publik. Ia membandingkan pengalaman pribadinya saat berkunjung ke instansi TNI yang justru sangat ramah terhadap tamu.
”Sekarang bukan zamannya lagi arogan seperti Bapak. Pengunjung MPP akan banyak yang kabur kalau gaya Bapak seperti preman begitu,” tegas BS sebelum akhirnya oknum satpam tersebut pergi tanpa kata-kata.
Desakan Evaluasi: Pecat atau Alih Tugaskan!
Kejadian ini ternyata bukan yang pertama kalinya. Diketahui, BS dan ST sudah dua kali mendapatkan perlakuan kasar dari MJ.
Atas dasar itulah, masyarakat meminta Pemerintah Kota Cimahi untuk segera mengambil tindakan tegas.
Sosok petugas seperti MJ dinilai tidak layak berada di garda terdepan pelayanan publik karena berpotensi merusak reputasi lembaga MPP yang seharusnya menjadi kebanggaan warga Cimahi. Publik kini menunggu langkah nyata dari otoritas terkait agar insiden serupa tidak terulang kembali. (Bagdja)
