BeritaHukumRagam Daerah

Satlantas Polres Tasikmalaya Terapkan Tilang Humanis, Pelanggar Diajak Dengarkan Tausiyah Sebelum Ditindak

13
Satlantas Polres Tasikmalaya Terapkan Tilang Humanis, Pelanggar Diajak Dengarkan Tausiyah Sebelum Ditindak

Tasikmalaya/ secondnewsupdate.co.id – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan razia lalu lintas yang digelar Satlantas Polres Tasikmalaya di Perempatan Muktamar Singaparna. 

Jika biasanya pelanggar langsung menerima surat tilang, kali ini petugas menerapkan pendekatan yang lebih humanis dengan mengajak pelanggar ringan mendengarkan tausiyah sebelum diberikan tindakan.

Program edukatif tersebut menjadi perhatian para pengguna jalan. Pelanggar yang terjaring karena kesalahan ringan tidak langsung dikenai sanksi, melainkan terlebih dahulu diberikan pembinaan melalui siraman rohani mengenai pentingnya keselamatan dalam berkendara.

Adapun sasaran razia meliputi pelanggaran ringan yang masih sering ditemukan di lapangan, seperti tidak memakai helm, tidak mengenakan sabuk pengaman, surat-surat kendaraan yang tertinggal, hingga kelengkapan administrasi kendaraan yang belum lengkap.

Salah seorang pengendara, Aminah, mengaku sempat panik saat dihentikan petugas karena sepeda motor yang dikendarainya tidak terpasang pelat nomor.

Setelah diperiksa, ternyata pelat nomor tersebut berada di dalam bagasi karena motor baru selesai diperbaiki di bengkel.

“Saya kira langsung ditilang. Ternyata malah dikasih nasihat sama ustaz. Jadi malu sendiri karena melanggar,” ujarnya.

Setelah dihentikan, para pelanggar ringan diarahkan ke sebuah ruangan yang telah disiapkan. 

Di lokasi tersebut, seorang ustaz menyampaikan tausiyah tentang pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Materi yang diberikan bukan membahas aturan atau pasal lalu lintas, melainkan menanamkan kesadaran bahwa tertib berlalu lintas merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan upaya menjaga keselamatan jiwa. 

Dalam tausiyah tersebut juga diingatkan bahwa kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan berpotensi merenggut nyawa apabila pengendara mengabaikan aturan.

Sejumlah pelanggar mengaku tersentuh dengan pendekatan yang dilakukan polisi. Mereka menyebut metode tersebut membuat mereka lebih sadar dibanding sekadar menerima sanksi tilang.

“Saya pikir langsung ditilang. Ternyata ada ustaz yang ceramah, mengingatkan bahayanya kecelakaan sampai bisa meninggal. Saya jadi sadar, mulai sekarang wajib pakai helm,” kata salah seorang pelanggar.

Tak hanya memberikan pembinaan kepada pelanggar, Satlantas Polres Tasikmalaya juga memberikan apresiasi kepada pengendara yang disiplin dan tertib. 

Pengendara yang membawa surat-surat lengkap, mengenakan helm, serta menyalakan lampu kendaraan mendapat hadiah berupa segelas teh manis sebagai bentuk penghargaan di tengah cuaca panas Tasikmalaya.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Dian Mardiana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan pimpinan agar penegakan hukum tidak selalu identik dengan pemberian sanksi, tetapi juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat.

“Kami tetap melakukan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata. Namun untuk pelanggaran ringan kami berikan pemahaman melalui pendekatan agama dengan menghadirkan ustaz agar masyarakat lebih memahami pentingnya keselamatan,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan pendekatan persuasif tidak berlaku bagi seluruh jenis pelanggaran. 

Terhadap pelanggaran berat yang membahayakan pengguna jalan lain, seperti penggunaan knalpot brong maupun pelanggaran serius lainnya, petugas tetap memberikan tindakan tegas berupa tilang.

“Kalau yang membahayakan pengguna jalan lain, kami tilang. Tapi kalau masih tergolong pelanggaran ringan, kami utamakan edukasi terlebih dahulu,” tegas Dian.

Melalui inovasi penegakan hukum yang humanis ini, Satlantas Polres Tasikmalaya berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas tumbuh karena memahami pentingnya keselamatan, bukan semata-mata karena takut dikenai sanksi tilang. (Krist)

Exit mobile version