BeritaEkonomiHukumRagam Daerah

Bapenda Kabupaten Bandung Gencar Buru Penunggak Pajak Kendaraan, Operasi Gabungan Dongkrak PAD hingga 50 Persen

11
Kepala Bapenda Kab Bandung, Tatang Kusnawan

Kab Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) semakin agresif menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memburu para penunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Langkah tersebut diwujudkan melalui Operasi Gabungan (Ops Gab) pemeriksaan kendaraan yang melibatkan Polresta Bandung serta Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) atau Samsat Wilayah I Soreang.

Operasi gabungan yang digelar selama tiga hari pada pekan ini menjadi salah satu strategi nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan penerimaan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Kepala Bidang Penagihan dan Keberatan Bapenda Kabupaten Bandung, Dudi Durajat, mengatakan bahwa sinergi lintas instansi tersebut menjadi ujung tombak dalam memperkuat penerimaan daerah yang nantinya akan kembali dinikmati masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

“Operasi gabungan ini merupakan upaya Bapenda yang didukung Polresta Bandung dan P3DW/Samsat Wilayah I Soreang untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor,” ujar Dudi, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, operasi gabungan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis.

Program serupa akan kembali digelar pada 3, 4, dan 5 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Menurut Dudi, hasil operasi gabungan menunjukkan tren yang menggembirakan. Penerimaan dari sektor pajak kendaraan terus mengalami peningkatan seiring semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu.

“Alhamdulillah, pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan mengalami peningkatan. Kesadaran masyarakat untuk membayar pajak juga semakin baik,” katanya.

Bahkan hingga pertengahan tahun 2026, realisasi penerimaan dari sektor PKB dan BBNKB telah mencapai sekitar 50 persen dari target tahunan. 

Angka tersebut dinilai cukup positif dan diperkirakan akan terus bertambah seiring berlanjutnya operasi gabungan di berbagai wilayah Kabupaten Bandung.

Dudi optimistis target penerimaan daerah dapat tercapai apabila kepatuhan masyarakat terus meningkat. Menurutnya, setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Pajak kendaraan yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan, termasuk pembangunan dan perbaikan jalan, peningkatan infrastruktur, serta pelayanan publik yang menjadi program Pemerintah Kabupaten Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat yang masih memiliki tunggakan agar segera melunasi pajak kendaraannya dan tidak menunda kewajiban tersebut. 

Selain menghindari sanksi administrasi, pembayaran pajak tepat waktu juga menjadi bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah.

“Melalui kepatuhan membayar pajak, masyarakat telah ikut berkontribusi membangun Kabupaten Bandung yang lebih maju, meningkatkan kualitas infrastruktur, dan memperkuat pelayanan publik demi kesejahteraan bersama,” pungkas Dudi. (Apih)

Penulis: Apih Igun Ruhiyat Editor: Bama
Exit mobile version