InformatikaKesehatanRagam Daerah

Buah Apel Busuk Masuk Menu MBG SDN 3 Pasir Lancar, Aktivis Pandeglang Desak SPPG Sindangresmi Segera Disidak

116
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi sorotan setelah ditemukan potongan buah apel yang diduga telah membusuk dalam paket makanan untuk siswa SDN 3 Pasir Lancar, Rabu (28/10/2026).

Pandeglang, Banten l secondnewsupdate.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi sorotan setelah ditemukan potongan buah apel yang diduga telah membusuk dalam paket makanan untuk siswa SDN 3 Pasir Lancar, Rabu (28/10/2026). 

Temuan tersebut memunculkan desakan agar pengawasan terhadap kualitas bahan pangan dan proses penyajian makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangresmi segera dievaluasi.

Peristiwa yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda itu menjadi perhatian karena program MBG ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak usia sekolah.

Kualitas bahan makanan, kebersihan pengolahan, hingga pemeriksaan sebelum makanan didistribusikan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan secondnewsupdate.co.id, paket makanan tersebut didistribusikan oleh Dapur SPPG MBG Sindangresmi yang berlokasi di Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang.

Dalam dokumentasi berupa foto dan video yang diterima redaksi, terlihat paket makanan berisi nasi, telur, tahu, sayuran, serta tiga potong buah apel. 

Pada bagian buah apel tampak kondisi yang diduga membusuk, dengan warna cokelat kehitaman dan tekstur berair.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai kelayakan buah untuk dikonsumsi oleh para siswa. 

Pihak guru pun dilaporkan mengembalikan paket makanan tersebut kepada pengelola dapur karena menilai buah yang disajikan tidak layak dikonsumsi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan penyebab buah tersebut bisa masuk ke dalam paket makanan siswa. 

Belum diketahui pula apakah persoalan itu terjadi pada satu paket saja atau terdapat paket lain dengan kondisi serupa.

Pengawasan Bahan Pangan MBG Jadi Sorotan

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses pemeriksaan bahan pangan, terutama buah-buahan, sebelum diolah atau dikemas dan didistribusikan kepada penerima manfaat program MBG.

Pemeriksaan kondisi fisik bahan pangan, pemilahan buah yang tidak layak, serta pengecekan akhir sebelum makanan dikirim merupakan tahapan yang perlu mendapat perhatian. 

Pengawasan yang konsisten diperlukan agar makanan yang diterima siswa memenuhi persyaratan keamanan dan kelayakan konsumsi.

Program MBG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab dalam menjaga mutu bahan pangan dan keamanan makanan bagi anak-anak. 

Karena itu, setiap laporan mengenai dugaan makanan tidak layak konsumsi perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang objektif.

Marsuni Desak Bupati dan Satgas MBG Turun Tangan

Menanggapi kejadian tersebut, Marsuni, pemerhati program MBG/Badan Gizi Nasional (BGN) di Pandeglang, meminta pemerintah daerah dan Satgas MBG Kabupaten Pandeglang segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap Dapur SPPG Sindangresmi.

Marsuni menegaskan, temuan buah yang diduga membusuk tidak semestinya diabaikan.

Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah prosedur pengawasan bahan pangan dan kelayakan makanan telah dijalankan sebagaimana mestinya.

Marsuni selaku pemerhati program MBG/BGN Pandeglang sudah katakan dari awal, jangan ada pembelaan jika buah busuk bisa lolos masuk ke wadah makanan siswa. 

“Bagaimana dengan higienis dapur? Kami minta sidak segera hari ini juga,” demikian pernyataan yang disampaikan Marsuni terkait temuan tersebut.

Ia meminta Bupati Pandeglang bersama Satgas MBG tidak hanya menindaklanjuti laporan secara administratif, tetapi juga memastikan kondisi di lapangan melalui pemeriksaan langsung.

Menurutnya, evaluasi perlu mencakup proses penerimaan bahan pangan, penyimpanan, pemilahan buah, pengemasan, hingga pemeriksaan akhir sebelum makanan dikirimkan ke sekolah.

Minta KAREG, KORWIL, KPPG dan BGN Evaluasi SPPG

Selain mendesak pemerintah kabupaten, Marsuni juga meminta pihak pengelola Dapur SPPG Sindangresmi memberikan penjelasan dan bertanggung jawab sesuai hasil pemeriksaan.

Ia turut mendesak KAREG, KORWIL, KPPG, serta Badan Gizi Nasional menindaklanjuti temuan yang telah diberitakan dan beredar di media sosial.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan laporan yang muncul tidak berhenti sebatas polemik, tetapi ditindaklanjuti dengan pemeriksaan fakta, evaluasi prosedur, serta perbaikan apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan program.

Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran terhadap standar keamanan pangan atau prosedur operasional, pihak berwenang diharapkan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

SPPG Sindangresmi Belum Berikan Penjelasan Rinci

Media secondnewsupdate.co.id telah menghubungi penanggung jawab SPPG Sindangresmi melalui pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi mengenai temuan buah apel yang diduga membusuk dalam paket makanan siswa SDN 3 Pasir Lancar.

Pihak penanggung jawab menyampaikan akan menanyakan persoalan tersebut kepada kepala dapur. 

Namun, hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum menerima penjelasan terperinci mengenai penyebab kejadian, hasil pemeriksaan internal, maupun langkah penanganan yang telah dilakukan.

Redaksi masih membuka ruang bagi pihak SPPG Sindangresmi untuk menyampaikan klarifikasi dan penjelasan agar informasi mengenai kejadian ini dapat disajikan secara berimbang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan pengawasan berkelanjutan, mulai dari kualitas bahan baku hingga makanan diterima oleh siswa. 

Setiap laporan mengenai dugaan makanan tidak layak konsumsi perlu diperiksa secara serius demi menjaga keamanan pangan dan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut. (Sanan)

Exit mobile version