BeritaPendidikanPeristiwaRagam Daerah

Atap SDN 3 Mirat Ambruk, Bupati Majalengka Gerak Cepat Siapkan Perbaikan Darurat Pakai Dana BTT

109
Bupati Majalengka Eman Suherman (kiri) Tinjau Ambruknya Bangunan SDN 3 Mirat.

Majalengka/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Majalengka bergerak cepat menangani insiden ambruknya atap bangunan SDN 3 Mirat, Kecamatan Leuwimunding, yang terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (1/5/2026).

Bupati Majalengka, Eman Suherman, turun langsung meninjau lokasi kejadian untuk memastikan langkah penanganan darurat segera dilakukan agar aktivitas belajar mengajar siswa tidak terganggu terlalu lama.

Dalam kunjungannya, Eman didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Pelaksana Tugas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Dari hasil pengecekan di lapangan, hujan deras yang berlangsung cukup lama diduga menjadi pemicu ambruknya bagian atap bangunan sekolah tersebut. Namun, Pemkab Majalengka juga menemukan indikasi adanya persoalan teknis pada konstruksi bangunan.

Eman menyoroti kualitas material bangunan yang dinilai perlu dievaluasi, terutama pada penggunaan baja ringan serta struktur rangka atap.

Menurutnya, terdapat dugaan penggunaan baja ringan yang tidak memenuhi standar kekuatan, ditambah jarak antar kuda-kuda atap yang melebihi batas ideal.

“Bangunan ini baru berdiri tahun 2021, tetapi sudah mengalami kerusakan cukup serius. Ini tentu harus menjadi evaluasi bersama. Kualitas pembangunan fasilitas pendidikan tidak boleh diabaikan,” tegas Eman saat meninjau lokasi.

Ia mengungkapkan, secara teknis jarak antar kuda-kuda atap seharusnya maksimal 80 sentimeter.

Namun di lokasi ditemukan jarak yang melebihi 1 meter, sehingga dinilai berpotensi memengaruhi kekuatan struktur bangunan.

Sebagai langkah cepat, Pemkab Majalengka memastikan proses rehabilitasi akan segera dilakukan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) agar tidak perlu menunggu perubahan anggaran.

Eman menegaskan proses perbaikan harus dilakukan secara cepat namun tetap memperhatikan kualitas pengerjaan.

“Saya minta perbaikan dilakukan segera dengan standar yang baik dan ada jaminan kualitas. Pengawasan juga harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar di SDN 3 Mirat tetap berjalan dengan skema darurat.

Pemerintah menyiapkan ruang perpustakaan dan area mushola sekolah sebagai lokasi sementara pembelajaran agar siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar.

Pemkab menargetkan aktivitas belajar mengajar kembali normal mulai awal pekan depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf, memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

“Kami memastikan tidak ada korban dalam kejadian ini. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan siswa dan memastikan mereka tetap bisa belajar dengan nyaman,” kata Umar.

Ia menambahkan, kejadian ambruknya atap SDN 3 Mirat akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Pemerintah Kabupaten Majalengka terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan lainnya.

Menurutnya, monitoring dan pemeriksaan bangunan sekolah akan diperketat guna meminimalisir risiko kejadian serupa.

“Ke depan kami akan lebih intensif melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah agar fasilitas pendidikan di Majalengka benar-benar aman dan layak digunakan,” tambahnya.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan kualitas pembangunan infrastruktur pendidikan, terutama menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Pemkab Majalengka menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sarana pendidikan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif bagi siswa. (Ast)

Penulis: Asep TrisnoEditor: Bama
Exit mobile version